Home / Berita Terkini / The 3rd ICCE UNPAR 2019: Innovative Product and Process Design in Food, Material, and Energy Sectors

The 3rd ICCE UNPAR 2019: Innovative Product and Process Design in Food, Material, and Energy Sectors

Pada tanggal 28-29 November 2019, Jurusan Teknik Kimia Unpar mengadakan International Conference on Chemical Engineering (ICCE) Unpar yang ke-3 bertajuk “Innovative Product and Process Design in Food, Material, and Energy Sectors“. Seminar yang diadakan 2 hari ini dihadiri oleh peserta dari berbagai negara. Selain itu terdapat 5 orang pembicara utama atau keynote speakers yang membagikan pengetahuan dan pengalamannya di berbagai bidang.

Prof. Dr. F. Picchioni dari University of Groningen, Belanda menyampaikan keynote lecture terkait sustainable polymer materials. Sustainable disini dapat dimaknai dengan pergeseran bahan baku dari turunan minyak bumi menjadi bahan alam, serta material yang dapat digunakan kembali dengan kegunaan yang sama (cradle to cradle). Prof. Picchioni kemudian mencontohkan berbagai teknologi terkait pemanfaatan gula sebagai monomer untuk membuat berbagai material polimer. 

Lebih lanjut dipaparkan pemanfaatan reaksi Diels-Alder untuk mensintesis material polimer reversibel. Selain itu disampaikan pula tantangan pengembangan ke depan, selain material yang hijau, dibutuhkan pula proses yang hijau pula, sehingga material tersebut memiliki jejak karbon yang rendah, selain memperhatikan faktor ekonominya.

Abun Lie dari PT. Ecogreen Oleochemicals menyampaikan keynote lecture mengenai potensi pemanfaatan produk turunan sawit. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa tanaman sawit merupakan tanaman yang produktif dibandingkan berbagai tanaman produsen minyak lainnya. Selain itu terdapat keunggulan pada komposisi kandungan C16 yang tinggi pada minyak sawit. 

Minyak sawit lebih lanjut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai produk turunan, antara lain untuk keperluan pangan, bahan bakar, kosmetik, dan bahan kimia. Dibahas pula berbagai keunggulan minyak sawit baik dari sisi bahan baku, teknologi pengolahan, dan keekonomiannya.

Prof. Dr. Yaya Rukayadi dari Universiti Putra Malaysia, menyampaikan plenary lecture terkait pemanfaatan bahan alam, terutama tanaman obat-obatan sebagai bahan pangan fungsional, pharmaceuticals, nutraceuticals, dll. Prof Yaya menyampaikan awal mula rangkaian riset yang dilakukannya berakar pada banyak kearifan lokal yang memanfaatkan berbagai tanaman obat untuk pengobatan alami. 

Kandungan senyawa fitokimia di dalam tumbuhan yang menjadi fokus utama untuk diisolasi. Isolat tersebut yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi. Beberapa contoh tanaman obat yang dibahas mendalam adalah temulawak, temukunci, daun salam, daun kenikir, dan lada jawa yang berpotensi untuk berbagai aplikasi karena sifatnya yang antikanker, antimikroba, antiaging, antidiabetes, dan sebagainya. Berdasarkan sifatnya tersebut banyak produk turunan yang dapat dibuat, seperti kosmetik, pasta gigi, pangan, dsb.

Hendro Gunawan, MSc. selaku Deputi Direktur ESDM mempresentasikan arah kembang kebijakan pemerintah Indonesia terhadap energi baru dan terbarukan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menggantikan energi konvensional, dimulai dari pemetaan potensi energi alternatif, penerapan teknologi baik skala menengah maupun besar, serta merumuskan berbagai kebijakan untuk mendukung substitusi bahan bakar fosil ke bahan bakar terbarukan.

Prof. Dr. H J Heeres, dari University of Groningen menyampaikan keynote lecture terkait valorisasi gliserol menjadi berbagai bahan kimia dengan katalis, dan secara khusus aplikasinya sebagai bioplastik. Prof. Heeres memberikankan penekanan pada potensi masalah yang besar pada penggunaan plastik saat ini yang berasal dari turunan minyak bumi, yang selain tidak terbarukan, juga tidak dapat terurai di lingkungan. 

Gliserol sebagai bahan baku diperoleh sebagai produk samping pembuatan biodiesel yang berasal dari minyak tumbuhan. Gliserol dapat diolah menjadi asam laktat yang digunakan dalam sintesis poli-asam laktat. Rute lain yang dapat ditempuh adalah sintesis senyawa aromatik (BTX), yang merupakan monomer untuk sintesis berbagai polimer. Paparan ini membahas pula strategi pengembangan katalis secara mendetail untuk memperoleh konversi dan selektivitas yang optimal. 

Kegiatan ini mengundang lebih dari 50 pemakalah yang mempresentasikan hasil penelitiannya di bidang rekayasa proses, teknologi produk, pangan, dan bioteknologi, serta material. Seminar internasional ini diharapkan dapat menjadi forum ideal untuk saling berbagi perkembangan keilmuan terkini di bidang teknik kimia. (/DAN)