Home / Calon Mahasiswa / Teknik Mekatronika Universitas Katolik Parahyangan Menuju Revolusi Industri 4.0

Teknik Mekatronika Universitas Katolik Parahyangan Menuju Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 merupakan topik yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat baik itu oleh masyarakat awam, akademisi bahkan pemerintah. Secara singkat, revolusi industri generasi keempat ini merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data dalam dunia industri. Industri 4.0 mencakup sistem cyber physical, internet of things, dan cloud computing. Dampaknya pun mulai terlihat diantaranya sistem gerbang tol otomatis yang sudah diberlakukan di seluruh tol di Indonesia mulai bulan Oktober 2017 yang lalu.  Ada yang melihat revolusi ini sebagai ancaman, dimana tenaga manusia semakin tidak dibutuhkan, namun ada juga yang melihatnya sebagai peluang dimana akan muncul jenis pekerjaan yang baru. Lantas, bagaimanakah kita harus bersikap?

Perkembangan zaman merupakan hal yang tidak dapat terhindarkan. Teknologi bersifat autocatalytic, dimana ia mempercepat dirinya sendiri. Satu temuan di bidang sains akan berdampak pada temuan-temuan lainnya di dunia teknik sehingga dapat digunakan secara praktis dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, kita harus siap dalam menghadapi perkembangan teknologi salah satunya adalah revolusi industri 4.0.

Revolusi industri 4.0 memadukan sistem fisis seperti mesin, elektronika, teknik kendali serta informatika. Sebagai contoh sistem smart home pada garasi mobil. Pemilik rumah dapat mengendalikan garasi mobil dari smart phone yang dimilikinya. Sehingga bisa dikatakan bahwa untuk mempersiapkan diri menuju Industri 4.0, seseorang harus memiliki kemampuan dalam bidang yang multi disiplin.

Untuk menjawab perkembangan revolusi industri 4.0 ini, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memiliki Program Studi Teknik Elektro dengan kekhususan Mekatronika yang berada di Fakultas Teknologi Industri (FTI). Program studi ini lahir pada 31 Maret 2015 dan pada bulan Mei 2018, program studi ini telah meraih akreditasi B.

Berdasarkan hasil Musyawarah Nasional Mekatronika yang diadakan di Bandung 28 Juli 2006, Komunitas Mekatronika Indonesia merekomendasikan definisi Mekatronika sebagai berikut:

Mekatronika adalah sinergis IPTEK teknik mesin, teknik elektronika, teknik informatika dan teknik pengaturan (atau teknik kendali) untuk merancang, membuat atau memproduksi, mengoperasikan dan memelihara sebuah sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Dengan melihat definisi ini, sangat jelas bahwa keilmuan mekatronika mempersiapkan kita untuk menghadapi revolusi industri 4.0 dengan mengintegrasikan teknik mesin, elektronika, informatika dan teknik kendali.  

Di Teknik Mekatronika Unpar, mahasiswa akan belajar sebanyak 46% mata kuliah yang berhubungan dengan elektronika, 26% mata kuliah yang berhubungan dengan mesin, 21% teknik kendali dan 7% teknik informatika. Dengan belajar di Teknik Mekatronika Unpar, mahasiswa akan banyak membuat project yang berhubungan dengan mata kuliah, kegiatan kemahasiswaan serta tentunya kerja praktik dan tugas akhir. Di mata kuliah sistem sensor pada tahun akademik 2016/2017 misalnya, mahasiswa secara berkelompok membuat project dengan tema smart city. Beberapa kelompok membuat sistem parkir cerdas, gerbang tol otomatis berbasis kamera, pengelolaan sampah yang cerdas serta sistem cerdas untuk mengelola sumber daya air perkotaan.

Karena bidang ini merupakan bidang yang multidisiplin, maka seorang lulusan Teknik Mekatronika dapat bekerja di pekerjaan yang melibatkan keilmuan elektro, mesin, teknik kendali dan informatika. Seorang lulusan Teknik Mekatronika juga dapat bekerja di industri manufaktur, jasa konsultan dan wirausaha berbasis teknologi (technopreneur)

Di bidang kemahasiswaan, Teknik Mekatronika telah mengikuti lomba bergengsi yang diadakan oleh Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendididikan Tinggi yakni Kontes Robot Indonesia. Tim yang diberi nama ParaTronics (Parahyangan Mechatronics) ini telah mencapai babak 8 besar. Suatu pencapaian yang sangat baik mengingat program studi ini baru berusia tiga tahun.

Di usianya yang masih terbilang muda, Teknik Mekatronika Unpar memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan revolusi industri 4.0 dengan mempersiapkan para mahasiswanya melalui kegiatan pembelajaran, kemahasiswaan dan pengabdian masyarakat. Selain itu, Teknik Mekatronika Unpar juga diharapkan dapat menjadi pioner dari keilmuan Mekantronika di Indonesia.

Penulis:

Dr. Christian Fredy Naa

Dosen Teknik Elektro Konsentrasi Mekatronika