Home / Berita Terkini / Unpar Bergerak, Bantu Mahasiswa Menanggulangi Covid-19
Mahasiswa didata oleh Tim Unpar Fights Covid-19 (UFC-19) dalam pembagian sembako pada Jumat (15/5/2020)

Unpar Bergerak, Bantu Mahasiswa Menanggulangi Covid-19

Komunitas akademik Universitas Katolik Parahyangan, khususnya melalui koordinasi yang dilakukan oleh Tim Satuan Tugas Unpar Fights Covid-19 (UFC-19) terus melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi dampak penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Hal ini pun dilakukan dalam menjaga kesejahteraan mahasiswa Unpar di tengah pandemi.

Menyusul himbauan pemerintah untuk tinggal di kediaman masing-masing dan tidak kembali ke daerah asal, banyak mahasiswa Unpar non-domisili Bandung yang tetap tinggal di seputaran kampus. Di antara mereka terdapat mahasiswa penerima beasiswa dari seluruh penjuru Indonesia, mahasiswa internasional, dan rekan-rekan mahasiswa yang dengan sadar tidak meninggalkan Kota Bandung demi mendukung penanggulangan Covid-19.

Unpar menyadari keberadaan rekan-rekan mahasiswa non-domisili Bandung dan telah melakukan pendataan melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Unpar. Pendataan ini menjadi dasar kebijakan Unpar dalam membantu mahasiswa rantau lewat bantuan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing mahasiswa.

Pembagian Sembako

Menjelang Lebaran tepatnya pada Jumat (15/5/2020), Unpar telah membagikan paket sembako bagi mahasiswa non-domisili Bandung yang tinggal di sekitar Unpar. Sebanyak 204 paket disalurkan bagi mahasiswa, ditambah 18 paket khusus bagi mahasiswa Unpar yang beragama Islam untuk kebutuhan berbuka puasa.

Mahasiswa menyambut baik dukungan sembako dari Unpar, seperti yang disampaikan oleh Ayu Pritandya dari BKA Unpar. Apalagi, pandemi Covid-19 mempersulit ruang gerak mahasiswa di luar kediamannya. “Sekitar kampus sudah sangat sepi,” jelas Ayu. “Bahkan untuk pesan makanan pun kadang susah.” Selain itu, alasan kesehatan makanan yang mereka konsumsi, membuat mahasiswa terbantu dengan ketersediaan bahan pokok ini. “Mereka lebih memilih untuk memasak sendiri,” tambahnya.

Pembagian sembako kepada mahasiswa rantau tidak hanya dilakukan melalui pembagian di kampus. Relawan mahasiswa turut bergerak, membantu pendistribusian sembako bagi kawan-kawan sesama mahasiswa rantau. Pada kloter pertama, tujuh belas orang mahasiswa rantau menyumbangkan kembali paket sembako yang mereka terima dari Unpar kepada mahasiswa lain yang lebih membutuhkan. Hal ini tidak lain adalah wujud solidaritas mahasiswa saling membantu di tengah masa-masa sulit.

Adapun bagi mahasiswa internasional, Unpar turut memberikan paket bantuan yang terdiri dari vitamin C, masker kain, sabun cuci tangan, dan hand sanitizer. Pembagian paket dilakukan pada Rabu (20/5/2020) oleh Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) Unpar. Adapun pemilihan isi paket ini didasari oleh rekomendasi para mahasiswa internasional dalam diskusi bersama KIK Unpar pada 14 Mei 2020.

Unpar berencana akan kembali membantu mahasiswa melalui paket sembako pada pertengahan Juni ini. Pembagian sembako tahap kedua akan digelar pada tanggal 10 Juni 2020. Tahap kedua pembagian sembako ditujukan bagi mahasiswa non-domisili Bandung, khususnya bagi yang belum menerima paket sembako pada kegiatan pembagian sembako tahap pertama.

Sebagian dari mahasiswa penerima laptop sebagai sarana penunjang pemelajaran daring dari Unpar

Sarana Penunjang Kuliah Daring

Setelah sebelumnya menyediakan sarana penunjang kuliah daring berupa kuota gratis bagi mahasiswa, Unpar kembali memberikan sarana penunjang pemelajaran untuk mahasiswa yang membutuhkan. Melalui proses pendataan dan wawancara yang baik, BKA Unpar memilih sembilan orang mahasiswa yang tidak memiliki laptop sendiri dan sangat membutuhkan sarana penunjang tersebut untuk mendapatkan bantuan laptop dari Unpar. Momen ini sangat tepat dikala mahasiswa tengah mempersiapkan diri menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) Genap 2019/2020.

Tidak hanya dari pihak universitas, bantuan solidaritas datang dari sesama rekan-rekan mahasiswa. Melalui organisasi kemahasiswaan seperti himpunan mahasiswa di setiap program studi dan persatuan mahasiswa di tingkat universitas, mahasiswa mendata dan memberikan bantuan kepada rekan-rekannya yang membutuhkan sarana pemelajaran daring seperti gawai dan laptop serta akses internet.

Seluruh komunitas akademik Unpar terus bergerak dalam mendukung pemelajaran daring dan kesejahteraan mahasiswa yang mengalami dampak Covid-19. Pemberian bantuan yang sesuai kebutuhan dan tepat sasaran diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa, khususnya yang menetap di sekitar Kampus Unpar, sehingga tetap bisa belajar secara optimal. 

Prinsipnya, Unpar akan menjamin keberlangsungan pemelajaran mahasiswa, sehingga tidak ada mahasiswa Unpar yang tidak dapat menyelesaikan studinya di Unpar dikarenakan Covid-19. (DAN – Divisi Publikasi)