Home / Berita Terkini / TIM FH UNPAR MERAIH GELAR ‘BEST ORALIST’ PADA KOMPETISI IHL MOOT 2019

TIM FH UNPAR MERAIH GELAR ‘BEST ORALIST’ PADA KOMPETISI IHL MOOT 2019

Tim moot court FH Unpar kembali menyabet penghargaan pada kompetisi 14th International Humanitarian Law Moot Court (IHL Moot) yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) dan International Committee of the Red Cross (ICRC) Indonesia. Tim FH Unpar terdiri dari Theodore Lukas (2017), Christopher Cusan (2017), dan Meita Izzati Prameswari (2018).

Secara khusus, Theodore Lukas memenangkan penghargaan sebagai ‘Best Oralist’ sementara Christopher Cusan menjadi ‘4th Best Oralist’.

IHL Moot pertama kali diadakan oleh Hong Kong Red Cross dan ICRC pada tahun 2003. Mulai dari tahun 2004, IHL Moot mengadakan putaran nasional yang melibatkan lebih dari 100 fakultas hukum dari berbagai negara di Asia-Pasifik untuk memperebutkan tempat di putaran international, termasuk Indonesia.

Kompetisi di bidang Hukum Humaniter Internasional ini merupakan simulasi dari kasus fiksi di hadapan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court). Pada kompetisi tahun 2019, kasus yang digunakan dalam kompetisi terkait dengan tindakan salah satu pihak dalam konflik bersenjata yang memutus pasokan makanan, penyerangan terhadap kendaraan medis ICRC, dan kebijakan ‘take no prisoner’.

Hasil menggembirakan tahun ini melanjutkan keberhasilan Unpar yang menjadi juara umum kompetisi ini tahun lalu. FH Unpar dan Parahyangan International Law Society mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para sponsor dan pihak-pihak yang telah mendukung tim IHL FH Unpar secara finansial maupun dengan sumbangan pikiran dan waktu untuk membantu persiapan materi hukum tim.

Tim FH Unpar tahun ini dilatih serta mendapatkan arahan dari dua dosen FH Unpar, Dyan Sitanggang, S.H., M.H. dan Theodora Saputri, S.H., LL.M serta Kevin Setiadi (2016) sebagai student coach.

FH Unpar dan Parahyangan International Law Society (PILS) mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, terutama penasihat dan pelatih eksternal dari tim IHL Moot: Dr. Hary Elias, Academic Director Temasek Independent School, Mr. Anthony Woolley (Foreign Counsel, Dewi Negara Fachri & Partners in association with Hogan Lovells), Mr Ari Bessendorf (Foreign Counsel, Ginting & Reksodiputro in association with Allen & Overy LLP), Mr Michael Tardif (Foreign Counsel, Ginting & Reksodiputro in association with Allen & Overy LLP), Mr Ico Jalink (Foreign Counsel, Ginting & Reksodiputro in association with Allen & Overy LLP).

Kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada alumni PILS yang terlibat dalam melatih dan mempersiapkan tim: Dimas Prasetyo (PT LOGOS, FH Unpar ’07, IHL ’09, Asia Cup ’08 & ’12, UNWHR MCC ’11), Made Susanti (Makarim & Taira, FH Unpar ’07, Jessup ’11-12), Christoffel Sinambela (Hadiputranto, Hadinoto & Partners, FH Unpar ’00, Jessup ’04 – 06), Adrian Panata (Christian Teo & Partners, FH Unpar ’11, Asia Cup ’15) dan Nadhira Nur Aqila (FH Unpar ’14, Jessup ’16-17).

Dikutip dari laman fh.unpar.ac.id