Home / Berita Terkini / Unpar Berkompetisi di World Universities Debating Championships

Unpar Berkompetisi di World Universities Debating Championships

Pada 27 Desember 2018 – 7 Januari 2019 yang lalu, dua mahasiswa Unpar yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa Parahyangan English Debate Society Universitas Katolik Parahyangan (PEDS Unpar), Felicia Evelyn Salim (Hubungan Internasional, 2015) dan Axel Oktarino Candra (Teknik Sipil, 2015) bertolak ke Cape Town, Afrika Selatan untuk mengikuti perlombaan World Universities Debating Championship (WUDC) yang diselenggarakan oleh World Universities Debating Council di University of Cape Town, Afrika Selatan. Keikutsertaan Unpar kali ini ialah partisipasi yang kedua kalinya setelah sebelumnya Unpar juga berpartisipasi dalam lomba serupa pada tahun 2017 silam.

Sebelum mengikuti WUDC, ada tahapan yang harus dilewati oleh Tim unpar, yaitu mengikuti kompetisi NUDC tingkat Regional di LL-DIKTI Wilayah IV di bulan Mei dan NUDC tingkat Nasional pada bulan Agustus di Malang.

WUDC kali ini diikuti oleh 264 tim dari berbagai universitas di 53 negara di dunia. Perlombaan dibagi menjadi 2 babak, yaitu babak preliminary dan babak eliminasi. Di babak preliminary, seluruh tim diharuskan untuk berdebat sebanyak 9 ronde untuk mengumpulkan poin. Tim yang berhasil mendapat poin terbanyak berhak melanjutkan ke babak eliminasi, dimana diujung acara akan ditetapkan 1 tim yang berhasil meraih gelar World Champion.

Selama kompetisi berlangsung, tim Unpar dihadapkan dengan tim- tim debat dari Amerika Serikat, Austria, Australia, Brazil, Hong Kong, Israel, Kanada, Korea Selatan, Portugal, Panama, Russia, Spanyol, Tiongkok, serta Sudan. Tim Unpar juga dihadapkan dengan berbagai mosi dan topik untuk didebatkan, seperti Apartheid di Afrika Selatan, feminisme, kebijakan imigrasi, mundurnya pasukan Amerika Serikat dari Suriah, korporat dan start-ups, hingga mosi-mosi berbau filosofi agama, dan peperangan. Satu persatu ronde berhasil dihadapi oleh tim Unpar, meskipun sayangnya tim Unpar masih belum berhasil meraih kemenangan, gelar juara tahun ini diraih oleh tim dari University of Sydney, Australia.

Tim Unpar menyadari bahwa WUDC memanglah suatu kompetisi yang sangat menantang dikarenakan kompetisi tersebut diikuti oleh delegasi yang terbaik dari berbagai negara dan universitas terbaik dunia seperti Harvard, Yale, Oxford, dan Cambridge, sehingga turut berpartisipasi pun sudah menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Unpar.

Hasil yang didapat pada perlombaan kali ini tidak akan menjadi alasan untuk berdiam diri, melainkan menjadi alasan untuk memperbaiki kualitas pendebat tim Unpar agar dapat berkompetisi dengan lebih baik di perlombaan selanjutnya. Refleksi dan evaluasi merupakan bagian penting untuk menghadapi kompetisi yang sama di tahun berikutnya.

Selain tim dari Unpar, perwakilan Indonesia yang lain ialah tim dari Universitas Bina Nusantara, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjajaran. Turut ikut serta pula perwakilan dari Kemenristekdikti RI dan perwakilan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Cape Town yang hadir saat upacara penutupan acara.