Home / Alumni / Social and Economic Empowerment of Women Domestic Violence Survivors (SEE4WomenS)

Social and Economic Empowerment of Women Domestic Violence Survivors (SEE4WomenS)

SEE4WomenS hadir sebagai suatu program kerja sama untuk memberikan pengetahuan mengenai keuangan dan kewirausahaan. Pembekalan pengetahuan ini ditujukan untuk membangun kepercayaan diri komunitas Bale Istri, terutama bagi mereka yang merupakan penyintas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), untuk mampu hidup lebih mandiri dan memiliki kepercayaan diri untuk memulai, menjalankan serta mengembangkan usaha untuk memberdayakan perekonomian keluarga. Mereka percaya, dengan mereka dapat mengatur ekonomi dalam keluarganya, maka kemungkinan mereka terkena kasus KDRT pun semakin minim.

Social and Economic Empowerment of Women Domestic Violence Survivors (SEE4WomenS) merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang bergerak di bidang pelatihan untuk masyarakat. Program pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara CoE SMED Unpar-Sapa Institut, dengan pendanaan melalui Alumni Grant Scheme (AGS) Australia Global Alumni, serta tenaga pengajar dari BMU Nusantara.

Inisiator dari program tersebut yaitu Sylvia Yazid, Ph.D Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional. Beliau merupakan salah satu penerima AGS dari pemerintah Australia yang dikelola melalui Australia Awards in Indonesia. Dari lebih 200 proposal yang masuk, proposal Sylvia merupakan salah satu dari 25 proposal yang mendapatkan dukungan dana dari pemerintah Australia.

Adapun, rangkaian kegiatan dengan Sapa Institut berupa needs assessment, pembuatan materi, pelaksanaan pelatihan untuk para pendamping (anggota komunitas yang lebih senior) dan para penyintas (kelompok anggota yang pernah mengalami kekerasan), Forum Group Discussion (FGD), serta ditutup dengan evaluasi bersama. Setelah pelatihan usai, mereka berusaha menemukan model terbaik untuk kegiatan ekonomi, kemudian terciptanya sebuah social entrepreneurship.

Tujuan awal dari pelatihan ini adalah menciptakan social entrepreneurship, yaitu ibu-ibu anggota komunitas bersama-sama membangun usaha ekonomi. Mulanya dinilai optimis karena mereka sama-sama anggota komunitas yang seharusnya lebih mudah. Namun tidak semudah itu karena realitanya mereka lebih membangun usaha dengan kemampuan individualnya. Oleh sebab itu dilakukan modifikasi tujuan dengan memfokuskan pada pembagian peran dengan suatu saat nanti dapat mencapai social entrepreneurship.

Setelah dilakukan pelatihan untuk para pendamping dan penyintas, respon seluruh peserta sangat positif. Seluruh peserta menyatakan mendapat pengetahuan baru yang akan sangat membantu mereka dalam memulai atau mengembangkan usaha mereka. Capaian yang paling signifikan dari kegiatan ini adalah bangkitnya kembali kepercayaan dari sejumlah penyintas terutama dalam kegiatan ekonomi.

Refleksi dari kegiatan ini telah ditulis dalam sebuah karya ilmiah yang diterbitkan dalam “Indonesian Journal for International Relations” yang merupakan jurnal dari asosiasi ilmu hubungan internasional Indonesia. Penerbitan dari jurnal ini ditujukan untuk membagikan lessons learned dari kegiatan ini kepada penstudi ilmu Hubungan Internasional se-Indonesia.