Home / Berita Terkini / SAA Awards, Apresiasi Karya Mahasiswa Arsitektur Unpar

SAA Awards, Apresiasi Karya Mahasiswa Arsitektur Unpar

Studio Akhir Arsitektur (SAA) bisa jadi salah satu mata kuliah terpenting bagi pengembangan keilmuan mahasiswa Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). SAA menjadi titik penting dalam proses perkuliahan, dimana mahasiswa mengaplikasikan kemampuannya untuk merancang karya arsitektur yang memiliki kesesuaian fungsi, ruang, dan estetika.

Sejak 15 tahun yang lalu, Program Studi Arsitektur memberikan apresiasi bagi karya terbaik mahasiswa yang mengambil mata kuliah SAA. Pada semester ganjil tahun akademik 2018/2019 ini, SAA Awards XXXI kembali diadakan dengan lima nominasi dalam tiga kategori, yaitu best design, citation, dan honorable mention.

Mahasiswa dan dosen arsitektur memadati ruang audio visual PPAG pada Jumat (14/12) untuk menyaksikan penganugerahan SAA Awards XXXI, juga SPA Awards yang ditujukan bagi mahasiswa yang tengah mengambil mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur (SPA) 6. Hadir pula Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat Georgius Budi Yulianto, Kepala Program Studi Arsitektur Unpar Dr. Rahadhian Prajudi Herwindo, serta Dosen Koordinator SAA Dimas Hartawan Wicaksono MT.

“Ini mungkin salah satu kekhasan yang kita miliki,” ujar Kepala Program Studi Arsitektur Unpar  Dr. Rahadhian dalam sambutannya terkait dengan penyelenggaraan SAA. Dalam kesempatan ini pula, beliau memberikan apresiasi bagi mahasiswa yang menyelesaikan SAA, terutama bagi yang karyanya terpilih untuk dinominasikan. Ia mengakui, “SAA Awards menjadi salah satu cara kita meningkatkan mutu.”

Dunia digital kini menjadi tantangan bagi arsitektur Indonesia, begitu menurut Ketua IAI Jabar Budi Yulianto. Oleh karenanya, SAA sebagai nilai khas Arsitektur Parahyangan menjadi tempat belajar yang sangat baik bagi para akademisi muda. “SAA Awards membuka jalan Anda untuk mengekspos karya Anda ke luar,” jelasnya. Apalagi, karya mahasiswa Unpar telah diakui oleh masyarakat arsitektur dan kalangan umum.

Pada SAA Awards XXXI, Amazia Alexander berhasil meraih penghargaan Best Design dengan karyanya ‘Jatihandap Drugs Addict Rehabilitation Facility’. Penghargaan Citation didapat oleh Eric Auvino dan Najda Thahira, sedangkan Niti Danastri dan Gabrielle Extensia meraih penghargaan Honorable Mention. Karya mereka dipilih oleh dewan juri yang terdiri atas arsitek Indonesia dan luar negeri.

Sebelumnya, karya-karya finalis SAA dipamerkan di ruang eksibisi Pusat Pembelajaran Arntz- Geise (PPAG). Para pengunjung dapat melihat secara langsung maket dan gambar rancangan finalis SAA. Total terdapat lima belas karya mahasiswa yang dipamerkan dalam kategori city-center, urban, dan suburban.