Home / Berita Terkini / USM Berbasis Komputer Beri Kemudahan Bagi Kaum Muda untuk Bergabung dengan Unpar
Wakil Rektor Unpar Bidang Akademik Tri Basuki Joewono, Ph.D.

USM Berbasis Komputer Beri Kemudahan Bagi Kaum Muda untuk Bergabung dengan Unpar

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) terus menggali potensi teknologi informasi untuk dipergunakan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran maupun administrasinya. Keunggulan teknologi informasi digital yang efisien membawa kemudahan bagi seluruh elemen masyarakat Unpar.

Baru-baru ini, Biro Administrasi Akademik (BAA) beserta Biro Teknologi Informasi (BTI) mengembangkan sistem penyelenggaraan Ujian Saringan Masuk Berbasis Komputer (USM-BK) sebagai bagian dari Program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unpar. Sistem ini telah dipergunakan dengan baik untuk menjaring calon mahasiswa, khususnya yang berasal dari luar Kota Bandung.

Ditemui oleh Tim Publikasi pada Selasa (29/10), Wakil Rektor Unpar Bidang Akademik Tri Basuki Joewono, Ph.D. menjelaskan keberadaan USMBK sebagai transformasi dari USM On-Site yang sudah ada. Menurutnya, dengan tantangan yang dihadapi oleh Unpar dalam penyelenggaraan USM terdahulu, “Kita harus berubah cara kerjanya.” Salah satunya dengan menggunakan teknologi digital.

Memanfaatkan teknologi digital, menurutnya, memberikan berbagai keuntungan dalam pelaksanaan USM. “Proses USM akan lebih cepat, handling lebih cepat,” jelasnya.  Tanpa memerlukan logistik yang rumit, USMBK bisa menjadi alternatif yang efisien bagi Unpar dalam menjaring calon mahasiswa khususnya di daerah di luar Kota Bandung. “Jangkauan lebih luas, dengan waktu lebih sedikit, effort lebih sedikit,” tuturnya. 

Hasil Kolaborasi

Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) Aris Prihadi

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) Unpar Aris Prihadi mengungkapan bahwa USMBK tidak terlepas dari kolaborasi BAA dengan BTI. Adapun peran BTI selaku pihak pengembang sistem sangat penting dalam melaksanakan USMBK.  “Kita (BAA) mengatur tata cara pelaksanaan USM,” kata Aris, “tapi yang diberangkatkan Tim BTI.” Hal ini dikarenakan Tim BTI memiliki kapasitas yang baik dalam mengelola sistem USMBK, apalagi bila terjadi permasalahan dalam pelaksanaannya.

Dengan USMBK, sistem penerimaan mahasiswa baru sudah terdigitalisasi mulai dari proses pendaftaran hingga tahapan pelaksanaan ujian. Terkait fasilitas penunjang seperti ruang dan komputer, Unpar bekerja sama dengan mitra sekolah di berbagai daerah. Dengan demikian, “Kita tidak perlu mengirim banyak orang,” ujar Aris. ”Semua sudah siap, stand by, sudah ready.” Ia juga mengakui bahwa sistem USMBK mengalami pengembangan yang sangat pesat dan secara berkesinambungan dievaluasi.

USMBK lebih dari sekedar efisiensi dalam proses penerimaan mahasiswa. Berasal dari ide sederhana untuk mewujudkan wajah baru Unpar sebagai perguruan tinggi yang inovatif, USMBK memberi jalan bagi inovasi lain, seperti kemudahan akses informasi PMB, efisiensi proses PMB, hingga USM Online. Semua dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi generasi muda yang ingin berkembang dengan bergabung di Unpar. “Kedepan kita akan berubah, sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi mereka (calon mahasiswa),” pungkas Tri Basuki.