Home / Berita Terkini / Pusat Inovasi Pembelajaran: Garda Depan Digitalisasi Pembelajaran Unpar

Pusat Inovasi Pembelajaran: Garda Depan Digitalisasi Pembelajaran Unpar

Resmi berdiri pada tahun 2013, Pusat Inovasi Pembelajaran Universitas Katolik Parahyangan (PIP Unpar) ada sebagai sarana pengembangan proses pembelajaran Unpar. Tidak hanya itu, pembentukan PIP juga bertujuan untuk mendampingi pengembangan proses pembelajaran digital di Unpar.

Kepala PIP Unpar Agus Sukmana, Drs. M.Sc menjelaskan bahwa sekarang ini pembelajaran berbasis digital sudah menjadi trend di dunia pendidikan. Tren tersebut tidak hanya digunakan oleh negara maju, namun komunitas-komunitas kecil di daerah sekarang ini sudah memanfaatkan sistem berbasis digital. Hal tersebut serta merta didukung dengan teknologi informasi yang sudah sangat murah dan dengan mudah dapat menjangkau orang banyak. Jika dibandingkan dengan pendidikan berbasis digital, pendidikan konvensional hanyalah terbatas kepada lingkup tertentu.

Pemanfaatan teknologi membuat segala sesuatu menjadi murah. Agus menuturkan bahwa jika nantinya pembelajaran digital ini terus dikembangkan, kedepannya para mahasiswa sudah tidak terlalu bergantung sepenuhnya dengan dosen. Nantinya dengan online learning mahasiswa bisa menyesuaikan pembelajaran yang mereka inginkan. Tidak hanya itu, dengan pengembangan digitalisasi nantinya Unpar diharapkan untuk memberikan kontribusinya kepada masyarakat luas dan semakin banyak juga masyarakat yang dapat belajar dari Unpar.

Salah satu bentuk pembelajaran berbasis digital yang sudah diluncurkan oleh PIP adalah Interactive Digital Learning Environment (IDE). IDE merupakan sebuah learning management system atau sistem pembelajaran digital yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Unpar. Agus mengatakan bahwa pengembangan dari IDE ini akan terus berlanjut dan akan terus berkembang kedepannya. Mimpinya adalah agar IDE kedepannya dapat memonitor pola pembelajaran siswa sehingga para dosen dapat mengenal mahasiswa secara personal.

Selain IDE, program kerja lain yang masih terus dikembangkan oleh PIP adalah sebuah sarana belajar untuk publik. Salah satunya adalah melalui video-video kuliah dari para pakar atau dosen di Unpar. Agus juga menambahkan bahwa hal tersebut merupakan salah satu dari cita-cita Unpar, yaitu untuk memiliki online learning yang baik sehingga dapat digunakan untuk sarana edukasi dan untuk diabdikan kepada masyarakat luas.

Unpar merupakan komunitas yang sangat beragam dari sisi usia. Namun, hal tersebut menjadi salah satu kendala. Pasalnya, masih banyak dosen yang masih harus menyesuaikan dirinya akan pembelajaran berbasis digital. Maka dari itu, Agus menegaskan harus adanya strategi yang tepat dari Unpar untuk menggerakan dan memberikan inovasi terhadap perubahan yang ada.

Dalam era disrupsi sekarang ini, penggunaan internet dan pembelajaran yang berbasis digital sangatlah dibutuhkan. Untuk melaksanakan hal tersebut dibutuhkan individu-individu yang inovatif dan juga dapat melihat kedepan kearah perubahan dengan cara yang positif. Dengan pembangunan proyek infrastruktur komunikasi Palapa Ring yang sedang terjadi sekarang ini, Agus semakin menekankan akan pentingnya pembelajaran digitalisasi di Indonesia.

Perubahan mungkin merupakan hal yang sulit bagi sebagian orang yang sudah terlalu nyaman dengan keadaan yang ada, namun sekarang ini khususnya di era modern, harus ada kesadaran dari diri sendiri untuk berubah dan mengikuti perkembangan zaman.

Di akhir wawancara dengan tim publikasi, Agus mengharapkan agar kedepannya Unpar dapat mendukung pengembangan pembelajaran berbasis digital ini dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai agar nantinya PIP dapat bekerja lebih efektif. Tidak hanya itu, Agus juga berharap agar nantinya Unpar dapat menjadi pelopor akan pembelajaran berbasis digital. (YJR/DAN)