Home / Berita Terkini / Sekilas Mengenal LKM Unpar

Sekilas Mengenal LKM Unpar

Lembaga Kepresidenan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (LKM Unpar) tergabung ke dalam organisasi Persatuan Mahasiswa (PM) Unpar sebagai lembaga eksekutif mahasiswa tertinggi di tingkat universitas.

“LKM itu eksekutor untuk aspirasi mahasiswa,” kata Louis presiden mahasiswa (presma) LKM Unpar periode 2018/2019. LKM menerima aspirasi mahasiswa serta kebutuhan mahasiswa dan mencoba untuk mewujudkan hal tersebut.

LKM menaungi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM). Dari segi eksekusi agenda kegiatan yang dijalankan oleh HMPS dan UKM, LKM tidak mempunyai hak untuk melakukan intervensi. “Hanya mengawasi saja,” tegas Louis.

Ada beragam kegiatan yang diadakan oleh LKM. Mulai dari Inisiasi dan Adaptasi (SIAP) yang menjadi momen dimana mahasiswa baru dapat mengenal rumah barunya di kampus Unpar, Festival Merah Putih (perayaan 17 Agustus), Expo UKM dan Komunitas, program kajian, studi banding ke universitas lain dan program kerja lainnya.

Tahun ini, memang mahasiswa baru belum bisa menjadi bagian dari kepengurusan LKM. Namun, mahasiswa baru, terangnya, tetap bisa bergabung dengan LKM dengan terlibat di berbagai program kerja sebagai tim panitia.

“Dengan begitu, (mahasiswa baru) bisa dapet pengalaman…Bagaimana budaya LKM, sistem kerjanya seperti apa,” ungkap Louis.

“Muara”

Salah satu program yang menjadi unggulan LKM periode ini, yakni Muara (Komunal Bersuara). Tujuannya, menyediakan ruang diskusi publik bagi mahasiswa untuk membahas isu-isu nasional.

Pengetahuan yang sangat minim terkait isu-isu nasional atau isu di luar sana menjadi alasan diadakannya Muara. “Dengan tujuan mengedukasi mahasiswa (Unpar), juga (untuk) melihat sudut pandang yang berbeda dari masing-masing jurusan,” ujar Louis. Adapun, Muara akan diadakan sebanyak dua kali di tahun ini, yakni pada 25 September dan 22 November mendatang.

Yang baru di LKM: Expo UKM dan Komunitas

Pada periode ini, LKM menghilangkan satu direktorat jenderal (dirjen) di kementerian dalam negeri (kemendagri), yaitu Direktorat Jenderal Kesejahteraan Mahasiswa. Karena hal tersebut dirasa kurang efektif, LKM membentuk dirjen HMPS serta dirjen UKM dan Komunitas.

LKM rutin mengadakan acara Expo UKM setiap tahunnya. Expo UKM diadakan untuk memperkenalkan berbagai UKM-UKM yang ada di Unpar. UKM menjadi wadah bagi mahasiswa Unpar untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang yang mereka pilih.

Tahun ini, tidak hanya UKM, sejumlah komunitas yang ada di Unpar turut berpartisipasi  dalam kegiatan expo tersebut.

“Kita melihat komunitas ini, bibit-bibit UKM. Kalo tidak dipublikasikan, bagaimana memperkenalkan komunitas ini,” terangnya antusias.

Ia berharap, diikutsertakannya komunitas dalam expo, dapat menjadi sarana untuk membantu perkembangan komunitas-komunitas itu sendiri.

Harapan untuk mahasiswa baru

Louis menyampaikan harapannya untuk mahasiswa baru. Ia selalu percaya, jika perubahan itu harus dimulai dari satu aksi. Baik itu dari diri sendiri maupun bersama-sama. Mahasiswa baru diharapkan bisa memanfaatkan waktu sebaik-sebaiknya selama menjadi mahasiswa.

Berdasarkan sharing pengalaman bersama para alumni, kata Louis, hal berharga justru pengalaman dan softskills yang didapat selama perkuliahan. Hardskills juga berguna, dalam hal ini softskills menjadi penopang di dunia kerja nantinya.

“Jangan takut untuk mencoba sesuatu….’Ah enggak deh, takut, nanti gini-gini’. Aksi pertama yang harus dilakukan adalah berani untuk mencoba. Karena dengan mencoba akan ada pelajaran yang bisa diambil. Pasti dapat mengembangkan diri lebih lagi,” pungkasnya penuh semangat.