Home / Berita Terkini / Seminar Nasional Bahas Lima Tahun Implementasi Undang-Undang Desa
Perwakilan Unpar, FES Indonesia, dan Kemenko PMK meresmikan Centre of Local Excellence (COLE) Unpar bersamaan dengan Seminar Nasional

Seminar Nasional Bahas Lima Tahun Implementasi Undang-Undang Desa

Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), Friedrich Ebert Stiftung Indonesia beserta Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dan Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (SEKNAS FITRA) menyelenggarakan Seminar Nasional “Evaluasi dan Refleksi 5 Tahun Pelaksanaan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa Dalam Rangka Mewujudkan Desa Mandiri, Sejahtera, Inovatif, dan Berkelanjutan” di Hotel The 101 Bogor, Jawa Barat pada 23-24 Oktober 2019. 

Seminar dibuka oleh Dr. Herbert Siagian selaku Asisten Deputi Pemberdayaan Desa di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Herbert mengungkapkan perkembangan dan kemajuan desa setelah penerapan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Dana Desa, di mana indeks kemiskinan desa berkurang dari waktu ke waktu. Sambutan juga diberikan oleh Sergio Grassi selaku Resident Director dari FES Indonesia yang mengungkapkan kolaborasi yang terjalin antar stakeholders, seperti pemerintah, akademisi, dan warga desa diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi warga desa untuk mandiri dan unggul berdasarkan kearifan lokal (local wisdom) yang dimiliki. 

Sambutan penutup diberikan oleh Dr. Pius Sugeng Prasetyo selaku Dekan FISIP Universitas Katolik Parahyangan Bandung yang menjelaskan berbagai kolaborasi dan penelitian yang telah dilakukan di 21 Desa di seluruh Indonesia dalam bentuk riset dan buku penelitian. Pada kesempatan ini juga diresmikan Centre of Local Excellence (COLE) di Unpar yang diwakili dengan penandatanganan piagam COLE oleh perwakilan Kemenko PMK, FES Indonesia, dan Unpar. 

Acara seminar nasional terbagi menjadi 3 sesi, yakni “Membangun Sinergi antara Desa dan Supra Desa dalam Menggali Potensi Lokal Desa”; “Pemanfaatan Dana Desa untuk Mendukung Inovasi Desa”; serta lokakarya (workshop) yang terbagi menjadi tiga tema, yaitu “Peranan Pemanfaatan Teknologi dalam Pembangunan Desa”; “Dana Desa versus Elite Capture”; dan “Peluang dan Tantangan Kolaborasi Stakeholders untuk Pembangunan Desa yang Berkelanjutan”. 

Acara hari kedua diisi dengan presentasi hasil temuan workshop dan kesimpulan yang diharapkan dapat memberikan sebuah rekomendasi atau kebijakan dalam membangun peraturan seputar pembangunan desa yang mandiri, unggul, dan berkelanjutan sesuai dengan visi dan misi Indonesia 2019-2024 yang menitikberatkan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). (/DAN)