Home / Berita Terkini / Raihan Zahirah, Wakili Unpar dalam Pilmapres 2019 Tingkat Nasional

Raihan Zahirah, Wakili Unpar dalam Pilmapres 2019 Tingkat Nasional

Raihan Zahirah Mauludy Ridwan merupakan mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) angkatan 2016 yang berhasil meraih Juara 1 pada ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Jabar Banten 2019.

Saat ini, Raihan menjadi perwakilan untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya di tingkat nasional. Adapun tema Pilmapres tingkat nasional tahun ini yaitu “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)”.

“Saya ingin lebih menggunakan potensi yang ada di diri saya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas,” ungkap Raihan ketika ditanya apa motivasinya mengikuti Mawapres.

“Karena saya memiliki beberapa ide dan program, yang diharapkan bisa menjadi solusi untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat dan jadi program konkret jikalau berhasil maju ke internasional,” tambahnya yang ditemui tim Publikasi Unpar (25/3/2019).

Perjalanan seleksi Pilmapres tersebut cukup panjang. Ada beberapa tahapan seleksi yang harus diikuti para peserta di tingkat rayon untuk lulus ke tingkat nasional. Juga, ada sejumlah indikator penilaian seperti pembuatan karya tulis ilmiah, teknik presentasi, kemampuan berbahasa asing, prestasi, dan pengalaman organisasi.

“Arthemis Helix”

Raihan mengajukan topik karya tulis ilmiah berjudul “SDGs Nomor 11 Target 11.4 tentang Penguatan Kerja Sama Sipil-Militer dalam Melindungi Warisan Kebudayaan”. Dalam karya tulis ilmiah tersebut, ia memiliki gagasan baru yang belum pernah disinggung di tingkat internasional serta belum ada sistem konkretnya, yakni ‘Arthemis Helix’.

Istilah Arthemis Helix sendiri berasal dari bahasa Yunani. Arthemis bermakna dewi pemberi keamanan dan helix yang berarti tiga dimensi. Singkatnya, Arthemis Helix merujuk pada sistem interkoordinasi untuk melindungi warisan kebudayaan khususnya di Indonesia yang melibatkan pihak pemerintah, militer, dan juga akademisi.

“Hal ini juga terinpirasi pada saat saya menjadi ‘Most Outstanding Delegates of UNESCO’ di Asia Youth International MUN (Model United Nations)  2017,” ujar Raihan.

Pada saat itu, ia mengajukan proposal resolusi tentang topik serupa dan mendapatkan respon yang baik dari para juri. Bahkan, para juri mendorong dan memotivasi Raihan untuk bisa mewujudkan resolusi tersebut.

“Berniat untuk mengembangkan lebih jauh tentang solusi ini supaya bisa diimplementasikan atau bisa dipertimbangkan oleh  kementerian yang ada di Indonesia,” ungkap Raihan yang kini duduk di semester 6.

Tergila-gila MUN sedari SMA

Raihan mengaku sudah menyukai kegiatan Model United Nations (MUN) sejak ia duduk di bangku SMA. Ketertarikannya pada isu-isu global dan tentunya kompetensi berbahasa asing menjadi motivasi Raihan untuk terus fokus mendalami dunia MUN. Kurang lebih, ada 20 ajang MUN yang telah diikutinya hingga saat ini.

“Terus tertantang. Di MUN itu dewannya berbeda-beda. Saat ini, saya sudah hafal banyak Rules of Procedure (RoP)… Terus tertantang untuk belajar,” kata Raihan penuh semangat.

Raihan yang juga merupakan Koordinator Materi dan Diskusi Kelompok Studi Mahasiswa Pengkaji Masalah Internasional (KSMPMI); salah satu organisasi internal himpunan mahasiswa Hubungan Internasional Unpar ini mengakui MUN itu membuatnya ‘candu’. Ia juga memiliki banyak pengalaman sebagai chair di beragam ajang MUN baik nasional maupun internasional.

Ia menambahkan bahwa dirinya tertarik dengan resolusi dan belajar untuk membuat solusi yang konkret, komprehensif serta tepat guna. Pun, Raihan memiliki keingintahuan yang tinggi tentang solusi-solusi terhadap permasalahan internasional yang secara umum diwadahi oleh United Nations (UN).

“Kalo mau ikut Pilmapres, harus dipersiapkan secara matang. Ga bisa dadakan,” katanya ketika diminta berbagi tips untuk Unparian.

“Waktu luang itu biasanya saya gunakan untuk research topik untuk study guide,” ungkap Raihan tersenyum. Hal ini dikarenakan dirinya seringkali mendapat kontrak MUN yang cukup padat.

Pilmapres merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristekdikti RI) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Adapun tahapan seleksi tingkat nasional dimulai pada awal April, sedangkan pengumuman dan undangan untuk finalis Pilmapres tingkat nasional yakni pada bulan Juni dan penganugerahan Pilmapres 2019 akan dilaksanakan pada Juli 2019 mendatang.