Home / Opini / Unpar Peduli: Kini dan Nanti

Unpar Peduli: Kini dan Nanti

Berbicara tentang kepedulian dalam konteks Universitas Katolik Parahyangan, maka saya akan mengacu pada sesanti “Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti” yang bermakna Berdasarkan Ketuhanan Menuntut Ilmu untuk Dibaktikan Kepada Masyarakat. Frasa “dibaktikan” dapat dimaknai sebagai sebuah wujud kepedulian, di mana perguruan tinggi tidak hanya mencetak komunitas akademik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.

Hadirnya SINDU atau Spiritualitas dan Nilai-Nilai Dasar Universitas Katolik Parahyangan yang memiliki nilai dasar, yakni manusia yang utuh (humanum), cinta kasih dalam kebenaran (caritas in veritate), dan hidup dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) dengan tujuh prinsip etis, yakni keterbukaan, sikap transformatif, kejujuran, keberpihakan untuk mengutamakan kaum papa (prefential option for the poor), Bonum Commune, subsidiaritas, dan nirlaba memberi sebuah makna akan hadirnya kepedulian. Peduli terhadap Tuhan, sesama, lingkungan, dan masyarakat dalam memanfaatkan, serta mengembangkan ilmu yang didapat.

Kepedulian UNPAR pun dapat dilihat dari berbagai aspek yang mewarnai 64 tahun perjalanan Universitas Katolik Parahyangan, mulai dari peduli inovasi, peduli bencana, peduli masyarakat, peduli lingkungan, peduli karyawan, dan peduli masa depan.

Peduli Inovasi

Selain itu, UNPAR juga aktif melakukan rekrutmen terhadap dosen-dosen muda yang mempunyai semangat inovasi untuk memastikan adanya gairah (passion) dalam mendorong UNPAR ke arah yang lebih baik. Dosen-dosen muda yang umumnya berada di usia generasi milenial ini senantiasa melakukan inovasi dalam proses pembelajaran berbasis teknologi, di mana proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan mengakomodasi mahasiswa yang umumnya kini berada di Generasi Z.

Sebagai perguruan tinggi yang sudah berdiri sejak 17 Januari 1955, Universitas Katolik Parahyangan mengusung semangat Go Great UNPAR, di mana inovasi menjadi katalisator dalam menyambut perubahan di era digital. Pembelajaran yang semula hanya dilakukan secara tatap muka, kini beralih menjadi pembelajaran interaktif dengan bantuan media digital. Sebut saja lahirnya Interactive Digital Learning Environment (IDE) UNPAR mewadahi dosen dan mahasiswa dalam melakukan studi secara digital, baik dalam mengakses materi pembelajaran, melakukan absensi, hingga pengumpulan tugas ataupun quiz.

Semangat inovasi juga dapat dirasakan dari berbagai elemen pembelajaran yang ada di Universitas Katolik Parahyangan. Sebagai contoh, program kerja Laboratorium Ilmu Administrasi Bisnis senantiasa memberikan pelatihan aktif kepada mahasiswa berupa soft skill yang sangat penting untuk dimiliki di era digital, seperti pelatihan teknik komunikasi yang efektif, penulisan artikel populer di media, dan berbagai pelatihan yang diharapkan mampu memperkaya mahasiswa dalam menghadapi dunia nyata.

Pembelajaran inovatif juga dapat dilihat di Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, di mana mata kuliah Kreativitas dan Inovasi menggunakan media Instagram sebagai salah satu media dalam menyampaikan materi, informasi, serta mengumpulkan tugas. Tak ketinggalan, mata kuliah Komunikasi Bisnis juga memberikan tugas akhir setara Ujian Akhir Semester berupa proyek pembuatan video persuasif dengan berbagai tema yang kekinian, serta relevan dengan dunia bisnis dewasa ini.

Hadirnya Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP) UNPAR juga menjadi sebuah wadah bagi dosen maupun tenaga pendidik di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan dalam memacu semangat kreativitas dan inovasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan. Sebut saja, pelatihan IDE, sharing dan diskusi yang inspiratif, workshop asesmen, dan berbagai kegiatan yang memberikan warna dalam aktivitas akademik di lingkungan UNPAR.

Setiap inovasi dilakukan secara bertahap guna memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori semata dalam proses perkuliahan, melainkan juga praktik nyata yang kelak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peduli Bencana

Setiap kali Indonesia ditimpa kemalangan karena adanya bencana, Universitas Katolik Parahyangan senantiasa menggalang dana kepedulian bencana yang langsung disalurkan kepada korban bencana. Dikutip dari Media Parahyangan, tiga perwakilan dari Korgala UNPAR diberangkatkan ke Lombok untuk membantu korban bencana yang terjadi pasca gempa di Lombok. Dalam kesempatan ini, dana bantuan disalurkan oleh civitas akademika UNPAR, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta alumni yang peduli akan bencana.

Tak hanya itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korgala juga menyelenggarakan acara “Cahaya untuk Palu – Donggala” pada Kamis, 22 November 2018 untuk menggalang dana dan menunjukkan kepedulian akan bantuan yang bisa diberikan kepada korban bencana di Palu dan Donggala. Dalam hal ini, UNPAR selalu menggalang inisiatif tentang apa yang dapat dilakukan dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana, sehingga prinsip kepedulian senantiasa menjadi sebuah pedoman dalam menjalankan aktivitas akademik yang humanum.

