Home / Berita Terkini / Summer Course Arsitektur Unpar: Eksplorasi Bambu lewat Pendekatan Desain Sensorik
  • Delegasi Unpar, UTHM, UBL, dan UIN Malang pada Pembukaan Summer Course Arsitektur "Multisensory-Based Design Process", Kamis (11/7)

  • Kepala Departemen Arsitektur UTHM Dr. Izudinshah Bin Abd Wahab memberikan kenang-kenangan kepada Dekan FT Unpar Dr. Johannes Basuki Dwisusanto

Summer Course Arsitektur Unpar: Eksplorasi Bambu lewat Pendekatan Desain Sensorik

Bambu adalah salah satu material struktur yang acap kali mendapat kesan negatif dari masyarakat. Bambu sering dikaitkan dengan struktur non-permanen yang dianggap kumuh dan tidak berkelas. Padahal, di tangan kreator yang berkualitas, bambu dengan berbagai karakternya dapat menjadi struktur yang kokoh juga unik.

Hal inilah yang dieksplorasi oleh para peserta Summer Course dan Workshop Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan (FT Unpar) selama 10 hari, antara tanggal 11 hingga 20 Juli 2019. Kegiatan yang terselenggara lewat kolaborasi Unpar dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), beserta Universitas Bandar Lampung (UBL), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Bamboo Nation Network ini mengusung tema “Multisensory-Based Design Process: Exploration of transformable bamboo structure for supporting multisensory educational approach.”

Rangkaian kegiatan dibuka oleh Dekan FT Unpar Dr. Johannes Basuki Dwisusanto dalam Opening Ceremony yang berlangsung pada Kamis (11/7) di Unpar Guest House. Kegiatan dihadiri pula oleh Kepala Departemen Arsitektur UTHM Dr. Izudinshah Bin Abd Wahab, perwakilan narasumber dan Arunika Waldorf Elementary School, serta peserta lokal maupun internasional.

Arsitektur Ruang Belajar 

Sesuai temanya, fokus utama para peserta adalah mengaplikasikan proses desain berbasis multi-sensorik dalam merancang struktur yang akan digunakan sebagai ruang belajar. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini Arsitektur Unpar menggandeng Sekolah Arunika, sebuah institusi yang mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan Waldorf. “Mereka menginginkan ruang yang mengakomodasi twelve senses yang merupakan pendekatan dari pembelajaran mereka,” ungkap Dosen Arsitektur Unpar Ari Ani Mandala, M.T. dalam wawancara dengan Tim Publikasi. 

Serangkaian workshop akan mewarnai rangkaian Summer Course ini. Mulai dari sensory workshop, design workshop, dan diakhiri dengan construction workshop, di mana peserta akan mendesain dan mendirikan karya struktur di Sekolah Arunika. Sebagai pelengkap, peserta akan mengunjungi OBI Eco Campus di Purwakarta, juga menerima kuliah umum dari akademisi UTHM dan Unpar.

Untuk memfasilitasi penyampaian materi, narasumber seperti Dr. Ing Andry Widyowijatnoko (arsitek praktisi), Prof. Madya Dr. Zainal Abidin Akashah (UTHM), Dr. Izudinshah Bin Abd Wahab (UTHM), Dr. Aldyfra L. Lukman, Ph.D (UNPAR), Anastasia Maurina, ST., MT (UNPAR), serta Mikail Budianastas ST., MT (UNPAR) akan mengasah ilmu dan kemampuan para peserta dalam arsitektur. Tak lupa Tim Arunika Waldorf Elementary School akan mendampingi peserta memahami konsep serta kebutuhan struktur yang akan dirancang.

Material Lokal dan Natural

Sesuai dengan visi mengembangkan potensi lokal, Unpar aktif mengaplikasikan bambu sebagai material struktur yang ramah lingkungan. Melalui Bamboo Nation Network, Unpar menyelenggarakan berbagai kegiatan berkaitan dengan arsitektur bambu, seperti konferensi dan lokakarya internasional bertajuk “Parahyangan Bamboo Nation” yang diadakan beberapa tahun silam. “Kita mau mengangkat bahwa sebenarnya kalau bangunan yang didesain dengan material bambu itu bisa unik, bisa menarik, dan bisa grand juga,” tutur Ariani. 

Melalui summer course ini, Ariani mengajak peserta untuk tidak hanya menambah ilmu dalam arsitektur, khususnya di bidang pemanfaatan material bambu, tapi juga mengembangkan kapasitas diri mereka “Diharapkan mereka bisa mengembangkan, selain dari kemampuan dan ilmu pengetahuan arsitekturnya, tapi juga mereka mendapatkan soft skilll,” ujarnya. Melalui pertukaran ilmu serta budaya, para peserta akan memperoleh wawasan baru akan bambu dan aplikasinya melalui pendekatan desain sensorik.