Home / Berita Terkini / Unpar Raih Prestasi dalam UADC 2019 Vietnam

Unpar Raih Prestasi dalam UADC 2019 Vietnam

Tiga mahasiswa Unpar, Felicia Evelyn Salim (Hubungan Internasional, 2015), Axel Oktarino Candra (Teknik Sipil, 2015), dan Anissa Devi Rifandiani (Arsitektur, 2015) berhasil meraih juara 2 kategori EFL (English of Foreign Language) dan membawa pulang gelar 2019 Asia’s Runner Up of EFL Category pada perlombaan United Asian Debating Championship (UADC) 2019 yang diselenggarakan di Vietnam National University-International School, Hanoi, Vietnam pada tanggal 24-30 Juni lalu. Tidak hanya itu, ketiga mahasiswa Unpar tersebut sukses memboyong 3 medali untuk gelar Top 10 Asia’s Best EFL Speakers.

UADC kali ini diikuti oleh 62 tim dari 40 universitas di seluruh Asia. Perlombaan dibagi menjadi 2 babak, yaitu babak preliminary dan babak eliminasi. Dalam babak preliminary, seluruh tim diharuskan untuk berdebat sebanyak 8 ronde untuk mengumpulkan poin. Tim yang berhasil mendapat poin terbanyak berhak melanjutkan ke babak eliminasi, yang mana di penghujung acara akan ditetapkan 1 tim yang berhasil meraih gelar Asia Champion.

Selama kompetisi berlangsung, tim Unpar dihadapkan dengan tim-tim debat dari Filipina, India, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Myanmar. Tim Unpar juga diharuskan memperdebatkan berbagai mosi, misalnya seperti mosi perlindungan bagi kaum minoritas, kebijakan untuk perusahaan startup, strategi yang tepat untuk menghadapi perubahan iklim, feminisme, hingga mosi hubungan internasional seperti pemberontakan di Mesir dan kemungkinan intervensi militer di Venezuela. Semua ronde berhasil dihadapi oleh tim Unpar hingga akhirnya tim Unpar dapat masuk ke babak EFL Grand Final. Dalam babak final, Unpar berhasil meraih juara 2 dan mendapat gelar EFL Runner Up.

Ketiga anggota dari tim Unpar menyatakan kegembiraannya karena berhasil menyabet gelar tersebut dan mengharumkan nama Unpar, terlebih karena mereka bertiga tidak memiliki ekspektasi apapun ketika datang ke perlombaan tersebut dan sama sekali tidak menyangka dapat melangkah hingga ke babak final. Ditambah lagi, selama perlombaan tim Unpar harus dihadapkan dengan tim-tim terbaik Asia yang sudah meraih berbagai gelar juara baik level Asia maupun dunia, seperti tim dari Ateneo de Manila University Filipina, Taylors University Malaysia, dan IIUM Malaysia. Kegembiraan semakin bertambah ketika tim Unpar juga memboyong medali tambahan karena seluruh anggota tim berhasil masuk sebagai 10 pembicara terbaik Asia kategori EFL (Top 10 Asia’s Best EFL Speakers).

Tim Unpar berharap gelar yang didapat pada perlombaan kali ini bukanlah alasan untuk berpuas diri, melainkan alasan untuk semakin memperbaiki kualitas pendebat dari tim Unpar agar dapat berkompetisi dengan lebih baik dan mempertahankan nama baik Unpar pada perlombaan selanjutnya baik itu di tingkat nasional maupun internasional. Felicia, Devi, dan Axel berharap para anggota Parahyangan English Debate Society (PEDS) lainnya pun dapat menorehkan prestasi serupa dan untuk jangan pernah putus asa apabila hasil yang diraih belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Tidak hanya itu, tim Unpar juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Universitas Katolik Parahyangan karena sudah mendukung penuh seluruh aktivitas yang dilakukan selama berada di Vietnam. (/YJH)