Home / Berita Terkini / Hidupkan Semangat Kaum Muda dalam Demokrasi
Demokrasi

Hidupkan Semangat Kaum Muda dalam Demokrasi

Golongan putih (golput) dalam pemilihan umum (pemilu) di berbagai daerah di Indonesia masih menunjukkan angka yang cukup tinggi secara nasional, yakni di kisaran angka 29,1 persen (kompas.com). Pesta demokrasi yang akan dilakukan di berbagai daerah di Indonesia pada tahun 2018 dan 2019 menjadi fokus Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam meningkatkan partisipasi kaum muda dalam memilih pemimpin Indonesia pada masa mendatang, baik pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, maupun pemilihan presiden.

Masyarakat diajak untuk turut berpartisipasi dalam pemilu. Memberikan hak suara untuk memilih kepala daerah yang akan melanjutkan kepemimpinan. Sosialisasi yang tepat mengenai Pemilu perlu dilakukan agar masyarakat paham akan penyelenggaraan Pemilu yang semestinya.

Melalui sosialisasi di kalangan mahasiswa, diharapkan mahasiswa sebagai wujud dari kaum intelektual muda dapat memahami informasi umum tentang pemilu yang akan dilakukan di Indonesia. KPU selaku lembaga negara yang menyelenggarakan pemilu juga berusaha untuk menangkal tersebarnya berita bohong (hoax), black campaign dengan isu SARA, dan berbagai informasi yang simpang siur di kalangan masyarakat.

Rock the Vote Indonesia

Salah satu pesta demokrasi terdekat di Provinsi Jawa Barat adalah pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Oleh karena itu, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Center for Election and Political Party FISIP Universitas Indonesia (CEPP-UI) mengadakan workshop bertajuk “Electainment on Campus: Rock the Vote Indonesia, Meningkatkan Partisipasi Pemilih Muda dalam Pilgub Jawa Barat 2018” di Gedung FISIP Unpar, pada Kamis (26/4).

Tujuan workshop tersebut adalah menghidupkan semangat kaum muda dalam demokrasi di Indonesia. Konsep yang digunakan adalah electainment atau election entertainment, dalam artian perlu adanya pendekatan yang berbeda untuk menghidupkan semangat kaum muda.

Konsep acara yang diusung pun lebih informal dengan menggunakan pendekatan kelompok kecil, lewat gaya penyampaian anak muda dan ditutup dengan adanya deklarasi pemilih muda untuk berpartisipasi aktif dan menjadi duta pemilih untuk menginformasikan kegiatan pilkada yang akan dihadapi dalam waktu dekat.

Kegiatan yang diikuti oleh 150 mahasiswa Unpar dibuka langsung oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. Dalam sambutannya, Mangadar berpesan agar para mahasiswa selaku kaum muda mampu berperan aktif dalam pesta demokrasi yang ditandai dengan pengenalan yang baik para calon gubernur dan bertanggung jawab atas pilihan yang telah dibuat.

Adapun narasumber seminar yang berbagi materi maupun pengalaman terkait diantaranya Dosen Ilmu Administrasi Publik, Unpar Dr. Pius Sugeng Prasetyo, Dosen Ilmu Hubungan Internasional, Unpar Stanislaus Risadi Apresian, S.IP., M.A., Ketua KPU Jawa Barat Dr. Yayat Hidayat, dan Peneliti Senior CEPP-UI Dr. Abdul Aziz S. R.

Dalam workshop tersebut, mahasiswa diberikan bekal pengetahuan umum seputar pemilu, bagaimana menilai baik atau tidaknya kandidat yang ada melalui pemahaman visi misi dan program para kandidat sekaligus simulasi tentang tata cara memilih pemimpin di tempat pengambilan suara (TPS) pada saat pesta demokrasi berlangsung.

Secara khusus, Ketua Panitia sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Unpar Dr. phil. Aknolt Kristian Pakpahan menekankan bahwa acara Rock The Vote Indonesia (RTVI) diharapkan mampu membangun kesadaran mahasiswa sebagai pemilih muda dan generasi penerus bangsa akan pentingnya partisipasi dalam pemilihan gubernur, khususnya pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018 yang sebentar lagi akan berlangsung. Terlebih mahasiswa seyogyanya diharapkan menjadi pemilih muda yang cerdas dalam pesta demokrasi yang akan berlangsung.

Peserta workshop, Ricky Antonius (mahasiswa Hubungan Internasional – HI angkatan 2015) mengungkapkan, lewat acara RTVI, mahasiswa mendapatkan pemahaman baru mengenai pemilu dan demokrasi.

Menurutnya Ricky, mahasiswa secara mendasar sudah mengerti apa itu demokrasi dan pemilu. Namun, hanya di permukaan. Hal serupa diungkapkan Nindyo Setiawan, panitia RTVI yang juga mahasiswa HI angkatan 2015. Baginya, acara RTVI menarik dan fun. Tim KPU memberikan pengetahuan tentang tata cara untuk mengadakan pemilu dan bagaimana para pemilih seyogianya bersikap dalam menanggapi momentum tersebut.

Melalui kegiatan RTVI, diharapkan pemilih muda dapat memiliki wawasan mengenai pemilu serta berpartisipasi aktif untuk memberikan hak suaranya pada pemilu mendatang. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan awareness akan nilai-nilai demokrasi maupun politik di Indonesia.

 

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 8 Mei 2018)