Home / Berita Terkini / UKM Taekwondo Unpar Borong Enam Medali di UIN Sunan Gunung Djati Taekwondo Championship III

UKM Taekwondo Unpar Borong Enam Medali di UIN Sunan Gunung Djati Taekwondo Championship III

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berhasil memborong enam medali dalam kejuaraan nasional UIN Sunan Gunung Djati Taekwondo Championship III yang dilaksanakan di Kampus Universitas Islam Negeri Bandung pada awal November lalu. Adapun medali yang berhasil diperoleh oleh UKM Taekwondo Unpar adalah satu medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu.

Sebanyak 1.200 atlet dari lima provinsi di Indonesia bersaing pada kejuaraan tersebut. Unpar menurunkan sembilan atlet Taekwondo-nya, seperti yang dikemukakan oleh Zenitha Zahra selaku wakil ketua UKM Taekwondo dan Hiromi Yuliansyah selaku sekretaris UKM Taekwondo dalam wawancara dengan Tim Publikasi Unpar. Mereka berdua berhasil menyumbangkan dua medali bagi Unpar. 

Sembilan atlet Taekwondo yang berhasil mengharumkan nama Unpar sudah mempersiapkan diri selama dua bulan sebelum pertandingan berlangsung dengan melakukan latihan intensif setiap minggunya. “Kita sebenernya ga matok, yang penting dapet pengalaman,” tutur Zen saat ditanya tentang ekspektasinya. “Karena ada beberapa juga yang baru tanding, dan belum tau kemampuan masing-masing. Ga nyangka juga,” tambah Hiromi.

UKM Taekwondo Unpar sudah berdiri sejak tahun 1986 dan dibentuk sebagai wadah bagi mahasiswa Unpar untuk menyalurkan minat dan bakat yang dimiliki dalam bidang seni bela diri asal Korea ini. Pada tahun 2019 ini ada sekitar 38 anggota yang aktif dalam UKM Taekwondo.

Taekwondo merupakan seni bela diri yang unik dan memiliki perbedaannya tersendiri. “Taekwondo sebenernya bisa dibilang unik karena kebanyakan (seni bela diri lain) seperti Karate lebih banyak menggunakan tangan untuk bela diri. Kalau kita sebenernya lebih banyak di kaki, jadi menarik,” jelas Zen.

Berbeda dengan Zen, Hiromi mengikuti UKM Taekwondo karena ingin mengikuti organisasi di dalam kampus. “Ikut Taekwondo bukan cuma untuk olahraga saja tapi juga untuk ke organisasinya. Karena Taekwondo ini bisa dibilang organisasinya aktif, buat kejuaraan sendiri, tahun depan juga buat kejuaraan lagi,” jawab Hiromi.

Di akhir wawancara, Zen dan Hiromi berpesan kepada para mahasiswa untuk tidak takut jika ingin mencoba dan mengikuti UKM Taekwondo “Jangan takut ikutan, karena sebenernya Taekwondo asik. Cocok juga untuk perempuan yang mau ikutan dan ga bahaya karena pakai body protector. Latihannya ga berat dan akan diajarin teknik-teknik dasarnya juga jadi jangan takut.” tutup Zen dan Hiromi. (YJR/DAN)