Home / Berita Terkini / Seminar Nasional Teknik Kimia 2018: Teknologi Proses dan Produk Sumber Daya Alam di Indonesia

Seminar Nasional Teknik Kimia 2018: Teknologi Proses dan Produk Sumber Daya Alam di Indonesia

Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam yang melimpah dari sisi botani dan nabati. Namun, wacana untuk mengolah kedua pokok sumber daya tersebut menjadi hal yang bermanfaat bagi masyarakat jelas merupakan hal yang kompleks dan memerlukan pengetahuan akan biodiversitas serta teknik pengolahan yang mumpuni. Hal ini tidak mungkin diwujudkan secara cepat dan mudah. Ini adalah proses untuk mengolah kembali dan memperbaharui penemuan-penemuan yang sudah ada untuk semakin sempurna.

Sebagai salah satu bidang kajian yang meneliti hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia (TK Unpar) bersama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia (HMPSTK) Unpar mengadakan Seminar Nasional Teknik Kimia dengan mengusung tema “Teknologi Proses dan Produk Sumber Daya Alam di Indonesia”.

Dalam kesempatan ini, baik praktisi, akademisi maupun mahasiswa menghadiri seminar di Hotel Harris, Bandung pada, Kamis (6/9). Mereka mendengarkan materi dari beberapa ahli yang berkecimpung di bidang pemanfaatan sumber daya alam. Materi-materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan pengetahuan lebih serta inspirasi terkait topik-topik penelitian yang dapat dilakukan para akademisi di kemudian hari.

Adapun, salah keynote speaker, yakni Bambang Veriansyah, Ph.D. Bambang adalah sosok yang berkarya di Dexa Medica sebagai kepala unit dan peneliti utama. Beliau memberikan gambaran mengenai kekurangan dan tantangan yang dihadapi industri farmasi Indonesia serta peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan.

“Kita memang selalu kesulitan karena bahan baku produk medik kerap berasal dari luar negeri seperti Tiongkok dan Korea Selatan. Namun, dengan keluarnya Inpres No.6 Tahun 2016, investasi asing akan masuk banyak ke Indonesia dan diprediksi dengan adanya kerja sama dengan pihak luar maka harga dan kualitas bisa menyesuaikan ke tingkat yang lebih baik dan terjangkau,” jelas Bambang.

Pembicara lainnya, Dr. Ir. Tatang Soerawidjaya memberikan perspektif tentang Arah-arah Utama Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bioenergi dan Kemurgi. Beliau yang juga pengampu di Fakultas Teknologi Industri di Institut Teknologi Bandung menceritakan bahwa pengembangan penelitian di bidang biomolekuler memberikan bidang yang masih belum banyak dipijak oleh para peneliti dunia sehingga menjadi peluang bagi peneliti Indonesia untuk menjadi pionir.

“Biomolekuler memang masih sulit diujicobakan dengan bakteri. Kita masih menggunakan “mice” (sebutan khusus untuk tikus yang menjadi bahan objek percobaan penelitian),” ungkap Dr. Tatang.

Kombinasi dari akademisi dan praktisi tentu memberikan corak tersendiri yang menarik bagi seminar kali ini. Setelah sesi keynote speaker selesai, para peserta dipersilakan untuk memilih panel tertentu dan melanjutkan diskusi mengenai topik yang lebih spesifik.