Home / Calon Mahasiswa / Teknik Mekatronika?? Siapa Takut!

Teknik Mekatronika?? Siapa Takut!

Mekatronika adalah singkatan dari mekanika, elektronika, dan informatika. Wahh.. dari singkatannya saja sudah terdengar mengerikan, bagaimana menjalaninya dalam perkuliahan? Tenang.. Teknik Mekatronika tidak semenyeramkan seperti yang kamu bayangkan kok. Buktinya kami mahasiswa angkatan pertama (2015) masih bertahan sampai sekarang, malah semakin betah. Memang, jurusan ini masih terdengar asing di tengah masyarakat, namun ternyata jurusan ini sangat menjanjikan. Lulusan Mekatronika banyak dicari perusahaan karena merupakan paket lengkap dari tiga disiplin ilmu yang sangat vital dalam dunia industri. Selain itu, kesempatan untuk menjadi dosen juga sangat besar karena jurusan ini terbilang masih sedikit di Indonesia.

Selama perkuliahan, tentunya tidak asik jika hanya duduk mendengarkan dosen mengajar di kelas, maka jurusan ini menawarkan berbagai praktikum yang menolong mahasiswa  supaya memiliki gambaran ketika sudah bekerja nanti di dunia industri. Selain praktikum, juga terdapat tugas akhir pada beberapa mata kuliah yang mana mahasiswa diminta membuat sebuah alat yang merupakan aplikasi dari ilmu mekatronika. Jadi, pasti setiap orang akan belajar merancang bentuk mekanik alat tersebut, merancang sistem elektronikanya, sampai pemrograman sehingga alat tersebut dapat bekerja sesuai keinginan. Keuntungan mempelajari mekatronika adalah bisa membuat suatu alat tanpa kekurangan salah satu ilmu karena ketiga ilmu dalam mekatronika sudah sangat lengkap. Kalau kamu memiliki cita-cita bekerja di perusahaan manufaktur, jurusan ini sangat tepat buat kamu! “Tapi kan sulit?”. Semua ilmu pasti ada kesulitannya tersendiri, tapi dengan kuliah di Teknik Mekatronika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), kesulitan itu dapat teratasi karena penyampaian materi dosen yang asik dan menyenangkan.

Mekatronika Unpar sampai saat ini memiliki 9 dosen dan memiliki ruangan khusus dosen Mekatronika di lantai 2 Gedung 10 sehingga mahasiswa Mekatronika dapat bertanya jika masih ada materi yang kurang jelas di kelas. Semua dosen sangat terbuka akan pertanyaan maupun pendapat para mahasiswa mengenai materi yang disampaikan. Cara penyampaiannya pun serius tapi santai. Di kelas kami lebih sering berdiskusi, proses belajar terjadi dua arah, antara mahasiswa dan dosen. Selain dosen yang asik dan sangat terbuka terhadap pendapat para mahasiswa, yang membuat semakin betah kuliah di Mekatronika adalah teman-teman. Karena jurusan ini baru tiga tahun lalu berdiri, mahasiswanya belum terlalu banyak sehingga rasa kekeluargaan masih sangat kental antara dosen dengan mahasiswa maupun antarmahasiswa itu sendiri.

Selain itu, walaupun jurusan baru, di tahun 2016 kami sudah memiliki Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Mekatronika (HMPSTEM) namun masih percobaan. Kami dibimbing langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FTI. Di tahun 2017, kami sudah memiliki himpunan yang sah di bawah PM (Persatuan Mahasiswa) Unpar. Jadi, kepengurusan HMPSTEM periode 2016/2017 dan 2017/2018 diisi oleh angkatan 2015 yang menjabat selama dua tahun, diketuai oleh Kevin Sagita. Walaupun di tahun kedua kepengurusan ada sedikit perubahan dalam organigram.

Dengan adanya himpunan ini, semua mahasiswa Mekatronika memperoleh hak yang sama untuk mengembangkan soft-skillnya dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh himpunan, entah menjadi pengurus, ataupun panitia dalam berbagai acara. Jurusan ini juga mendukung mahasiswanya untuk aktif tidak hanya di jurusan tetapi juga di tingkat fakultas, universitas, maupun di tengah masyarakat. Salah satu program himpunan yang diselenggarakan setiap tahun untuk memperkenalkan jurusan Mekatronika pada masyarakat adalah Mechatronics Robotics Competition (MRC). Acara ini ditujukan untuk siswa-siswi SMA yang tertarik di bidang robotika. Tidak hanya berkompetisi, ada juga seminar tentang bagaimana cara membuat robot. Kegiatan ini diadakan di luar kampus Unpar supaya masyarakat dapat mengenal jurusan ini.

