SEASAC 2021: Asah Kemampuan B2B Sales Dalam Lingkup Digital Business

Mempelajari bisnis dalam era global saat ini tidak hanya terbatas dalam ruang kuliah saja. Berbagai keilmuan dalam bisnis, seperti Business to Business (B2B) Sales dapat diaplikasikan dalam aktivitas yang bermanfaat. Salah satunya adalah dalam Sales Competition tingkat internasional, yang tidak hanya mendorong pesertanya mengasah kompetensinya, namun juga mengajak mereka mengenal digital business.

South East Asia Sales Competition (SEASAC) adalah salah satu proyek peningkatan kapasitas pendidikan tinggi (capacity building for higher education project) yang didanai Erasmus Plus European Union. Tujuan utamanya adalah membagi praktek baik dalam hal pembelajaran sales khususnya B2B Sales dari mitra Eropa kepada mitra Asia Tenggara. 

Selain saling berbagi pengalaman dan praktek kurikulum pembelajaran B2B sales, kerjasama ini juga memberikan inspirasi diadakannya kompetisi B2B Sales sebagai bagian dari ujian akhir semester. Melalui SEASAC project ini dapat terlihat bahwa mata kuliah B2B bukan hanya memberikan penguasaan pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan perilaku laku untuk menjadi seorang profesional B2B Sales.

Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) berkesempatan menjadi tuan rumah SEASAC 2021 yang diselenggarakan pada 3-5 Maret 2021 secara daring. Dr. Margaretha Banowati Talim (Competition Director) dan Dian Sadeli, S.E., M.Ak (Competition Organizer) membahas peran penting SEASAC 2021 dalam proses pembelajaran mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis.

Kemitraan Internasional

SEASAC merupakan konsorsium dari empat universitas di Eropa (Turku University of Applied Sciences dan Haaga-Helia University of Applied Sciences di Finlandia, Edinburgh Napier University di Inggris, dan Fachhochschule Wiener Neustadt GMBH – FHWN di Austria), dua universitas di Thailand (Mahasarakham University dan Rangsit University), lima universitas Indonesia (Universitas Katolik Parahyangan, Bina Nusantara University – Binus Jakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, dan Politeknik Negri Batam). 

Selain mitra universitas, tergabung dalam konsorsium ini adalah South East Asia Open Learning Centre (SEAMOLEC). Dari kemitraan ini partner Eropa membagikan ilmunya sehingga kapasitas dari partner di Asia dimulai dari Thailand dan Indonesia bisa ‘naik kelas’. Diharapkan kedepannya setelah dipraktekkan oleh mitra atau partner SEASAC, pola pembelajaran ini juga dapat disebarkan ke berbagai universitas di lingkungan ASEAN.

Dalam perhelatan SEASAC yang kedua ini, terasa antusiasme dari peserta sangat tinggi. Harri Lappalainen dari Turku University of Applied Sciences menyampaikan bahwa event ini adalah salah satu kompetisi B2B Sales terbesar di dunia. Acara ini diikuti oleh 187 orang partisipan dari 15 negara yaitu Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, Singapura, Malaysia, Finlandia, Austria, Skotlandia, Netherland, Jerman, dan India. Total peserta sebanyak 81 mahasiswa dari 11 negara Asia Tenggara & Eropa serta melibatkan 106 dosen & professional bisnis yang berperan sebagai juri dan pembeli dalam kompetisi B2B sales. 

Perwakilan Unpar turut berkompetisi dalam SEASAC 2021 (Sumber: Administrasi Bisnis Unpar)

Kompetisi Digital

Dalam kompetisi SEASAC 2021, semua proses kompetisi dilakukan secara daring (online), dimana setiap partisipan atau kompetitor mengikuti pertemuan penjualan atau sales meeting yang dihadiri 1 orang buyer dan minimal 3 orang juri dalam situasi yang sudah di set-up dalam kasus penjualan. Kompetisi terdiri dari 4 babak yaitu babak kualifikasi pertama, babak kualifikasi kedua, semifinal, dan final. Setiap babak akan diberikan kasus & tujuan yang berbeda namun dengan topik yang sama. 

Untuk kompetisi tahun ini, produk Customer 360 CRM dari Salesforce sebagai main sponsor SEASAC 2021 menjadi produk yang ditawarkan oleh setiap peserta. Kemampuan komunikasi khususnya dalam mengidentifikasi kebutuhan pembeli, memperkenalkan produk, menghadapi penolakan, serta bagaimana melakukan negosiasi merupakan hal yang menjadi inti dari penilaian juri. Selain itu dalam kompetisi ini peserta juga belajar mengenai komunikasi antar budaya dalam bisnis global. 

Di dalam SEASAC 2021 proses dari bisnis digital diangkat dalam salah satu rangkaian kompetisi yaitu sales meeting. Di masa new normal baik pembeli maupun penjual akan memilih model sales meeting yang virtual. Digitalisasi proses bisnis di masa kini yang jangkauannya sangat luas, sangat membantu perusahaan menjadi lebih efisien, namun demikian kepercayaan dari pembeli masih perlu diuji dan dibuktikan. 

Selain kompetisi digital, para peserta juga memperluas ilmu mereka mengenai B2B Sales dan masa depan Digital Business. Pada hari terakhir SEASAC 2021 diadakan International Webinar dengan pembicara Arijit Roy (Vice President and General Manager Indonesia dari Salesforce, Singapura), Agustinus Miranda (Senior Branch Manager TSO, PT. Astra International Tbk, Indonesia), dan Bruce Edward Weeks (dosen dari Rangsit University, Thailand). Webinar membahas topik “Dealing With Uncertainty: Confronting the Unknown” dan dimoderatori oleh Syayu Zhukhruffa, S.Sos., MA., dosen dari jurusan Administrasi Bisnis UNPAR.

Keikutsertaan dalam SEASAC adalah satu dari banyak keunggulan yang ditawarkan oleh Jurusan Administrasi Bisnis Unpar dalam proses pembelajaran di era Business Digital ini. Bagi peminat program sarjana Administrasi Bisnis Unpar, informasi dan pendaftaran silakan mengakses laman pmb.unpar.ac.id. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)