Home / Berita Terkini / Telah Wafat Dua Tenaga Pengajar Fakultas Teknik Unpar
Acara penghormatan terakhir Ir. Albert Kartahardja

Telah Wafat Dua Tenaga Pengajar Fakultas Teknik Unpar

Acara penghormatan terakhir Prof. Djoko Soelarnosidji
Acara penghormatan terakhir Prof. Djoko Soelarnosidji

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berduka atas kepulangan dua orang tenaga pengajar terkasih Fakultas Teknik (FT), yakni seorang Guru Besar Geoteknik Prof. Dr. Ir. Djoko Soelarnosidji, MCE dan salah satu pendiri FT Unpar Ir. Albert Kartahardja.

Prof. Djoko wafat pada Senin (27/3) lalu pukul 15.00 WIB di kediamannya pada usia 74 tahun. Unpar menyelenggarakan penghormatan terakhir pada Kamis (30/3) pagi pukul 09.00 WIB di Lobby Rektorat Unpar sebelum jenazah dikremasikan di Krematorium Cikadut pada 11.00 WIB.

Wakil Dekan I Program Studi Teknik Sipil Budijanto Widjaja, Ph.D. menyebutkan semasa hidupnya, Guru Besar pertama Teknik Sipil Unpar itu dikenal sebagai pribadi yang peduli dengan keberlangsungan Unpar, hidup sederhana, tidak memandang status seseorang, dan baik hati.

“Yang paling saya ingat adalah beliau suka memberi nasihat kayak seorang bapak, guru lah. Beliau pernah mengajar saya juga. Beliau saking pintarnya, saya pribadi merasa sedikit puyeng. Saking advance-nya, saya enggak bisa mengikuti. Pintar. Beliau sangat pintar sekali, terutama program Dinamika Tanah,” katanya.

Ditemui di ruangannya, Budianto menceritakan berbagai prestasi Guru Besar itu. Tidak hanya merupakan Profesor Geoteknik pertama di Indonesia, juga Doktor Geoteknik. Topik pengembangan studinya adalah Dinamika Tanah. Adapun, penelitan besarnya bersama Irawan pada tahun 1994, yakni korelasi antara sondir dengan properti tanah di Indonesia. Penelitian itu memberi pengaruh yang cukup besar pada bidang geoteknik di Indonesia.

FT kehilangan satu dosen lagi pada Sabtu (1/4) pukul 02.00 WIB, Ir. Albert Kartahardja atau Liem Siang Hok pada usia 89 tahun. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka St. Borromeus, Jalan Suryakencana No. 4. Sebelum dikremasikan di Krematorium Cikadut (3/4) pukul 10.00 WIB, Unpar melaksanakan misa pelepasan di Lobby Rektorat Unpar.

Salah satu dosen FT Unpar F.X. Budiwidodo Pangarso mengungkapkan dukanya atas kepergian Alm. Ir. Albert pada Senin (3/4),

“Sampai saat ini  masih ingat yang Bapak sampaikan kepada saya sekitar tahun 1977, saat saya jadi mahasiswa Bapak, “Ayo Bud, walau tangan kananmu belum bisa dipakai menulis dan menggambar lagi, kerjakan ujian ini dengan tangan kirimu, di meja kerja saya, sampai semua soal kamu anggap selesai dijawab. Sebagai calon dosen tidak boleh patah semangat.”

Budiwidodo menuliskan, pada saat itu Ir. Albert merupakan dosen Merencana Kota sekaligus Kepala Seksi Urusan Akademik FT. Mikul Duwur Mendem Jero, tambahnya, sebuah peribahasa Jawa yang memiliki makna supaya menjunjung tinggi derajat dan harkat-martabat keluarga atau orang tua. Ia mengharapkan warga FT dapat mengapresiasi karya-karya yang sudah dibuat oleh kedua tenaga pengajar hebat untuk mengharumkan nama Unpar.