Home / Berita Utama / Hadapi Tantangan Global Menuju World Class University
World Class University

Hadapi Tantangan Global Menuju World Class University

Internasionalisasi dalam pendidikan tinggi berkaitan dengan upaya sebuah universitas menuju World Class University. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinamis mendorong lembaga pendidikan tinggi untuk selalu siap dan gesit dalam menghadapi tantangan global saat ini. Tentu saja, setiap universitas memiliki visi terkait hal tersebut, tidak terkecuali Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).

Beragam upaya internasionalisasi dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama internasional melalui kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, faculty dan staff mobility program, membuka program pendidikan internasional, dan lain-lain.

Internasionalisasi

Dr. Ida Susanti, dosen Fakultas Hukum Unpar yang juga merupakan salah satu inisiator dan program officer Unpar untuk International Student Conference on Global Citizenship membagikan pandangannya mengenai internasionalisasi dalam pendidikan tinggi.

Menurut ida, diperlukan sejumlah program kegiatan yang dilaksanakan pada beberapa level untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Adapun level-level itu dapat bersifat organisasional-formal dan organisasional-informal.

Di level organisasional-formal, upaya internasionalisasi diwujudkan dalam bentuk kerja sama antar-institusi. Misalnya melalui joint degree, program pertukaran pelajar, partisipasi mahasiswa dalam konferensi internasional, semester based program yang bersifat internasional, pertukaran dosen dan tenaga kependidikan melalui dukungan formal dari universitas, dan lainnya.

Di Unpar, semester based program dilakukan dengan mengundang mahasiswa-mahasiswa asing untuk belajar selama satu semester (seperti dalam program ACICIS, ACUCA SMS Program, atau kerjasama bilateral dengan mitra Unpar seperti Viadrina University, Jerman).

Unpar menjadi salah satu host dalam program pemerintah yaitu Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Hal ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada mereka (mahasiswa asing) untuk mengenal Unpar lebih dalam, tetapi juga bagi mahasiswa Unpar akan menjadi pengalaman baru dapat menikmati suasana pembelajaran yang lebih bersifat internasional.

Kemudian di level organisasional-informal, lanjut Ida, upaya ini dapat direalisasikan dalam bentuk pemanfaatan jalur-jalur kerja sama personal yang telah dimiliki oleh dosen, misalnya melalui penelitian dan publikasi bersama.

Selanjutnya, internasionalisasi dapat dilakukan juga oleh masing-masing fakultas atau program studi. Dalam implementasinya, upaya internasionalisasi di level ini dapat mencakup faculty mobility program, faculty colloquium, joint activities, joint research, joint publication, dan lainnya. Pada level ini, universitas mendorong para dosen untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam proses belajar-mengajar. Tentu saja, hal ini menjadi sebuah upaya dalam menerapkan salah satu nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran.

Selanjutnya, upaya internasionalisasi di level staf universitas. Ida menuturkan bahwa level ini menjadi concern lainnya yang sangat perlu diwujudkan untuk meningkatkan kapasitas para staf universitas dengan mempelajari bagaimana tata kelola universitas dari sudut pandang berbeda. Hal tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang bersifat strategis, misalnya melakukan program shadowing di universitas lain, yang dilakukan oleh staf Unpar di bidang tertentu.

Di lingkup mahasiswa, sejak 2013 Unpar rutin menyelenggarakan International Student Conference (ISC) setiap tahun. Hingga 2017, peserta ISC telah melibatkan lebih dari 50 negara.

ISC mengambil tema yang sangat fundamental terutama mengenai global citizenship. Dalam konferensi ini, para peserta mendiskusikan berbagai isu global yang sedang populer pada saat tertentu yang diharapkan hal tersebut menjadi ciri khas dan kontribusi Unpar dalam memikirkan dan mencari solusi atas masalah global yang sedang terjadi. Kegiatan ini selain untuk mengenalkan Unpar ke dunia internasional, untuk memberikan opportunity kepada mahasiswa Unpar dari beragam latar belakang bidang pembelajaran untuk bersama-sama melakukan kegiatan lintas disiplin ilmu.

Link & Match: Lembaga Internasional

Ida mengatakan bahwa sebuah universitas telah sampai di level tertinggi dalam mendukung internasionalisasi institusi jika dapat melakukan link & match dengan lembaga-lembaga internasional.

Sebagai contoh, Unpar memiliki sebuah konsentrasi bidang ilmu Teknik Sumber Daya Air. Diharapkan, lanjutnya, melalui program ini Unpar nantinya dapat berkolaborasi dengan lembaga donor atau perusahaan internasional yang juga bergerak di bidang tersebut untuk melakukan kerjasama yang aplikatif guna menjawab kebutuhan atau menyelesaikan masalah di dalam masyarakat.

Dalam pengembangan upaya internasionalisasi, saat ini Unpar diharapkan dapat berfokus pada pelaksanaan program di level faculty maupun staff mobility program. Unpar diharapkan pula dapat menginisiasi atau mencari network yang dapat mengakomodasi terlaksananya kedua program tersebut dalam kerja sama yang dilakukan secara institusional.

 

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 8 Agustus 2017)