Home / Berita Terkini / Rektorat Unpar Masa Bakti 2019-2023 Cerminkan Kebhinekaan Akademik
Pelantikan Rektor
Rektor Unpar Masa Bakti 2019-2023 Mangadar Situmorang Ph.D. mengucapkan sumpah jabatan didampingi oleh Rama Fabianus Sebastian Heatubun dan disaksikan oleh Ketua Yayasan Unpar B.S. Kusbiantoro

Rektorat Unpar Masa Bakti 2019-2023 Cerminkan Kebhinekaan Akademik

Susunan Rektorat Unpar (Universitas Katolik Parahyangan) Masa Bakti 2019-2023 mencerminkan kebhinekaan akademik Unpar. Rektor dan tiga Wakil Rektor Unpar yang memiliki latar belakang etnis dan keyakinan agama berbeda-beda dilantik oleh Pengurus Yayasan pada Senin, 1 Juli 2019, untuk memangku amanah selama empat tahun hingga 30 Juni 2023.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Mangadar Situmorang, Ph.D., dinyatakan terpilih sebagai Rektor Masa Bakti 2019-2023, setelah melalui proses yang berlangsung selama beberapa bulan sejak 2018 lalu. Panitia Proses Penetapan Rektor (PPPR), dengan Dr. Miryam B.K Widjaja sebagai Ketua Panitia Pelaksana, telah melakukan penjaringan pelamar, yang dilanjutkan dengan penyeleksian bakal calon rektor. Senat Universitas melakukan penilaian atas semua bakal calon rektor, dan kemudian mengusulkan tiga calon rektor kepada pengurus yayasan. Setelah Panitia menyelenggarakan presentasi calon rektor, akhirnya pengurus yayasan yang dipimpin oleh Prof. Dr. B.S. Kusbiantoro menetapkan rektor terpilih pada awal Mei 2019 lalu.

Mangadar Situmorang adalah Rektor Masa Bakti 2015-2019, yang terpilih kembali untuk melanjutkan kepemimpinan Unpar empat tahun berikutnya. Dengan demikian, dosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unpar itu sudah sangat dikenal di kalangan Unpar. Alumnus Curtin University of Technology, Australia, itu pernah pula memangku amanah sebagai Dekan FISIP Unpar. Sejumlah prestasi telah dicapai Unpar pada masa 2015-2019, antara lain berhasil meraih akreditasi institusi berperingkat A dari BAN-PT, dan Unpar tetap mempertahankan posisi berada di antara perguruan tinggi swasta papan atas menurut penilaian Kemenristekdikti. Sederet prestasi mahasiswa juga diraih, termasuk keberhasilan mahasiswi Unpar mencapai tujuh puncak tertinggi dunia yang berakhir di Mount Everest.

Rektor Masa Bakti 2019-2023 dibantu oleh tiga wakil rektor. Pertama, Wakil Rektor Bidang Akademik dipercayakan kepada Tri Basuki Joewono, Ph, D. (yang sebelumnya pernah memangku amanah sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana). Kedua, Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Sumber Daya dipercayakan kepada Dr. Nia Juliawati (yang sebelumnya pernah memangku amanah sebagai Kepala Biro Pengembangan Modal Insani). Ketiga, Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan dipercayakan kepada C. Harimanto Suryanugraha, OSC, SSL (yang sebelumnya memangku amanah sebagai Dekan Fakultas Filsafat).

Sejumlah hal penting sudah menanti Rektorat Unpar Masa Bakti 2019-2023. Perkembangan zaman yang semakin cepat menuntut Unpar untuk senantiasa menyesuaikannya. Berdasarkan pengarahan Pengurus Yayasan, Rektorat akan segera menyusun Rencana Pengembangan Jangka Menengah (RPJM) 2019-2023. Ini merupakan periode ketika Unpar bertransformasi menuju paradigma pendidikan tinggi baru. Paradigma outcomes-based education akan diperkukuh. Interactive digital learning akan terus dikembangkan. Akreditasi internasional terhadap sejumlah program studi akan dilaksanakan. Pembukaan sejumlah program studi baru akan diupayakan. Pengembangan modal insani akan memperoleh banyak perhatian. Perluasan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skills melalui aktivitas ko-kurikuler dan ekstrakurikuler akan terus diupayakan. Pengembangan layanan dan usaha pun akan diupayakan.  (*)

Sumber: Tempo.co, Senin 1 Juli 2019, https://inforial.tempo.co/info/1001211/rektorat-unpar-masa-bakti-2019-2023-cerminkan-kebhinekaan-akademik