Home / Berita Terkini / UNPAR Kembali Meraih Penghargaan dalam Kompetisi Peradilan Semu Internasional

UNPAR Kembali Meraih Penghargaan dalam Kompetisi Peradilan Semu Internasional

Pada bulan Maret lalu, tim moot court Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar) kembali meraih penghargaan dalam Willem C. Vis (East) International Commercial Arbitration Moot Competition. 

Unapr menyabet penghargaan yang sama selama dua tahun berturut-turut, yaitu Honorable Mention for Best Memorandum on Behalf of Claimant, penghargaan bagi 28 legal memorandum terbaik. Tim Unpar sendiri terdiri dari Evelyn Tanissa (2017), Elisabeth Tania (2017), Jason Sumarauw (2017), Gabriela Angelica (2018), dan Kelly Sean (2018).

Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot Competition merupakan ajang international moot court yang bergengsi dan selalu diikuti oleh berbagai universitas ternama dunia. Ajang ini mengangkat tema tentang arbitrase komersil. Kompetisi yang seharusnya diadakan di Hong Kong pada 22-29 Maret 2020 ini pun harus merubah konsep menjadi virtual rounds karena adanya pandemi COVID-19 sejak Januari 2020.

“Lomba di tahun ini agak berbeda di mana kami harus melakukan oral pleading secara virtual dengan bantuan dari Microsoft teams. Hal ini cukup membuat kami sedih karena seharusnya tim kami berangkat ke Hong Kong,” tutur Jason Sumarauw saat diwawancara secara virtual oleh tim Publikasi.

Menurut Jason juga, meskipun batal berangkat ke Hong Kong, tim UNPAR tetap merasa perlombaan di tahun ini sangat berkesan. Selain berhasil mempertahankan penghargaan selama dua tahun, fakta bahwa penghargaan yang sama juga diperoleh oleh universitas ternama seperti Harvard University dan Singapore Management University. 

Selama persiapan, tim FH Unpar juga didukung dan dibantu oleh berbagai pihak, seperti supervisor, tenaga dosen, dan alumni tim moot court UNPAR yaitu Sherly Xu (FH Unpar ‘17, Vis ‘19), John Lumbantobing, MCIArb. (FH Unpar ’04, Jessup ’07), Theodora Saputri (FH Unpar ’06, Jessup ’10).

Selain tim internal, dukungan dan pelatihan dari tenaga eksternal juga sangat membantu tim UNPAR dalam mempersiapkan kompetisi tersebut. Salah satunya adalah bantuan dari Adnan Kelana Haryanto & Hermanto (AKHH) dalam berbagai sesi latihan di Jakarta.

Melalui Parahyangan International Law Society (PILS), mahasiswa dapat belajar untuk mengaplikasikan teori ilmu hukum ke dalam praktik-praktik peradilan semu internasional, salah satunya pada ajang Willem C. Vis ini.

“Semoga komunitas PILS dapat terus berprestasi dan memberikan kebanggaan kepada UNPAR,” ujar Jason menyampaikan harapannya untuk PILS dan calon tim moot court UNPAR selanjutnya. (AKA/DAN – Divisi Publikasi)