Home / Berita Terkini / Tak Lagi Tersisih: Berperan Penting Melalui Digitalisasi

Tak Lagi Tersisih: Berperan Penting Melalui Digitalisasi

Salah satu misi mulia pendidikan katolik adalah keberpihakan kepada yang tersisih. Sudah lama dipahami, tersisih tak berarti secara finansial saja. Konteks pengelolaan Unpar, saya senang pernah berperan membantu unit-unit yang kurang mendapat perhatian mampu memberdayakan diri dan menjadi semakin berperan penting, bahkan semoga berperan untuk masa depan kemajuan Unpar. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi pembedanya.

LPPM

Sistem Informasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SI – LPPM) mulai dibangun pada tahun 2012, setelah prosedur kerja mantap pada periode sebelumnya. SI ini mencakup pengelolaan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertemuan ilmiah dosen dan karya ilmiah dosen.

Peran SI menjadi nyata dan penting, dengan tuntutan kebutuhan pemetaan dan klasterisasi kinerja Penelitian Perguruan Tinggi, yang secara online dimulai tahun 2013 (diawali secara manual tahun 2010) dan saat ini pemetaan dilakukan setiap tahun; juga pemetaan dan klasterisasi Kinerja Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi, yang dimulai tahun 2015, dan juga pemetaan ini dilakukan tiap tahun. Hasil pemetaan tersebut menjadi salah satu bagian penting Pemetaan Kinerja Perguruan Tinggi, yang kini selalu diumumkan pada bulan Agustus setiap tahunnya. Unpar berada pada top 5 PTS dalam 3 tahun terakhir.

Berdasarkan karya ilmiah dosen, Unpar mulai melakukan penilaian dan mengumumkan dosen berprestasi untuk kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sejak tahun 2016, bersamaan dengan perayaan Dies Natalis Unpar setiap tahunnya.

Pemetaan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini berbasis data based information yang harus selalu akurat, up-to-date dan online, serta berkala setiap tahunnya dimana peran SI menjadi suatu keniscayaan. Sementara itu, pemilihan dosen berprestasi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serupa dengan key performance indicators untuk dosen, merupakan konsekuensi langsung dan penghargaan untuk dosen dengan adanya data based information yang teratur.

Jurnal ilmiah di lingkungan Unpar sudah dipublikasikan secara online dan di-indeks ke google sejak sebelum tahun 2015. Peningkatan pengelolaan jurnal ilmiah menjadi full online, merupakan awal langkah akreditasi jurnal ilmiah Veritas et Justitia dan Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional dimulai pada tahun 2017. Setelah proses penataan: full online, penggunaan DOI, diindeks DOAJ, dan pendaftaran SINTA, kedua jurnal tersebut kini menyandang status akreditasi SINTA-2 sejak awal 2019. Pengalaman proses akreditasi kedua jurnal ilmiah dapat diterapkan untuk pengelolaan jurnal-jurnal lainnya di Unpar.

Bagian Publikasi

Unpar mulai merasakan signifikansi kehadiran website yang modern dan fresh sejak akhir 2015, yang terus dikembangkan hingga saat ini. Pilihan tema, bentuk dan ukuran huruf, serta warna dipilih cermat melengkapi konten yang harus ringkas dan bermutu mencerminkan tradisi akademik Unpar. Pengembangan website juga dilengkapi dengan peran social media, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube Channel – yang makin menegaskan bahwa Unpar mampu mengikuti perkembangan zaman.

Selain itu, papan pengumuman digital (digital signage) menjadi media komunikasi internal di lingkungan Unpar, tersebar di banyak unit dengan konten berbeda-beda yang disesuaikan kebutuhan unit. Dan terakhir, Unpar mempunyai e-bulletin yang disebar ke banyak pemangku kepentingan, mencakup lebih dari 35.000 akun email termasuk para alumni, untuk mengkomunikasi perkembangan mutakhir Unpar. Keberadaan website yang diintegrasikan dengan social media, digital signage dan e-bulletin merupakan Media Informasi Digital Unpar, yang disingkat MidUP.

