Home / Berita Terkini / Upaya Mencetak Wirausaha Muda

Upaya Mencetak Wirausaha Muda

Sebagai tempat menimba ilmu dan pengembangan diri, universitas berperan penting dalam membangun sikap dan mental mahasiswa. Hal ini terutama terkait dengan dunia kewirausahaan yang kini menjadi peluang yang digeluti oleh banyak orang.

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) juga memandang penting bekal mumpuni untuk membina sebuah bisnis. Oleh karena itu, Unpar mendorong mahasiswa yang memiliki ketertarikan di dunia tersebut untuk memiliki kepercayaan diri. Itulah yang menjadi modal dasar bagi calon pebisnis, khususnya bagi para pemula.

Sebagai upaya untuk mencetak wirausaha muda, Unpar mendirikan Centre of Excellence for Small and Medium Enterprise Development (CoE SME Development) di bawah naungan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM). CoE SME Development memiliki visi untuk menjadi pusat dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sementara itu, dalam mencapai visinya, LPPM terus berupaya untuk memberikan kontribusi aktif dengan penekanan pada pertumbuhan berkelanjutan akan pengetahuan dalam perkembangan UMKM. Melalui Unit Technology Business Incubator, LPPM juga menyediakan wadah bagi mahasiswa yang tengah merintis usaha, yang di dalamnya ada pembekalan serta bimbingan untuk mengelola dan mengembangkan bisnis mereka.

Tidak hanya CoE SME Development, sejumlah program pendidikan kewirausahaan, seminar dengan beragam topik tentang kewirausahaan, expo bisnis, berbagai workshop, hingga komunitas bisnis Unpar yang dirintis oleh mahasiswa menjadi upaya-upaya Unpar untuk mendorong jiwa kewirausahaan serta mencetak para wirausaha muda.

Business Club Unpar

Bergerak di bidang kewirausahaan, Business Club Unpar (BCU) adalah komunitas yang diinisiasi oleh mahasiswa Unpar guna memberikan kesempatan bertemu dan berbagi dengan orang-orang baru untuk berbincang tentang dunia bisnis. Komunitas ini menyediakan wadah khususnya bagi mereka yang tertantang dan berkeinginan untuk mendirikan sebuah bisnis serta menjadi seorang pengusaha.

BCU memiliki visi untuk mencetak banyak pengusaha lulusan Unpar yang dapat menggerakan roda ekonomi Indonesia. Adapun misi-misi komunitas ini antara lain membangkitkan jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan kepada mahasiswa Unpar, mengedukasi mahasiswa Unpar tentang cara menjalankan usaha dengan benar, dan menjadi role model kepada semua mahasiswa di Indonesia untuk menjadi pengusaha.

2015 menjadi tahun dicanangkannya BCU yang merupakan hasil diskusi dengan John Marsusi, S.Sos., yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Biro Kemahasiswaan dan Akademik (BKA) Unpar. BCU kemudian resmi direalisasikan pada Maret 2016, yang sejak saat itu BCU mengadakan kegiatan rutin yang berlangsung setiap Jumat. The Joy of Living an Entrepreneurship’s Life; Sales and Marketing; Products and Services; Courage to Start Business; Choosing the Right Business Partner adalah sejumlah topik menarik yang disajikan BCU.

BCU juga berkontribusi aktif dalam penyelenggaraan acara Alumni’s Talk yang digelar oleh BKA Unpar setiap bulan. “First Steps to be an Entrepreneur”, topik yang dibawakan oleh Marcellinus Rio, alumnus Teknik Sipil Unpar (2006) menjadi kerjasama perdana BCU dan BKA Unpar. Keduanya akan terus meningkatkan kerjasama dalam berbagai acara Alumni’s Talk dengan topik bisnis yang berkelanjutan. Pada tahun yang sama, anggota BCU juga mulai mengumpulkan anggota komunitas hingga mencapai target 150 mahasiswa aktif yang secara rutin mengikuti setiap event BCU.

Adalah Henri Soerjadi, salah satu pencetus berdirinya BCU. Meski Henri adalah seorang mahasiswa Teknik Sipil, dia memiliki ketertarikan untuk terjun di dunia bisnis karena ia merasa memiliki jiwa seorang entrepreneur. Awalnya, ia merasa bingung karena tidak memiiki mentor. Kemudian setelah memiliki mentor ia berpikir dan tergerak untuk membentuk sebuah komunitas bisnis.

Pada 2017, BCU berencana untuk menjadi sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unpar secara resmi. Upaya tersebut telah dipenuhi BCU lewat program rutin selama 2016.

“Ada yang unik nih di BCU. Jadi, mahasiswa yang datang enggak cuma dari Unpar. Ada dari ITB yang dateng. Mahasiswa dari Maranatha juga ada. Juga, ada mahasiswa dari Unpad. Bahkan alumninya ada yang sempet seat-in. Jadi tamu juga,” ungkap Henri antuasias.

Pada masa mendatang, BCU ingin mengembangkan lagi komunitasnya dengan bekerja sama dengan alumni dari fakultas dan jurusan lain di Unpar. Tidak hanya memiliki sistem operasional sebuah UKM serta regenerasi anggota pengurus, menarik minat dari perusahaan luar dan kerja sama antar universitas menjadi misi khusus lainnya yang ingin dicapai BCU.