Home / Berita Terkini / Social Enterpreneurship dan COE SMED Unpar

Social Enterpreneurship dan COE SMED Unpar

Konsep social enterprise atau kewirausahaan sosial sudah berkembang di berbagai perguruan tinggi. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) adalah salah satu perguruan tinggi yang cukup aktif memperkenalkan konsep kewirausahaan sosial.

Pengenalan konsep awal kewirausahaan sosial dilakukan lewat “kegiatan sosial” yang pada akhirnya berkembang menjadi mata kuliah tersendiri. Konsep kewirausahaan sosial sudah berkembang cukup lama, di Inggris lewat Oxford University (SAID Business School – Skol Center for Entrepreneurship), melalui yayasan seperti ASHOKA Foundation, Bangladesh melalui Grameen Bank, dan di berbagai negara lainnya. Studi terkait kewirausahaan sosial sendiri sudah dilakukan lebih dari 20 tahun (Short dkk, 2009). Lebih lanjut, dalam perkembangannya, para penggiat kewirausahaan sosial atau yang dikenal dengan sebutan social entrepreneur (pelaku/ wirausaha sosial) dalam aktivitas sosial yang dibangun berusaha untuk menciptakan dan memimpin komunitas ataupun organisasi yang dibentuk bersama untuk dapat melakukan sebuah perubahan sosial lewat gagasan penciptaan produk ataupun kegiatan yang berdampak pada perubahan sikap, perilaku maupun kesadaran positif di masyakarat atau komunitas atau lingkungan yang dimaksud (Borstein, 2006). Hal ini menjadi salah satu pendorong Center of Excellence of SME and Development (COE SMED) Unpar untuk turut menjadi salah satu penggiat kewirausahaan sosial melalui penelitian, pendampingan mahasiswa lewat inkubator bisnis dan teknologi, dan kerja sama kegiatan dengan para pemangku kepentingan di luar Unpar.

Dorongan Unpar menjadi salah satu motor penggerak kewirausahaan sosial di kalangan mahasiswa diyakini sejalan dengan prinsip spiritualitas dan tata kelola Unpar. COE SMED Unpar adalah salah satu pusat kajian yang aktif melakukan kegiatan penelitian maupun inkubasi mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan sosial di masyarakat/komunitas/lingkungan sekitar terutama di Propinsi Jawa Barat. Kerja sama topik penelitian kewirausahaan sosial di COE SMED dimulai di tahun 2016 dengan British Council Indonesia. Kerja sama tersebut berdampak positif pada proses penguatan research positioning COE SMED Unpar yaitu di kajian kewirausahaan sosial melalui keterlibatan di beberapa kegiatan yang dilakukan oleh British Council Indonesia. Penguatan dosen sekaligus mentor kewirausahaan sosial aktif dilakukan oleh COE SMED Unpar dengan melibatkan dosen dan mahasiswa untuk terlibat dan berpartisipasi di berbagai training, workshop kewirausahaan sosial maupun pendampingan mahasiswa di berbagai kompetisi atau kegiatan kewirausahaan sosial di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

Di tahun 2017 COE SMED mendapatkan kesempatan hibah AGS (Alumni Grant Scheme dari Australia) melalui kerja sama antara SAPA Institut dengan salah satu peneliti tetap di COE SMED (Sylvia Yazid Ph.D) lewat kegiatan social and economic empowerment for women domestic violence and survivors. Kerja sama tersebut sampai saat ini masih berjalan dengan baik lewat pendampingan, workshop, maupun pelatihan.

Selain itu, lewat jaringan kerja sama Internasional Unpar, di tahun 2018 Unpar (diwakili oleh COE SMED dan Kantor Internasional dan Kerjasama Unpar) tergabung dalam konsorsium 4 Perguruan Tinggi di Indonesia (Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Udayana, Universitas Katolik Parahyangan) dan 3 Perguruan Tinggi di Eropa (FH Joaneum dari Austria, University of Alicantee dari Spain, dan Krakow University dari Polandia) berkomitmen melalui INSPIRE ERASMUS (Introducing Social Enterprise in Higher Education) selama tiga tahun ke depan untuk mengembangkan potensi sekaligus mencetak para wirausahaan sosial di Indonesia melalui kegiatan yang meliputi inkubasi, mentoring dan kompetisi nasional untuk para mahasiswa.

Dari paparan diatas, dalam perjalanannya posisi kewirausahaan sosial di Unpar berkembang menjadi salah satu mata kuliah wajib atau pilihan di empat program studi seperti Teknik Industri, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Manajemen dan Magister Administrasi Bisnis. Salah satu bentuk pengembangan dan pengayakan materi mata kuliah kewirausahaan sosial di tingkat program studi adalah diadakannya summer course yang merupakan bentuk kerja sama antara ke empat prodi di atas (Teknik Industri, Administrasi Bisnis, Manajemen dan MAB Unpar) dengan Kedge Business School Prancis dan COE SMED Unpar. Mahasiswa lintas program studi diberikan kesempatan untuk saling bertukar pikiran sekaligus mendorong mahasiswa untuk berkolaborasi secara nyata lewat penugasan selama summer course berlangsung. Penguatan kepada para mahasiswa juga dilakukan lewat diberikannya bantuan untuk mengikuti program SEED lewat kerja sama INU (International Network University). Program SEED memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk menambah wawasan dan praktik langsung kewirausahaan sosial yang dilakukan di berbagai negara yang tergabung dalam INU. Di bulan Oktober 2018, COE SMED bekerjasama dengan program studi MAB dan Manajemen mengundang Prof. Em. Li Choy Chong (founder SEED) untuk hadir di Unpar untuk melakukan penelitian dan pengabdian bersama kepada masyarakat di Jawa Barat khususnya.

Dalam rangka menumbuhkan minat kewirausahaan sosial di kalangan mahasiswa, COE  SMED Unpar bekerjasama dengan Litbang Bappeda Cimahi, mendukung penyelenggaraan kegiatan INVENT 2018. INVENT 2018 adalah kegiatan yang digagas oleh KIK Unpar berkolaborasi dengan kantor internasional di beberapa universitas di Indonesia. Di kegiatan INVENT 2018, mahasiswa asing dan mahasiswa Indonesia diajak dan diperkenalkan kepada komunitas Sunda Wiwitan di desa Cirendeu yang sudah menerapkan konsep kewirausahaan sosial kepada komunitasnya. Peran serta pemerintah daerah terhadap komunitas ini ditunjukkan lewat dukungan pengembangan produk unggulan, yaitu RASIN (beras yang diolah dari singkong beracun). COE SMED Unpar sadar dengan meningkatkan semangat kewirausahaan sosial pada setiap individu yang ada di masyarakat, terutama mahasiswa sebagai kaum muda tulang punggung bangsa, akan membantu menyelesaikan permasalahan sosial di lingkungan sekitar mereka. Semoga peran serta COE SMED Unpar dalam mengembangkan kewirausahaan sosial di tingkat mahasiswa memunculkan wirausaha-wirausaha sosial yang baru dan turut berperan aktif di masyarakat.

Kontributor: Dr. Maria Widyarin (Dosen IImu Administrasi Bisnis

Unpar)

Sumber: Pikiran Rakyat (Kamis, 6 September 2018)