Home / Alumni / Unpar Badminton Competition 2018

Unpar Badminton Competition 2018

Kegiatan kemahasiswaan di luar perkuliahan selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Melepas penat setelah sibuk kuliah dan melakukan segudang aktivitas lainnya, kegiatan olahraga menjadi pilihan tersendiri bagi pencintanya. Seperti, Unpar Badminton Club, salah satu unit kegiatan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UKM Unpar), yang tentunya menjadi wadah bagi penggemar olahraga bulu tangkis maupun para mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di dalamnya.

Unpar Badminton Club baru saja menggelar Unpar Badminton Competition (UBC) 2018, pada 4-11 April di OBC Sport Centre, Ciumbuleuit. Kegiatan ini telah diadakan sejak 2014. UBC merupakan kompetisi badminton yang diperuntukkan bagi seluruh sivitas akademika Unpar, termasuk mahasiswa, dosen, karyawan, pekarya, dan pegawai Unpar lainnya.

Fransiskow Ketua Pelaksana UBC 2018 mengatakan, jumlah peserta UBC tahun ini mencapai lebih dari 50 orang, yang terbagi ke dalam kategori tunggal putra, ganda putra dan putri, serta ganda campuran.

“Kami menggunakan sistem liga, sistem poin, bukan sistem gugur,” terangnya yang ditemui tim Publikasi Unpar di sela pertandingan final UBC, pada Rabu (11/4).

Sistem liga ini, lanjutnya, menghitung jumlah menang-kalah. Satu pasang harus melawan lima pasang tim lainnya. “Seperti klasemen bola,” katanya.

Adapun, kategori Tunggal Putra, Juara 1 dimenangkan oleh Bobby Alexander; Christian Adrien menduduki Juara 2. Untuk Ganda Putra, Juara 1 diraih oleh Christian Adrien dan Kelvin Setiawan; Juara 2 oleh Bobby Alexander dan Ricky Setiadi; dan Juara 3 oleh Albertini Batista dan Ferdiyanto Kurniawan sedangkan kategori Ganda Putri, Juara 1 dimenangkan oleh Frensisca Violin dan Lauryn Ferliyanti; Juara 2 oleh Devina Puspasari dan Putri Pratiwi, dan Juara 3 oleh Evelyn Febrina dan Mutiara Permata. Bobby Alexander dan Putri Pratiwi kembali meraih kemenangan di posisi pertama dalam kategori Ganda Campuran. Di posisi ke-2 Ganda Campuran diraih oleh pasangan Reynard Stephen dan Devina Puspasari, serta Albertini Batista dan Lauryn Ferliyanti di posisi ke-3.

Tujuan diadakan UBC sama seperti invitasi lainnya. Salah satunya, kata Fransiskow, ingin menjaring pemain yang berpotensi dan mendorong mereka untuk mengikuti kompetisi/ajang bulutangkis di tingkat nasional, dan bahkan lebih.

Selama hampir seminggu, UBC berlangsung meriah. Dimulai dengan pembukaan di hari pertama, babak penyisihan, final, hingga grandfinal dan penutupan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong mahasiswa Unpar untuk berani bersaing dalam kompetisi yang lebih besar dan mengharumkan nama Unpar.