Peduli Masyarakat

Berbagai program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan juga mencerminkan kepedulian UNPAR terhadap masyarakat dan lingkungan. Sebut saja, program Citarum Harum yang digagas Center for Human Developments and Social Justice (CHuDS), Program Magister Ilmu Sosial, Universitas Katolik Parahyangan, pelatihan pendataan dan pemetaan potensi desa yang dibiayai oleh FriedrichEbertStiftung (FES), NGO asal Jerman, kemudian Bandung Kota Cerdas Pangan yang dibiayai oleh Rikolto Veco Indonesia, NGO asal Belgia.

Program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat tidak hanya semata untuk menambah nilai kumulatif dosen yang berada dalam program tersebut, tetapi juga turut menyelesaikan masalah dan persoalan yang sedang dihadapi oleh sebuah daerah atau wilayah yang bersangkutan. Kehadiran dunia pendidikan tinggi yang selama ini identik dengan teori yang ada di menara gading, kini berubah menjadi sebuah solusi atau jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sehari-hari.

Peduli Lingkungan

Sebagai universitas swasta tertua di Kota Bandung, Universitas Katolik Parahyangan juga senantiasa melakukan berbagai aksi hijau guna menyelamatkan lingkungan, mulai dari penyediaan galon air minum di setiap lantai, adanya tempat sampah yang dikategorisasi berdasarkan organik dan anorganik, adanya tempat pengumpulan botol air minum bekas, serta hadirnya mading digital untuk membaca pengumuman.

Peduli Karyawan

Kepedulian Universitas Katolik Parahyangan juga dapat dirasakan oleh dosen dan tenaga kependidikan yang bekerja di lingkungan UNPAR. Adanya Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP) yang senantiasa memberikan acara yang konstruktif dalam membangun daya pikir kritis di kalangan dosen dan tenaga kependidikan merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kapasitas intelektual karyawan UNPAR.

Selain itu, Biro Pengembangan Modal Insani UNPAR juga aktif mengadakan lokakarya, sosialisasi kesehatan, program pemerintah, serta lintas alam dalam membangun suasana yang santai antarkaryawan. Tak ketinggalan adanya fasilitas kebugaran yang disiapkan bagi dosen dan tenaga pendidik agar dapat melakukan olah tubuh secara efektif. Program pembinaan karyawan setiap tahunnya juga disiapkan agar karyawan dapat saling bertegur sapa dan mengenal lebih dekat satu dengan yang lainnya dalam perjalanan yang dilakukan.

Peduli Keberagaman

Tidak dapat dimungkiri jika keberagaman juga menjadi sebuah keniscayaan dalam lingkungan Universitas Katolik Parahyangan, maka dari itu UNPAR juga peduli terhadap keberagaman dengan banyaknya acara untuk membina keakraban antarkaryawan, mulai dari Halal Bihalal saat Idul Fitri, FISIP Day dengan ornamen baju daerah yang khas, serta banyaknya acara yang memberikan ruang bagi kita untuk berdiskusi dan menjalin persaudaraan. UNPAR juga senantiasa menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi tanpa membeda-bedakan SARA sebagai komunitas akademik yang humanum.

Peduli Masa Depan

Tentu Universitas Katolik Parahyangan juga tidak boleh berbesar hati dalam melihat ranking perguruan tinggi di Indonesia yang berada di angka 35 di tahun 2018. Perlu adanya evaluasi dan pengembangan secara simultan guna memastikan agar perubahan ke arah yang lebih baik selalu dapat diakomodasi sebagai sarana untuk menjadi Go Great UNPAR.

Dukungan universitas untuk kegiatan eksternal mahasiswa dalam mengikuti kompetisi, baik berskala kota, provinsi, nasional, maupun internasional harus ditingkatkan agar mahasiswa semakin termotivasi untuk membawa nama UNPAR ke luar. Selain itu, branding UNPAR sebagai universitas swasta terbaik di Indonesia juga harus ditingkatkan menjadi universitas yang menjunjung tinggi semangat kewirausahaan mengingat berbagai perubahan dan dinamika yang terjadi di Indonesia dan dunia saat ini senantiasa melibatkan sektor bisnis, di mana universitas harus bisa menjawab akan ke mana dan menjadi apakah lulusannya setelah lulus dari bangku kuliah?

Masukan dari alumni UNPAR juga sangat penting untuk dijadikan evaluasi dalam mengambil langkah ke depan agar orientasi pendidikan yang diterapkan UNPAR senantiasa relevan dengan perkembangan zaman.

Referensi

https://mediaparahyangan.com/gempa-di-lombok-korgala-berangkatkan-tiga-mahasiswa/2018/08/

https://mediaparahyangan.com/aksi-solidaritas-korban-paska-bencana-palu-dan-donggala/2018/12/

http://belitung.tribunnews.com/2018/08/18/100-universitas-terbaik-indonesia-versi-kemeristekdikti-kampusmu-peringkat-berapa

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Penulisan Blog dalam rangka Dies UNPAR ke-64 dengan tema “UNPAR PEDULI (contoh kepedulian UNPAR terhadap : kebersihan, bencana, digitalisasi, masyarakat, dll)” . Tulisan dapat diakses di https://walkandthrough.wordpress.com/

Penulis: Daniel Hermawan S.AB,M.Si,MBA (Dosen Administrasi Bisnis Unpar)