Home / Berita Terkini / Tina, mahasiswa BIPA Unpar dari Negeri Tiongkok

Tina, mahasiswa BIPA Unpar dari Negeri Tiongkok

Mempelajari bahasa asing memang bukan perkara mudah. Namun, dengan teknik yang tepat belajar bahasa asing dapat menjadi hal yang menyenangkan. Salah satunya adalah dengan mempelajari bahasa tersebut di tempat asalnya. Hal ini ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia kepada siswa asing melalui Beasiswa Darmasiswa. Sejak tahun 2017, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) lewat program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) turut berpartisipasi sebagai perguruan tinggi tujuan bagi mahasiswa peserta program tersebut.

Agustina atau Tina, mahasiswi asal Republik Rakyat Tiongkok adalah salah satu peserta Darmasiswa yang belajar di BIPA Unpar. Dalam wawancara dengan Tim Publikasi pada Rabu (30/1), ia menceritakan pengalamannya belajar di Unpar sekaligus alasannya mempelajari Bahasa Indonesia.

Tertarik dengan Bandung

Sejak awal, Tina sudah memilih untuk belajar di Kota Kembang. Alasannya sederhana. “Mirip seperti kampung halaman saya,” katanya. Karena dari awal ia hanya memilih Kota Bandung, maka ia memilih perguruan tinggi tujuan di Bandung saja, termasuk Unpar. Pada akhirnya ia mendapat kesempatan untuk belajar di Unpar selama satu tahun periode akademik. Ia mengumpamakan, “Saya memilih Unpar dan Unpar memilih saya.”

Lalu, apa motivasi Tina belajar Bahasa Indonesia? “Pertama, karena di Zhongguo (RRT – red) jarang yang bisa berbahasa Indonesia,” jawabnya. Padahal, lanjutnya, kerja sama pemerintah Indonesia dan Tiongkok kini semakin meningkat. Hal ini mendorong dirinya untuk menguasai Bahasa Indonesia.

Di sisi lain, ia juga tertarik dengan keberagaman yang ada di Indonesia. “Saya juga tertarik dengan kebudayaan Indonesia,” jelasnya. Ia mengatakan bahwa di Indonesia keberagaman terlihat dari banyaknya rupa agama, suku, dan adat istiadat yang ingin ia pelajari. Ia mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang menarik.

Karena keinginannya untuk belajar inilah, maka ia mendaftarkan diri untuk mengikuti Beasiswa Darmasiswa. Ia menjelaskan, “Saya rasa saya perlu datang ke negara ini (Indonesia).” Baginya, belajar langsung ke Indonesia menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa sekaligus belajar kebudayaan Indonesia.

Pengalaman baru

Bagi Tina, pengalaman belajar di Unpar meninggalkan kesan yang mendalam. “Saya tidak tahu bagaimana melukiskan perasaan ini, tapi saya rasa dekat dengan Unpar,” katanya. Ia sendiri merasa betah dengan suasana dan masyarakat Unpar, meskipun ada banyak hal yang berbeda dengan kampung halamannya. Contohnya, mahasiswa Unpar biasa berkumpul dalam kelompok dan memiliki banyak aktivitas kemahasiswaan. Ia pun mengakui, “Saya belum pernah mengalami.”

Lain kota, lain pula budayanya. Tina menceritakan bagaimana ia melihat perbedaan budaya dan masyarakat di Indonesia dan di RRT. “Yang paling berbeda itu pasti transportasinya,” ungkapnya. Di sini, katanya, transportasi umum sangat bebas, sedangkan transportasi di sana lebih tertata. Meskipun begitu, ia sendiri sangat suka jalan-jalan, mengeksplorasi Kota Bandung juga kota-kota lain di Indonesia..

Berkuliah di luar negeri membuka pengalaman baru bagi Tina dan teman-temannya sesama mahasiswa Darmasiswa. Salah satunya, ia berkesempatan untuk mengikuti International Student Conference (ISC) yang diselenggarakan awal Januari lalu. “Itu kesempatan juga challenge, tantangan,” katanya. ISC menjadi tempat baginya untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris dan Indonesia, serta mengenal teman-teman yang menarik dari seluruh dunia.

Secara keseluruhan, Tina sangat menyukai pengalamannya belajar sebagai mahasiswi Darmasiswa di BIPA Unpar. Banyak hal yang ia pelajari dan ia alami selama berada di Kota Bandung. “Ini kesan yang paling mendalam,” tuturnya.

Jadi, apakah Tina ingin kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi? “Pasti mau,” seru Tina penuh semangat.