Home / Alumni / Tim FH Unpar Raih Penghargaan dalam Kompetisi Vis Arbitration Moot di Hong Kong

Tim FH Unpar Raih Penghargaan dalam Kompetisi Vis Arbitration Moot di Hong Kong

Tim moot court Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar) berhasil menorehkan sejarah dengan meraih penghargaan untuk pertama kalinya di kompetisi Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot Competition. Kompetisi tahun ini diadakan di Hong Kong pada 31 Maret – 7 April 2019. Tim FH Unpar terdiri dari Einar Fausta Hertianto (2016), Evelyn Tanissa (2017), Elisabeth Tania (2017), Jason Daniel Edgar (2017), Sherly Xu (2017) serta Team Supervisor Michelle Gracia Susilo (2015).

Kompetisi Vis Moot merupakan salah satu kompetisi moot court paling prestisius di dunia terutama untuk bidang arbitrase komersil. Tahun ini, kompetisi di Hong Kong diikuti oleh 137 universitas dari 33 negara termasuk oleh berbagai universitas ternama seperti Harvard University, Yale University, dan lainnya. Masalah hukum yang menjadi topik tahun ini adalah kejadian Hardship dalam kontrak jual-beli internasional yang disebabkan kenaikan bea masuk yang melonjak drastis, kewenangan majelis arbitrase untuk merevisi harga jual-beli karena Hardship tersebut berdasarkan 1980 United Nations Convention on Contracts for the International Sale of Goods (CISG) dan UNIDROIT Principles on International Commercial Contracts, serta keabsahan bukti yang diperoleh secara ilegal lewat pelanggaran kerahasiaan (non-disclosure agreement) dan peretasan ilegal (illegal hacking).

Pada kompetisi ini, tim FH Unpar meraih penghargaan “Honourable Mention for Best Memorandum on Behalf for the Claimant sebagai tim dengan salah satu gugatan tertulis (written pleadings) terbaik. Tim FH Unpar juga memenangkan 2 dari 4  putaran pertandingan menghadapi tim dari Peking University, School of Transnational Law (RRC), National Taipei University (Taiwan), Latrobe University (Australia) dan National Law University, Delhi (India).

Hasil yang menggembirakan ini sekaligus menjadi dorongan bagi FH Unpar dan Parahyangan International Law Society (PILS), organisasi mahasiswa yang mengoordinasikan persiapan tim moot court internasional Unpar, untuk terus meningkatkan kualitas mahasiswa FH Unpar dan berkompetisi di tingkat global sebagai salah satu fakultas hukum terkemuka di Indonesia.

Ditemui secara terpisah, Tim Publikasi berkesempatan mewawancarai salah satu coach persiapan lomba yakni John Lumbantobing SH,LLM,ACI.Arb dosen FH Unpar.

“Kalo untuk Fakultas Hukum kan kompetisi yang paling bergengsi adalah kompetisi peradilan semu atau moot court. Dan ini adalah kompetisi moot court yang sifatnya internasional. Kompetisi William C. Vis ini, itu kalo untuk moot court, ini kompetisi moot court di bidang arbitrasi komersil atau di bidang hukum komersil yang paling besar dan pretisius di dunia,” ungkap John dosen FH Unpar di bidang Hukum Internasional dan Arbitrasi.

John mengatakan bahwa Unpar telah mengikuti kompetisi William C. Vis sejak 2017. “Unpar udah ikut kompetisi ini sejak tahun 2017. Jadi, ini tahun ketiga. Tahun ini pesertanya ada 139 tim dari puluhan negara,” tambahnya

Tahun ini, tim mahasiswa FH Unpar juga tengah mempersiapkan untuk kompetisi mendatang, yakni Asia Cup dan International Humanitarian Law (IHL) pada November mendatang.

FH Unpar dan PILS mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan pihak-pihak yang telah mendukung tim Vis FH Unpar secara finansial.   

Prestasi ini pun tak pelak merupakan hasil dukungan yang luar biasa dari banyak pihak yang telah memberikan sumbangan pikiran dan waktu untuk membantu persiapan materi hukum tim. Tim Vis FH Unpar dilatih serta mendapatkan arahan dari para dosen Dr. Bayu Seto Hardjowahono, S.H., LL.M, Dr. Ida Susanti, S.H., LL.M., John Lumbantobing, S.H., LL.M., ACIArb. dan Theodora Saputri, S.H., LL.M. FH Unpar dan PILS mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada penasehat eksternal Utama tim Vis, Bpk. Vik Tang dan Ibu Rachita Bhagnani, Foreign Counsels pada firma hukum Hiswara Bunjamin & Tandjung serta penasehat tim Bpk. Hilton King, foreign counsel pada firma hukum Makarim & Taira S.

Tim juga melakukan sesi latihan bersama para alumni moot court internasional Unpar: Bpk. Tyas Hardianto (Ginting & Reksodiputro, FH Unpar ’10), Bpk. Stephanus Kevin Mamusung (Ali Budiardjo Nugroho Reksodiputro, FH Unpar ’12), Ibu Benedicta Frizka (Makarim & Taira S., FH Unpar ’11), Ibu Anastasia Anggita (Makarim & Taira S., FH Unpar ’14) – terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para alumni tersebut. Dirgahayu FH Unpar!

Sumber berita: fh.unpar.ac.id