Home / Berita Terkini / Upaya Aktif Unpar Menanggulangi Dampak COVID-19

Upaya Aktif Unpar Menanggulangi Dampak COVID-19

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) terus berupaya aktif dalam berbagai bidang untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau virus corona. Komunitas Unpar yang terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan dan alumni bahu membahu bersama masyarakat dalam berbagai kontribusi nyata.

Untuk mengkoordinir usaha tersebut, Unpar membentuk SATGAS PENANGGULANGAN DAMPAK COVID-19. Satgas ini dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pengembangan Institusi dan Inovasi (LPII) Unpar, Catharina Badra Nawangpalupi, Ph.D., didukung oleh Biro Umum dan Teknik (BUT), Biro Kemahasiswaan dan Akademik (BKA), Ikatan Alumni (IKA) Unpar, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpar. Dalam waktu singkat, Satgas bersama komunitas Unpar dan masyarakat umum telah menghasilkan berbagai capaian positif.

Aktivitas Satgas

Saat ini, tenaga medis di seluruh Indonesia, khususnya di Kota Bandung, tengah memusatkan perhatian bagi penanggulangan COVID-19. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan akan peralatan dan bahan penunjang medis berkurang, salah satunya hand sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan tenaga medis. Unpar menanggapi isu tersebut lewat pembuatan hand sanitizer yang khususnya disalurkan bagi lembaga kesehatan dan rumah sakit di Kota Bandung, juga bagi masyarakat dan komunitas internal Unpar. 

Adapun hand sanitizer ini dibuat sesuai dengan formula WHO dengan kadar etanol di atas 70 persen, dan telah diuji di laboratorium Teknik Kimia Unpar. Pembuatan dan pengemasannya didukung oleh Ikatan Alumni Teknik Kimia dan Teknik Industri Unpar, juga Jurusan Teknik Kimia dan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, BUT Unpar, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unpar, serta IKA Unpar dan mahasiswa. Hand sanitizer produksi Unpar saat ini telah didistribusikan ke empat rumah sakit yaitu RS Paru Rotinsulu, RS Cahya Kawaluyan, RS Santo Yusuf dan RS Santo Borromeus.

Satgas Unpar juga melakukan sterilisasi di kawasan Kampus Unpar. Pertama, dengan melakukan pembersihan dan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh gedung dan ruang terbuka di Unpar. Kedua, telah dibuat instalasi sprayer disinfektan di pintu gerbang Kampus Unpar sebagai satu-satunya akses masuk ke lingkungan Unpar. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya COVID-19, agar kampus Unpar aman dan sehat untuk beraktivitas khususnya bila perkuliahan nantinya kembali diadakan dengan metode tatap muka langsung.

Tidak hanya komunitas akademik Unpar yang terdampak oleh penyebaran virus corona. Dengan diadakannya kegiatan perkuliahan daring, masyarakat yang berdagang di sekitar Kampus Unpar turut terdampak secara ekonomi. Satgas menanggapi fenomena ini dengan mengkoordinir catering yang disediakan oleh pedagang di Kantin FISIP dan Kantin Teknik bagi para pegawai piket yang tetap beraktivitas di dalam kampus.

Rencana Kedepan

Kedepan, Satgas Unpar akan mengelola bantuan dari komunitas Unpar kepada berbagai pihak. Bantuan ini termasuk penyediaan APD dan makanan sehat bagi tenaga medis, suplai bahan pangan bagi pekerja harian kampus, serta pembagian masker dan hand sanitizer juga penyediaan sarana cuci tangan umum bagi masyarakat sekitar Unpar. Untuk itu, satgas yang difasilitasi oleh unsur IKA Unpar kini menerima donasi dari semua pihak yang ingin berkolaborasi bagi penyediaan kebutuhan tersebut.

Kegiatan Satgas Penanggulangan Dampak COVID-19 Unpar tentu masih dapat ditingkatkan. Keinginan untuk memberikan kontribusi lebih bagi seluruh kalangan masyarakat perlu didukung oleh seluruh komunitas akademik Unpar. Dukungan baik dalam bentuk pemikiran, tenaga, juga dukungan materil sangat diharapkan agar dampak penyebaran virus corona dalam ditanggulangi lewat kebersamaan kita. (DAN – Bagian Publikasi)