Home / Berita Terkini / Sharing Session, Working at IAEA

Sharing Session, Working at IAEA

Kenyataan untuk mendapat pekerjaan setelah menyelesaikan masa studi tidak semudah yang dibayangkan. Jumlah lulusan S-1 atau sarjana di Indonesia yang menganggur masih cukup tinggi menurut data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2017, yaitu mencapai 607 ribu orang. Selain itu, jumlah angkatan kerja di Indonesia pada periode yang sama yaitu 131,55 juta orang. Jumlah ini meningkat sebanyak 3,88 juta orang dibandingkan pada Februari 2016.

Meskipun jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia tidak ekuivalen dengan jumlah angkatan kerja yang menganggur. Namun, kesempatan kerja bagi para lulusan sarjana, master, dan doktoral terbuka lebar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ancilla Pramudita dan Erza Arighi bersama dengan laboratorium Hubungan Internasional melaksanakan sharing session berkenaan kesempatan kerja di International Atomic Energy Agency (IEAE). Kedua mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2013 itu sempat mengikuti roadshow di Bandung bersama perwakilan dari IEAE pada 10 Agustus 2017 lalu.

Ancilla sebut IEAE datang ke Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) untuk memberikan informasi kepada mahasiswa Unpar bahwa organisasi di bawah PBB membuka kesempatan magang dan kerja di markasnya di Wina, Austria.

Meskipun IEAE adalah bagian dari PBB, tetapi organisasi ini merupakan badan ad hoc. Selain itu, IEAE harus melapor kepada sekretaris jenderal PBB mengenai perkembangannya setiap tahun.

Pada sharing session di Mgr. Geisse Lecture Theatre atau Ruang Audio Visual Gedung 3 FISIP Unpar itu, Ancilla menyebutkan dua alasan untuk bekerja di PBB. Pertama, lingkungan kerja yang multikultural dapat membuka wawasan dan pandangan seseorang akan dunia. Kedua, para peserta magang berkesempatan bekerja sebagai agen perdamaian. Bidang pekerjaan yang dibuka oleh IEAE, lanjut Ancilla, adalah ilmu sosial, kemanusiaan, engineering, ilmu alam, dan manajemen.