Home / Berita Terkini / Satu Tahun Unpar Hijau Bangun Kesadaran Ekologis
Kegiatan Unpar Hijau antara lain Talkshow dan Praktek mengolah Sampah Organik (kiri) serta bersih kampus (kanan)

Satu Tahun Unpar Hijau Bangun Kesadaran Ekologis

Belakangan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin terasa gaungnya. Hal ini didasarkan pada berbagai perubahan yang terjadi dalam lingkungan alam sebagai ruang hidup manusia. Perubahan yang seringkali berdampak negatif ini mendorong manusia untuk bertindak meningkatkan kualitas ekologis lingkungan sekitar.

Sebagai masyarakat akademik yang memiliki kesadaran akan pentingnya pemeliharaan alam ciptaan, komunitas Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menganggap penting pelestarian lingkungan. Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran tersebut di dalam lingkungan kampus, baik di tengah komunitas mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan dan anggota komunitas kampus lainnya.

Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, pada peringatan Hari Bumi satu tahun silam tepatnya pada 22 April 2019, Unpar meluncurkan program Unpar Hijau. Program ini merupakan bentuk komitmen seluruh elemen Unpar bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lain dalam mewujudkan kampus hijau dan ramah lingkungan (green campus dan eco-campus). 

Kegiatan dan Kampanye

Adapun dalam satu tahun terakhir, Unpar terutama melalui Biro Umum dan Teknik (BUT) Unpar terus mengkampanyekan program tersebut melalui berbagai kegiatan. Misalnya, dengan rutin diselenggarakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di dalam maupun di sekitar kampus Unpar. Kegiatan yang biasanya diselenggarakan pada pagi hari ini dapat diikuti oleh anggota komunitas akademik yang ingin berkontribusi dalam kebersihan kampus.

Kegiatan Unpar Hijau juga ditandai dengan Talkshow yang membahas mengenai langkah-langkah meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekitar. Dengan menghadirkan narasumber yang menarik dari dalam maupun luar Unpar, Talkshow Unpar Hijau menambah wawasan komunitas Unpar dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Untuk mengurangi sampah khususnya plastik dan kertas yang bisa didaur ulang, secara berkala diadakan pula penukaran botol air mineral dan kertas bekas dengan berbagai barang bermanfaat seperti tumbler dan totebag. Tentunya kegiatan ini diharapkan juga dapat mengkampanyekan perilaku ramah lingkungan di tengah masyarakat Unpar.

Kurangi Sampah

Dengan jumlah populasi yang besar, tentu masyarakat di dalam Kampus Unpar menghasilkan sampah dalam jumlah yang besar pula. DI satu sisi, kesadaran individu dalam mengurangi pemakaian kemasan sekali pakai dapat mengurangi sampah kampus. Namun, yang lebih penting adalah pengelolaan sampah melalui metode yang ramah lingkungan. 

Bertepatan dengan diluncurkannya Gerakan Unpar Hijau, Unpar bersama startup Kahiji mengawali penggunaan biodigester. Biodigester merupakan perangkat yang bisa mengolah sampah organik menjadi energi berupa gas metana yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut. Belakangan ini, Unpar juga mengolah sampah organik menjadi kompos berkualitas yang dipakai untuk kebutuhan internal Unpar, sekaligus dipasarkan bagi masyarakat Unpar yang membutuhkan dengan harga terjangkau. 

Untuk sampah anorganik seperti plastik bekas, komunitas Unpar mencari langkah-langkah baru dalam mengolah sampah seoptimal mungkin sebelum meninggalkan lingkungan Unpar. Salah satunya dengan riset mesin pencacah plastik dan pemanfaatan plastik hasil daur ulang menjadi barang-barang bermanfaat. 

Perjalanan satu tahun Unpar Hijau berusaha meningkatkan kesadaran komunitas akademik Unpar akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan dalam menjaga kelestarian alam. Tentunya program ini perlu didukung sehingga Unpar Hijau tidak hanya menjadi jargon semata, melainkan terwujud dalam rupa green campus, kampus yang menjaga hubungan ekologis yang baik antara individu dan lingkungannya. (DAN – Divisi Publikasi)