Home / Alumni / Seminar Nasional: Peran Asosiasi Perpustakaan dalam Membangun Citra Pustakawan Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Seminar Nasional: Peran Asosiasi Perpustakaan dalam Membangun Citra Pustakawan Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (2/5), Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Pusat menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Peran Asosiasi Perpustakaan dalam Membangun Citra Pustakawan Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0”. Tim Perpustakaan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain seminar, pada kegiatan FPPTI Pusat kali ini dilakukan pula Pengukuhan Pengurus Pusat Periode 2017-2020 dan penandatanganan MoU Perpustakaan Nasional RI – FPPTI dan Perpustakaan Nasional RI – Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh pustakawan dan mahasiswa/i Jurusan Ilmu Perpustakaan dari beberapa perguruan tinggi bertempat di Ruang Auditorium Lantai 4 Perpustakaan Nasional RI Jalan Medan Merdeka Selatan.

Berlaku sebagai keynote speaker, Kepala Perpustakaan RI Muh. Syarif Bando MM memaparkan mengenai Peran Asosiasi Profesi Pustakawan dan Perpustakaan dalam Memajukan Kepustakawanan Indonesia. Di sesi kedua, Dr. Amelia Maulana (Direktur Etnomark Indonesia) membawakan materi Co-Branding Strategy: Pustakawan dan Perpustakaan. Tema besar di sesi ketiga adalah Libraries and Librarian Now Era. Hadir sebagai pembicara, Dr. Hj. Yasmine Yuliantina Yessy Gusman, SH. MBA dengan materi Persiapan Perpustakaan dan Pustakawan 4.0 Menyambut Era Revolusi Industri 4.0; Purwani Istiana, SIP M.A. – Pustakawan Berprestasi 2017 dengan materi Tantangan dan Peran Profesional Pustakawan Perguruan Tinggi di Era Now; dan Rikarda Ratih Saptaastuti dengan materi Peran Pustakawan sebagai Mitra Belajar Bagi Pemustaka Zaman Now. Di akhir kegiatan, peserta diberi kesempatan untuk mengunjungi setiap lantai gedung Perpustakaan Nasional RI yang baru.

Menyambut era revolusi 4.0, perpustakaan dan pustakawan dituntut untuk berperan proaktif, relevan dan dinamis, serta meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, penguatan riset dan pengabdian, peningkatan jumlah publikasi dan peningkatan kualitas jurnal. Dalam menghadapi pemustaka zaman ini, pustakawan berperan sebagai mitra belajar. Oleh karena itu, diperlukan kompetensi dan keterampilan dalam komunikasi dan TIK, bersikap profesional, memberikan layanan prima, berinovasi dan kreatif, serta melakukan promosi dan sosialisasi. Wawasan dan pengalaman dari pembicara yang didapatkan pada Seminar Nasional ini semoga dapat diadopsi dan diterapkan di Perpustakaan Unpar sehingga perpustakaan dan pustakawan Unpar dapat semakin berperan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Sumber: perpustakaan.unpar.ac.id