Home / Berita Terkini / Semakin Mencintai Indonesia Melalui Literasi dalam Expo Unpar Press 2019
  • Mardohar BB Simanjuntak, S.S., M.Si, membawakan talkshow bertema “Mencintai Bahasa Indonesia” pada hari pertama kegiatan Expo Unpar Press, Selasa (24/9)

  • Wakil Rektor Bidang Akademik Unpar Tri Basuki Joewono, Ph.D. memberi sambutan mengawali kegiatan Expo

  • Expo Unpar Press juga diisi dengan kegiatan bazaar yang diikuti oleh penerbit dan toko buku rekanan Unpar Press

Semakin Mencintai Indonesia Melalui Literasi dalam Expo Unpar Press 2019

Pada Selasa (24/9) di Lobby Rektorat Unpar, Unpar Press menggelar pameran dan talkshow yang bertajuk “Semakin Mencintai Indonesia Melalui Literasi”. Expo dan talkshow tersebut berlangsung selama tiga hari, dimulai pada 24 hingga 26 September 2019.

Talkshow pembuka yang diselenggarakan pada Selasa (24/9) mengangkat tema “Mencintai Bahasa Indonesia.” Talkshow ini dibawakan oleh Mardohar BB Simanjuntak, S.S., M.Si, yang merupakan koordinator Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia Unpar.

Mengawali paparannya, Mardohar menjelaskan bahwa saat ini Bahasa Inggris merupakan bahasa yang dipakai oleh sepertiga dari penduduk bumi. Namun, Bahasa Indonesia menempati peringkat ke sepuluh di jumlah penutur bahasa terbanyak di dunia.

Mardohar kemudian menyampaikan bahwa bahasa haruslah dikuasai, sebab bahasa merupakan puncak peradaban manusia dan juga modal manusia untuk bisa menjalin kerjasama dengan orang-orang di dunia. 

“Bahasa itu penting, bukan hanya untuk berkomunikasi, tapi manusia bisa bekerjasama dengan jumlah besar dan sangat fleksibel. Mencintai bahasa (berarti) mencintai puncak peradaban manusia. Dengan bahasa, (kita) bisa membangun narasi, seperti narasi budaya, hukum, dan lainnya. Tanpa bahasa tidak akan ada narasi tersebut,” tutur Mardohar dalam presentasinya.

Ketiadaan bahasa dapat menyebabkan kemusnahan peradaban manusia karena bahasa hanya bisa bertahan karena orang-orang yang mempergunakan bahasa tersebut. “Bahasa bertahan karena kita. Kalau tidak ada yang mau mempergunakan, tidak akan bertahan lama,” tutup Mardohar dalam presentasinya.

Unpar Press Expo menghadirkan talkshow dengan topik yang berbeda setiap harinya. Andreas Doweng Bolo, S.S., M.Hum (Ketua Pusat Studi Pancasila Unpar) membahas topik “Mencintai Keberagaman melalui Pancasila” pada talkshow hari kedua. Talkshow terakhir mengangkat topik “Kearifan Lokal untuk Pelestarian Budaya” dengan menghadirkan narasumber Yenny Gunawan, S.T., MA (Kepala Lab Desain Unpar) dan Agus Sukmana, Drs. M.Sc (Kepala PIP Unpar). Kegiatan ini juga diisi dengan pameran buku terbitan Unpar Press serta penerbit-penerbit lain. (YJR/DAN)