Home / Berita Terkini / Seminar Nasional FE Unpar: “Towards Sustainable University”
Towards Sustainable University

Seminar Nasional FE Unpar: “Towards Sustainable University”

Merujuk pada Our Common Future — sebuah laporan yang dipublikasikan oleh the World Commission on Environment and Development tahun 1987, sustainable development didefinisikan sebagai “development which meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs”. Berdasarkan definisi tersebut, pembangunan berkelanjutan dapat dipahami sebagai pemenuhan kebutuhan di masa sekarang tanpa mengganggu pemenuhan kebutuhan generasi di masa yang akan datang. Adapun konsep keberlanjutan secara luas mencakup aspek ekonomi, sumber daya alam, maupun dimensi sosial.

Deklarasi Talloires (1990) di Prancis yang berisi 10 poin action plan — menghubungkan antara kegiatan pengajaran, penelitian, dan kegiatan operasi di perguruan tinggi, menjadi awal munculnya konsep keberlanjutan di tingkat universitas.

Mengambil topik “Menuju Universitas yang Berkelanjutan (Towards Sustainable University)”, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan Seminar Nasional sebagai rangkaian acara peringatan Dies Natalis FE Unpar ke-61. Kegiatan ini terselenggara di Harris Hotel & Convention, Ciumbuleuit, Bandung, Jumat (3/6).

Diawali dengan sesi keynote speech oleh Prof. Dr. Hamfri Djajadikerta, MM., Ak., seminar nasional ini terbagi ke dalam tiga sesi pembicara dengan mengundang Prof. Dr. Johannes Widodo dari National University of Singapore  (NUS),  “Responsible University for Responsible Future”; Prof. Sidharta Ph.D., CFA dari Universitas Indonesia (UI), “Prinsip-prinsip University Governance” ; dan Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA., CMA., Ak. dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang membahas mengenai “How to Become a High Reputable and Responsible University in Concerning University Sustainability”.

Di sesi pembuka seminar, Prof. Sidharta menegaskan pentingnya penerapan good university governance untuk memastikan tercapainya tujuan perguruan tinggi dan melindungi kepentingan penyedia modal. Beliau juga mengatakan bahwa untuk mencapai university governance diperlukan adanya keseimbangan yang sinergis antara tujuan dalam aspek edukasi, sosial dan ekonomi baik yang bersifat individual maupun kolektif.

Prof. Johannes Widodo juga berbagi pengalaman mengenai langkah-langkah yang diterapkan NUS dalam penyelenggaraan universitas yang berkelanjutan. Menyandang gelar sebagai sustainable university, NUS telah berhasil membuktikan komitmennya melalui pengurangan emisi karbon, efektivitas penggunaan air, pengaplikasian prinsip 3R (reduce, reuse, and recycle) dalam waste management, penyediaan lahan hijau di kampus, dan berbagai langkah lainnya.

“Hal mendasar dalam menerapkan sustainable university yaitu melalui holistic education dengan menekankan pentingnya nilai-nilai dan etika dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi dibekali dengan attitude yang baik”, ujar Prof. Widodo yang pernah mengajar di Program Studi Arsitektur Unpar, dalam pemaparannya.

Seminar nasional ditutup dengan bahasan mengenai konsep sustainability dan peran universitas dalam mempromosikannya serta bagaimana untuk mencapai reputable university melalui penyelenggaraan universitas yang berkelanjutan, yang disampaikan oleh Prof. Indra Wijaya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FE Unpar, Dr. Maria Merry Marianti, Dra., M.Si., berharap agar di masa yang akan datang FE Unpar dapat semakin maju dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan pendidikan, ilmu pengetahuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.