Home / Berita Terkini / Unpar Bersama ALN Berkolaborasi Gelar SEED 2016

Unpar Bersama ALN Berkolaborasi Gelar SEED 2016

Program Studi Manajemen Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan kegiatan SEED (Social Enterprise for Economic Development) 2016. Kegiatan ini akan berlangsung pada 18-30 Juli mendatang bertempat di Kota Bandung dan Desa Rawabogo, Cimahi.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan ASEAN Learning Network (ALN) sebuah organisasi yang beranggotakan guru besar, dosen dan peneliti dari beberapa institusi pendidikan tinggi di Asia Tenggara (Unpar, ITB, ESQ Business School, Ho Chi Min University, dan beberapa perguruan tinggi lainnya. SEED sendiri merupakan program dari ALN yang melibatkan mahasiswa lokal maupun asing untuk belajar dan merasakan berinteraksi dengan lingkungan multi budaya serta mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Peserta dari kegiatan ini meliputi mahasiswa dan pengajar yang tergabung dalam ALN dan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Manajemen Lintas Budaya. Adapun tujuan program SEED dapat diimplementasikan dalam beberapa bidang seperti pendidikan, bisnis, pemerintahan, maupun sosial.

Di bidang pendidikan, dosen dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu (bisnis, manajemen, teknik, bahasa, medis, hukum, ilmu politik, hubungan internasional) diharapkan dapat memahami berbagai topik dan pelaksanaannya. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong inovasi, meningkatkan jiwa kewirausahaan, pelatihan in-house untuk eksekutif, dan menciptakan program-program CSR yang lebih baik dan efektif dalam sektor ekonomi dan dunia bisnis.

Selain itu, SEED berupaya untuk mendukung  sektor pemerintahan dalam menciptakan lapangan kerja serta pelayanan publik yang memadai, meningkatkan jumlah usaha kecil, membangun perumahan, menyusun anggaran belanja pemerintahan yang lebih efisien, dan menciptakan kemitraan yang lebih baik.

Di bidang sosial, program tersebut dapat memberikan pengetahuan dan cakrawala baru dalam kaitannya dengan pelaksanaan program-program seperti pemberantasan kemiskinan, penyediaan akses pendidikan yang lebih baik, pemberian housing, dan program keuangan mikro.

Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa dalam menerapkan ilmu dan pemahaman mengenai manajemen lintas budaya yang didapat selama kegiatan perkuliahan dalam praktiknya di kehidupan bermasyarakat.[]

 

Sumber Berita: Kabar Kampus