Home / Berita Terkini / Raihan Zahirah Raih Posisi Top 6 Mahasiswa Berprestasi Nasional pada Pilmapres 2019
Raihan Zahirah (tengah) bersama dosen pendamping Vrameswari Omega Wati dan perwakilan BKA Unpar Pietre Gunawan

Raihan Zahirah Raih Posisi Top 6 Mahasiswa Berprestasi Nasional pada Pilmapres 2019

Selasa, 23 Juli 2019, Raihan Zahirah Mauludy Ridwan, didampingi oleh Ibu Vrameswari Omega Wati, S.IP., M.Si (Han), berangkat ke Bogor untuk mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Belmawa Kemenristekdikti). Raihan lolos seleksi 15 besar tingkat nasional mewakili mahasiswa berprestasi di Universitas Katolik Parahyangan dan LLDIKTI Wilayah IV se-Jawa Barat dan Banten. 

Agenda seleksi tahap akhir Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019 dibagi menjadi tujuh agenda penilaian, yaitu tes psikotes, wawasan kebangsaan, karya tulis ilmiah, prestasi unggulan, kemampuan bahasa Inggris, leaderless group discussion, infografis dan video profil mawapres. 

Pada tes psikotes tertulis dan wawasan kebangsaan, mawapres diuji kemampuannya dalam menganalisis pernyataan yang berkaitan dengan sumber hukum, Undang-Undang, regulasi pemerintah, sistem politik, dan sistem tata negara lainnya. Dilanjutkan dengan agenda seleksi leaderless group discussion yang dimana mawapres harus jadi moderator secara bergiliran dengan mawapres lainnya serta menjadi peserta diskusi. Masalah yang dibahas terkait isu etika moral serta perlu dikaitkan dengan ketentuan hukum atau Undang-Undang yang ada di Indonesia. 

Pada agenda seleksi karya unggulan dan prestasi, mawapres diuji kemampuannya dalam ketepatan menjawab pertanyaan atau materi yang diajukan oleh para juri seperti keakuratan data prestasi, menjelaskan prestasi yang diunggulkan, track record dalam organisasi, partisipasi dalam kegiatan sosial, menjelaskan empat pilar kebangsaan, Undang-Undang, sistem politik, profil pejabat negara, susunan kabinet pemerintahan, fungsi kementerian, profil kampus, jajaran rektorat universitas, visi misi universitas, program-program pemerintah, partisipasi politik mahasiswa dalam demokrasi, politik internasional dan lain-lain. 

Pada agenda seleksi Karya Tulis Ilmiah, mawapres mempresentasikan tentang karya tulis ilmiah yang sudah disusun sesuai dengan tema Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019, yaitu Sustainable Development Goals dan menjelaskan konsep infografis. Raihan Zahirah pun mengusung “Sustainable Development Goals no. 11 (11.4): Penguatan Kerjasama Sipil-Militer dalam Melindungi Warisan Kebudayaan” melalui konsep Artemis Helix. Pada sesi tersebut, mawapres diuji dari segi solusi yang ditawarkan, implementasi solusi, kualitas infografis, kualitas karya tulis ilmiah, ketepatan menjawab, dan kecepatan menjawab pertanyaan. 

Pada agenda seleksi bahasa Inggris, mawapres diuji kemampuannya melalui dua peran, yaitu sebagai audiens yang mengajukan pertanyaan dan sebagai orang yang berpidato seakan-akan mewakili sebuah institusi. Pada sesi tersebut, mawapres diuji kemampuannya dan kecepatannya untuk mengembangkan ide atau prompt yang dipilih secara acak dari para juri serta menyampaikan wawasan pengetahuannya mengenai isu diluar ranah atau bidang yang mereka tekuni dalam bentuk pidato selama 7 menit.

Raihan pun mendapatkan tema tentang air dan berhasil mengembangkan topik air ke dalam sebuah ide yang berkaitan dengan Hubungan Internasional serta pertahanan keamanan. Contohnya, bagaimana air akan menjadi komoditas yang sangat bernilai di masa depan, bagaimana air menjadi langka akibat urbanisasi di kota-kota besar Indonesia, bagaimana air terkontaminasi oleh limbah kawasan industri di Jawa Barat, bagaimana konsep smart city dapat menjadi solusi bagi permasalahan air melalui sistem IWRM (Integrated Water Resources Management) sebagai smart water management, bagaimana konsep paradiplomacy dan sister city dapat mempercepat pembangunan kapasitas pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan air, bagaimana pemerintah Singapura dan Filipina mengatur penggunaan air di negaranya, bagaimana Singapura serta Australia membangun water distillation plant untuk mengatasi masalah air, dan bagaimana air dapat menjadi sumber konflik dalam percaturan politik antar negara. Raihan pun mengatakan bahwa semua agenda seleksi ia ikuti dengan lancar tanpa ada masalah apapun dan ia pun dapat menjawab semua pertanyaan dengan tepat. 

Raihan Zahirah merasa bersyukur karena dapat meraih posisi Top 6 Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019 mengharumkan nama Unpar serta mewakili seluruh perguruan tinggi swasta yang ada di Jawa Barat-Banten setelah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat dari tingkat Unpar, Bandung-Cimahi (LLDIKTI IV Rayon VII), Jawa Barat-Banten (LLDIKTI IV), dan hingga ke tingkat nasional. Selama kegiatan seleksi tahap akhir Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019, Raihan Zahirah dihadapkan dengan mahasiswa berprestasi utama dari berbagai institusi pendidikan tinggi lain. Raihan pun bangga karena dirinya dapat menunjukkan kemampuannya untuk bersaing dengan universitas ternama di Indonesia dan berhasil menduduki peringkat yang cukup tinggi. 

Raihan Zahirah percaya bahwa tujuan akhir sebagai Top 6 Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019 bukan hanya sekedar mendapatkan sebuah predikat. Namun, sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas, kualifikasi, social capital, dan human capital dirinya agar dapat bersaing dan lebih bernilai karena aspek integral dari diri kita yang akan kita tinggalkan di lingkungan kita adalah history, legacy, quality, dan reputation. Selanjutnya, Raihan pun ingin memanfaatkan keterampilannya dalam memecahkan masalah untuk menyelesaikan salah satu masalah mendesak di Indonesia terkait dengan SDGs 11.4. (/DAN)