Home / Berita Terkini / Revolusi Mental Demokrasi dengan Kreatif
Demosnesia 2016-Revolusi Mental

Revolusi Mental Demokrasi dengan Kreatif

Perkembangan demokrasi di Indonesia dapat dikatakan semakin dewasa. Hal tersebut terlihat dari proses yang terjadi pada pemilihan umum (pemilu) Presiden Republik Indonesia pada 2014 lalu. Pemilu yang pada awalnya diwarnai oleh kampanye hitam berubah menjadi pemilu dengan banjirnya kampanye-kampanye kreatif yang disebarkan melalui pemanfaatan media sosial. Media sosial menjadi wadah penting yang dapat digunakan oleh masyarakat dalam menyuarakan pandangan mereka dengan cara-cara kreatif.

Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) melalui Direktorat Jenderal Kajian dan Aksi Strategis mengadakan Democracy of Indonesia (Demosnesia) yang mengambil tema besar “Revolusi Mental”. Tema tersebut diangkat karena melihat fenomena demokrasi di Indonesia yang sebenarnya sudah memiliki tujuan-tujuan baik, namun dalam perjalanannya terkadang berubah menjadi sesuatu yang tidak baik, sebut saja kelompok mahasiswa yang berunjuk rasa dengan tujuan baik namun justru berakhir ricuh.

Bertujuan memberikan wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memaknai demokrasi secara kreatif, memperlihatkan bahwa mahasiswa Unpar memiliki cara kreatif dalam memaknai demokrasi, serta mewujudkan revolusi mental, Demosnesia telah berhasil terselenggara pada Kamis (28/4) lalu di Kampus Unpar. Berlangsung meriah, acara ini menghadirkan beberapa komunitas kreatif yang ada di Bandung. Acara menjadi semakin menarik dengan talkshow bersama tokoh budaya seperti RM Frans Magnis Suseno, Sujiwo Tejo, dan Pidi Baiq. Pameran seni-dengan fokus terhadap empat bidang yakni lingkungan, hukum dan HAM, sosial-budaya serta pendidikan juga dihadirkan dengan karya kontribusi dari komunitas-komunitas kreatif.

Tak hanya itu saja, Demosnesia diisi dengan penampilan tarian dari beragam komunitas, termasuk komunitas difabel yang memberikan inspirasi bagi para pengunjung. Demosnesia juga dilengkapi dengan bazaar makanan yang dimulai sejak pukul 11:00 siang. Acara kemudian ditutup oleh penampilan dari band Coklat hingga pukul 23.00. Meski diguyur hujan saat malam hari, acara ini tetap terselenggara dengan sukses dan meriah.