Home / Berita Terkini / Seminar Nasional Ilmu Administrasi Publik dan Bisnis: Government-Business Partnership

Seminar Nasional Ilmu Administrasi Publik dan Bisnis: Government-Business Partnership

Pada Rabu (28/11/18) bertempat di Gedung 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan (FISIP Unpar), Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Bisnis dan Prodi Ilmu Administrasi Publik menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Business, Government, and the Public: Optimalisasi Government-Business Partnership (GBPs) di Era Disruptif dan Governansi Digital untuk Mewujudkan Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan”. Acara dibuka dengan sambutan Rektor Unpar Mangadar Situmorang PhD dan Trisno Sakti Herwanto, SIP MPA, yang mewakili ketua panitia acara.

Sesi pertama dari seminar nasional diisi dengan presentasi keynote speaker praktisi oleh Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.Rer.Publ, ketua Indonesian Association For Public Administration (IAPA), dan dimoderatori oleh Dr. Pius Sugeng Prasetyo, MSi, selaku Dekan FISIP Unpar juga dosen Prodi Ilmu Administrasi Bisnis. Presentasi yang dibawakan mengenai “Peran Administrasi dan Kebijakan Publik untuk Pembangunan Sosial Ekonomi dalam Era Global dan Digital”. Pada saat ini, pemerintah dihadapkan pada perubahan dunia yg bersifat eksponensial, hal tersebut menyebabkan pemerintah harus mengejar respon dan kebutuhan masyarakat dengan cepat. Perkembangan teknologi dan komunikasi telah melahirkan era digital, yang mana masyarakat dapat dengan mudah mengawasi apa yg dilakukan oleh pemerintah

Kemajuan teknologi ini dapat menjadi ancaman dan tantangan bagi pemerintah. Di era digital ini, Dr Eko Prasojo menyampaikan bahwa pemerintah harus mampu untuk memanfaatkan perkembangan digital. Pemanfaatan teknologi digital akan meningkatkan efektivitas dan juga akan meningkatkan akuntabilitas pemerintah. Kebijakan-kebijakan publik harus segera disiapkan pemerintah untuk dapat mengantisipasi perkembangan sosial yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Dalam presentasinya, Dr. Eko Prasojo menyampaikan akan pentingnya pemerintah membangun kerja sama dengan perguruan tinggi dan badan penelitian dan pengembangan (Litbang) untuk akhirnya menggunakan hasil-hasil penelitian untuk proses pembuatan kebijakan. Pembangunan ekonomi, sosial, dan politik dalam era global serta digital membutuhkan institusi negara yang kuat, dan juga membutuhkan public-private partnership yang kuat.

Sesi kedua diisi dengan presentasi keynote speaker akademisi oleh Dr. Kusdi Raharjo, ketua Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI) dengan moderator Theresia Gunawan PhD. Materi yang dipaparkan bertemakan Strategi Peningkatan Hasil Usaha Pertanian melalui Pendekatan Rantai Pasok Integratif. Dari paparannya, Dr. Kusdi Raharjo berharap agar adanya peran dari para akademisi untuk dapat mengisi dan menjawab tantangan-tantangan daripada petani. Selain itu, dibutuhkan peranan dari pemerintah untuk dapat mengendalikan kebijakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kebijakan ekonomi yang bisa mendukung ekonomi rakyat menengah ke bawah di Indonesia. Selanjutnya, sesi terakhir pada kegiatan seminar diisi dengan presentasi-presentasi panel dari para kontributor dan ditutup dengan diskusi tanya jawab.