Tantangan Bersama Menanggulangi Food Waste

Pada hari Senin (15/2/2021) Konsorsium Program Erasmus+ Uni Eropa menyelenggarakan seminar daring yang mengangkat tema food waste, sekaligus meluncurkan Program IN2FOOD di Indonesia.  Seminar daring yang dikoordinasi oleh Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) selaku tuan rumah tersebut merupakan bagian dari Introducing Social Entrepreneurship in Indonesian Higher Education (INSPIRE), sebuah hibah konsorsium berbentuk capacity building di Indonesia. 

Seminar bertajuk “Resolving a Societal Challenge: Interdisciplinary Approach Towards Fostering Collaborative Innovation in Food Waste Managementmerupakan kolaborasi dengan delapan universitas. Kedelapan universitas tersebut adalah Unpar, Ghent University, Hotelschool The Hague (HTH), Tampere University (TAU), Universitas Bina Nusantara (BINUS), Universitas Ma Chung (UMC), Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), dan Universitas Prasetiya Mulya (UPM). Seluruh universitas tersebut nantinya akan menyelenggarakan kurikulum lintas disiplin untuk berkontribusi pada manajemen limbah makanan.

Indonesia dalam Isu Limbah Makanan

Isu food waste dipilih karena isu tersebut merupakan salah satu isu yang dihadapi oleh masyarakat dunia. Sebanyak 1/3  jumlah makanan di dunia berakhir sebagai limbah. Hal ini bertolak belakang dengan demand terhadap makanan di berbagai belahan dunia. Terlebih lagi, Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, juga merupakan penyumbang terbesar kedua limbah makanan.

Dikutip melalui The Economist Intelligence Unit, Indonesia menempati posisi kedua sebagai produsen limbah makanan. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Aloe Dohong, mengungkapkan bahwa sebanyak 44% limbah di Indonesia berasal dari sisa-sisa makanan. 

Pemerintah Indonesia telah berusaha untuk mengurangi angka tersebut dan memperbaiki sistem pembuangan sampah. Pada 2019, hampir 60% sistem pembuangan sampah Indonesia tidak lagi menggunakan sistem open dumping. Pemerintah juga telah membuat kebijakan lingkungan yang mendukung circular economy dan green growth

Hadirnya Seminar Daring ini diharapkan dapat mencapai pembentukan lingkungan lintas disiplin pada universitas. Beberapa poin yang akan dibentuk ialah mata kuliah, co-curricular, pusat penelitian, dan rancangan kurikulum. Untuk mencapai hal tersebut, menciptakan kolaborasi yang tersusun, transfer of knowledge, serta pertukaran prosedur yang efisien akan dilakukan.

Dengan tercapainya tujuan dari kerja sama antara universitas-universitas di Indonesia dan Eropa tersebut, diharapkan penanganan terhadap isu limbah makanan dapat dikembangkan oleh generasi muda. (ALK/DAN – Divisi Publikasi)