Home / Alumni / Teknik Sipil Unpar, Kata Mereka

Teknik Sipil Unpar, Kata Mereka

Tim Publikasi berkesempatan mengunjungi Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (HMPSTS Unpar) yang berlokasi di gedung PPAG Unpar, pada Rabu (28/11/2018).

Berikut testimoni beberapa teman-teman HMPSTS tentang cerita singkat mereka selama belajar di Teknik Sipil Unpar, berorganisasi, serta pengalaman terjun ke masyarakat.

Evan Christopher Niti Putra

(Ketua Himpunan)

“Senengnya di sini (himpunan) pasti punya koneksi jadi lebih banyak. Terus, lebih bisa ngobrol-ngobrol sama banyak orang. Terutama di PM (Persatuan Mahasiswa) Unpar sendiri. Bisa tau himpunan lain seperti apa. Pandangannya juga (jadi) lebih luas. Bener-bener belajar berorganisasi dan me-manage waktu yang ga didapetin di kuliah. Ini tantangan baru.”

“Sisa setengah periode lagi, harapannya, kita bisa belajar dari sebelum-sebelumnya seperti apa supaya (kesalahan-kesalahan yang ada) ga keulang lagi. Mind-set-nya lebih totalitas aja ke depan seperti apa. Lakuin yang terbaik.”

Farrell Wiguna

(Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan)

“Jadi, kalo di Teknik Sipil Unpar sendiri kita punya kelebihan, yang menurut saya di jurusan kami ini banyak banget dosen-dosen yang terkenal satu Indonesia. Mereka namanya baik banget bahkan sampe di (tingkat) internasional. Di Unpar itu, salah satu dosennya adalah Prof. Paulus Pramono. Beliau itu betul-betul terkenal banget satu Indonesia. Bahkan beliau deket sama mahasiswa. Memang sih yang mau bimbingan (skripsi) sama beliau tuh rebutan. Tapi, di sini kami punya kesempatan bertemu dengan beliau, sosok yang sangat hebat ini. Menurut saya, itu bisa jadi alasan yang cukup kuat untuk mahasiswa baru memilih Unpar, terutama Teknik Sipil-nya. Kami juga punya Ikatan Alumni Teknik Sipil (IATS) yang cukup erat dengan himpunan kami.”

Gregorio Ivan Avikarasyihawan

(Ketua Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa)

“Kita (himpunan) lebih mewadahi temen-temen mahasiswa itu butuhnya apa. Pada akhirnya mereka yang menentukan. Kita berkembang bersama-sama… Karena pada dasarnya yang membuat orang itu bergerak cuma dua hal, karena mau dan butuh.”

“Kalo kita (mahasiswa) belum tau apa yang kita mau dan apa yang kita butuh, coba mulai dicari apa yang sebenernya kita mau dan butuhin untuk bertahan (di dunia kuliah). Mulai dari mau dan butuh, kita bisa berkembang. Misalnya, sesimpel (saya) mau jadi staf himpunan.”

Nicholas Gabrielle Asali

(Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat)

“Kami berinteraksi sama orang-orang yang beragam. Cara menanggapi orang yang satu dengan orang yang lain berbeda. Selama satu semester ini jujur saya rasakan cukup berat sebenernya untuk menjalankan itu (organisasi). Saya berusaha menanamkan mind-set di sini kalo kita sama-sama belajar.”

“Kami (mahasiswa) di sini berhimpun karena kami mau… Untuk bertahan, cobalah cari apa yang mau kamu cari di sini. Apa yang mau kamu dapetin di Teknik Sipil Unpar. Kita jadi punya spirit buat bertahan dan berkembang di sini.”

Jessica Santika

(Staf Badan Kebendaharaan)

“Perempuan bukan jadi hambatan untuk belajar di Teknik Sipil. Di sini (Teknik Sipil) juga waktu masuk diingetin untuk selalu bareng-bareng. Sebenernya kalo ada kesusahan ngerjain tugas, pasti saling bantu gitu. Jadi, engga ngerasa sendiri aja. Tapi, lebih ke saling semangatin kalo di sini.”

“Kebanyakan (saya) lebih suka organisasi. Soalnya, kita kan belajarnya tentang (hal-hal) lapangan banget. Sedangkan kita juga butuh bersosialisasi (di luar kelas). Organisasi lebih seru. Apalagi bareng temen-temen seangkatan.”

Fransiskow

(Staf Departemen Pengabdian Masyarakat)

“Saya orangnya suka berinteraksi. Saya suka ngumpul bareng dan ngerjain sesuatu bareng. Sebenernya himpunan sebuah tempat yang cocok untuk berhimpun. Makanya, saya masuk himpunan dan berpartisipasi secara maksimal. Di sini (himpunan) saya lebih tertarik ke pengabdian masyarakatnya.”

“Kita ada mata kuliah khusus, namanya kerja praktik (KP). Kita ikut serta dalam proyek-proyek. Untuk magang sendiri, sekarang dari Departemen Ketenagakerjaan (HMPSTS) sediakan program-program magang. Kerja sama juga sama IATS. (Program) magang sangat sangat bagus. Kita bakalan dapet pengalaman. Sangat berbeda rasanya saat kita berada di lapangan.”