Selain MRC, HMPSTEM juga menawarkan berbagai kegiatan himpunan dengan tujuan semakin mempererat hubungan kekeluargaan di antara mahasiswa maupun dosen misalnya kegiatan Klub Robotika, Amazing Race, Bakti Sosial, Gathering Teknik Elektro (GaTE) yang diselenggarakan setiap tahun oleh mahasiswa baru, dan juga ada BBM (Belajar Bareng Mekatronika). Nah, BBM ini biasanya diadakan satu minggu sebelum pekan UAS. Kami berkumpul dalam satu kelas untuk membahas salah satu materi mata kuliah yang menurut kami sulit dimengerti. BBM ini diadakan oleh kami, dari kami, dan oleh kami. Ada satu orang yang akan mengajar, orang ini biasanya lebih mengerti dibandingkan yang lain. Intinya, kami saling membantu dan membentuk kelompok belajar bersama membahas materi yang sulit. Selain itu, juga ada studi pabrik yang diadakan di akhir semester 6 yang mana kami mengunjungi beberapa perusahaan manufaktur yang mengaplikasikan ilmu mekatronika. Tahun ini, kami pertama kali mengadakan kegiatan tersebut untuk angkatan 2015. Kami mengunjungi PT Mitsubishi dan PT Microsoft Indonesia. Kami juga aktif mengikuti kegiatan fakultas maupun universitas seperti Kumpul FTI, Porseni FTI, SIAP FTI maupun SIAP Gabungan (Universitas), dan masih banyak lagi. Mahasiswa juga diminta aktif dalam kepengurusan MPM dan LKM.

Selain kegiatan himpunan, banyak juga kegiatan yang bisa diikuti misalnya P3M (Program Pendidikan Pengabdian kepada Masyarakat) yang diadakan selama satu bulan di sebuah Desa di Kabupaten Bandung ataupun di sekitar Jawa Barat yang memerlukan bantuan bukan dalam bentuk materi, tapi dalam bentuk edukasi. Edukasi di sini bentuknya bukan pengajaran, tapi lebih membantu mereka untuk menyadari masalah-masalah yang terjadi di desa mereka dan membantu menyelesaikannya. Awalnya saya ragu mengikuti kegiatan ini, tapi ternyata setelah menjalaninya malah jadi ketagihan. Di sini saya bisa melaksanakan sesanti Unpar: “Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti” yang berarti “Berdasarkan Ketuhanan Menuntut Ilmu untuk Dibaktikan Kepada Masyarakat”. Karena, ketika lulus nanti, kalau kita ingin mengabdikan ilmu untuk masyarakat, kita harus terlebih dahulu mengenal masyarakat kita. Apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka keluhkan. Dalam P3M ini kita bisa lebih mengenal masyarakat di mana kita akan mengabdikan ilmu kita untuk mereka.

Lalu, saya juga aktif menjadi asisten gladi Lembaga Pengembangan Humaniora Unpar, di antaranya menjadi asisten Gladi Spiritual, Intelektual dan Kreativitas, Kepribadian, dan juga Sosial Budaya. Selama saya menjadi asisten, saya belajar banyak tentang softskill yang tidak saya pelajari di kelas. Sebenarnya Unpar menawarkan banyak sekali kegiatan atau program yang dapat mengembangkan keterampilan mahasiswanya supaya siap bekerja ketika sudah lulus nanti. Namun, kembali ke diri mahasiswa itu sendiri, apakah ingin berkembang atau hanya menjadi mahasiswa yang kupu-kupu (Kuliah-pulang-kuliah-pulang) tanpa mendapatkan suatu bekal untuk di dunia kerja.

Unpar juga menawarkan banyak sekali program beasiswa. Di antaranya beasiswa kepemimpinan jika kamu aktif sebagai ketua himpunan, beasiswa akademik, non-akademik, dan dharmasiswa. Saya adalah salah satu penerima beasiswa tersebut, dan saya sangat merasa terbantu dengan beasiswa yang saya terima. Apalagi cara mendaftar beasiswa Unpar ini cukup mudah. Semua berkas dimasukkan ke fakultas, lalu akan diseleksi oleh fakultas dan akan diumumkan siapa saja yang berhak menerima beasiswa oleh pihak rektorat.

Untuk informasi yang lebih lengkap bisa dilihat di website bka.unpar.ac.id. Selain itu, ada banyak program beasiswa yang ditawarkan oleh beberapa perusahaan besar seperti PT Astra International, Tbk., Orang Tua Group, Beasiswa Djarum, dll. yang selain memberikan bantuan dana juga memberikan program pengembangan diri bagi para penerima beasiswa. Ada yang menawarkan ikatan dinas, ada juga yang tidak. Kita bisa bebas memilih beasiswa apa yang cocok untuk pengembangan diri kita.

Penulis:

Laurensia Bertha (Mahasiswi Teknik Elektro Konsentrasi Mekatronika 2015/ Sekretaris HMPSTEM 16/17-17/18)