MidUP membuka banyak opportunities, yang mungkin tak dibayangkan sebelumnya. Misalnya, website membuat profil peminat studi di Unpar bisa dipetakan: berapa banyak; berasal dari daerah mana, bahkan SMA mana; kalangan ekonomi seperti apa; bagaimana behavior peminat tersebut, dan seterusnya. Website juga modal utama pemeringkatan perguruan tinggi berdasarkan webometric – peringkat Unpar meningkat dari urutan 65 (2015) menjadi urutan 30 (2019). Contoh lain, digital signage bisa bekerja sama untuk slot iklan lowongan kerja atau interest lain komunitas akademik kampus. Sementara e-bulletin menjadi sarana komunikasi dengan alumni dan external stakeholders lain, bisa menjadi salah satu awal membuat alumni engagement programs.

Bagian Pemasaran

Dalam kompetisi antar perguruan tinggi khususnya dalam rekrutmen mahasiswa baru, peran pemasaran menjadi makin menentukan dan penting. Bertahun mempromosikan diri melalui visitasi SMA, Edufair SMA, dan iklan di media konvensional,  Unpar merintis pemasaran digital menjelang tengah tahun 2016. Material promosi mulai menekankan human interest, sebagai ganti ilustrasi bangunan. Tak sepenuhnya meninggalkan media konvensional, aneka media dimasuki: iklan dan talkshow di radio, iklan di cinema, iklan di billboard dan media luar ruang lain, dan kerjasama pemberitaan dengan media online, serta tentu saja promosi melalui social media seperti IG dan Youtube. Saluran komunikasi yang lebih personal juga dibuka, melalui Line dan Live Chat. Dengan metode tertentu, respon peminat Unpar bisa diketahui: apakah tertarik atau tidak tertarik dengan sapaan kita.  

Perkembangan pemasaran ini disadari jauh dari sempurna, apalagi kesadaran dan tuntutan peran pemasaran semakin meningkat. Tapi dasar sudah diletakkan dan perkembangan lebih jauh membutuhkan sumber daya dan pengelolaan baru untuk kegiatan pemasaran ini. Serupa dengan Bagian Publikasi, pemasaran digital membuka opportunities yang sangat luas, untuk efektivitas dan efisiensi pemasaran Unpar. Banyak dana untuk pemasaran bisa dikaitkan langsung dengan berapa banyak mahasiswa baru berhasil direkrut dengan satu metode pemasaran tertentu. Masukan-masukan dari pengalaman konkret dan rekanan kerja juga bisa menjadi bahan perbaikan, bukan saja pemasaran tapi juga pengelolaan universitas secara luas. Misalnya, program studi disukai oleh lulusan SMA dan bagaimana perguruan tinggi lain menanggapinya bisa menjadi pembanding dan arah kebijakan dalam pengembangan Unpar.

Perpustakaan

Pertumbuhan koleksi buku digital (e-book) menandai perkembangan Perpustakaan pada periode 2017 – 2019, ditandai kerjasama dengan publishers: Springer, Wiley, Sage, dan HukumOnline. Koleksi ini bersifat unlimited dan dapat diunduh oleh semua komunitas Unpar, sehingga pembelajaran lintas disiplin ilmu dimungkinkan. Setiap mahasiswa, tanpa dibatasi status finansialnya, mempunyai peluang sama untuk maju karena buku tersedia secara bebas menggunakan free WIFI. Metode pembelajaran bisa berubah, dengan mengintegrasikan materi pada e-book tersebut pada IDE dibawah pengelolaan PIP. Peran Perpustakaan sebagai tempat menyimpan buku fisik, mestinya akan berubah menjadi tempat belajar bersifat lintas disiplin ilmu yang menyenangkan.

Institution Repository juga merupakan kontribusi penting Perpustakaan, dibangun menggunakan DSpace dan diresmikan pada tahun 2017. Repository ini menyimpan karya ilmiah dosen dan mahasiswa dan diindeks secara otomatis ke google, sehingga internationally visible dan berharap lebih dimanfaatkan secara luas. Akibatnya, tuntutan dosen untuk mempunyai akun google dan akun SINTA dapat dipenuhi. Karya dosen diindeks secara online ke google juga menjadi prasyarat baru untuk pengajuan kenaikan jabatan akademik dosen juga dapat dipenuhi. Peran repository sudah melebihi harapan pada waktu dibangunnya.

Penulis Dr. Budi Husodo Bisowarno; Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama periode 2015-2019