Home / Berita Terkini / PSM UNPAR Kembali Meraih Prestasi di Tingkat Internasional

PSM UNPAR Kembali Meraih Prestasi di Tingkat Internasional

[wzslider autoplay=”true” lightbox=”true”]

Paduan Suara Universitas Katolik Parahyangan adalah sebuah kelompok Paduan Suara yang telah membentangkan sayapnya di dunia paduan suara internasional dan bersaing dengan berbagai paduan suara ternama di dunia. Untuk mempertahankan nama dan kemampuannya sebagai paduan suara taraf internasional, pada tahun 2014, Paduan Suara UNPAR kembali mengikuti kompetisi paduan suara, The 51st internationaler Chorwettbewerb di sebuah kota kecil nan indah di Spittal an der Drau, Austria.

Dengan berbekal dukungan dan doa dari keluarga, teman, dan tentunya dari Universitas Katolik Parahyangan, tim Paduan Suara Unpar berangkat dengan membawa impian dan harapan. Tepatnya, pada 28 Juni 2014, tim Paduan Suara UNPAR terbang ke Amsterdam, Belanda, dan tiba di lokasi pada 29 Juni 2014 pukul 08.00 waktu Belanda. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat selama sekitar 45 menit menuju Utrecht. Di Utrecht, Paduan Suara UNPAR akan melaksanakan konser sebagai salah satu sarana untuk pematangan materi lagu yang akan dibawakan menjelang kompetisi yang sesungguhnya.

Konser di Utrecht berjalan dengan baik dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari penonton yang mayoritas adalah masyarakat Belanda. Kemudian, pada 3 Juli 2014, Paduan Suara UNPAR melanjutkan perjalanan utama ke Spittal, Austria. Kompetisi akan diadakan dalam 2 kategori, yakni kategori folksong pada Jumat, 4 Juli 2014 dan dilanjutkan keesokan harinya untuk kateogri Mixed Choir pada sabtu, 5 Juli 2014. Kompetisi secara keseluruhan diikuti oleh 10 negara dari berbagai belahan dunia, yaitu Indonesia, Ceko, Latvia, kolumbia, Serbia, Austria, Hungaria, ukraina, dan Slovakia.

Pada hari pertama kompetisi untuk kategori folksong, Indonesia membawakan lagu Saleum dari Nanggro Aceh Darusalam, Raego dari Sulawesi, dan Ahtoi Porosh dari Kalimantan. Penampilan memukau yang dipersembahkan oleh Paduan Suara UNPAR membawa tepuk tangan yang meriah dari para penonton. Meskipun demikian, penampilan indah hanya membawa Paduan Suara UNPAR menduduki peringkat 4 untuk kategori folksong. Meskipun demikian, semangat juang dan pantang menyerah menjadi penyemangat dan menambah rasa optimis bagi para anggota.

Pada hari kedua, yaitu kompetisi untuk kategori Mixed Choir, PS Unpar membawakan 3 buah lagu wajib dan 2 buah lagu pilihan. Dalam kategori ini, rasa optimis yang tertanam dalam diri masing-masing anggota rupanya mendorong para anggota untuk memberikan kemampuan terbaiknya. Kali ini, usaha dan rasa percaya diri itu tidak sia-sia sehingga tim paduan suara UNPAR memperoleh juara I. Rasa haru dan bahagia mengiringi tetesan air mata bahagia para anggota tim Paduan Suara UNPAR. Sang Merah Putih pun berkibar dengan gagahnya. Impian dan harapan untuk mengharumkan nama Bangsa Indonesia, nama sivitas akademika Universitas Katolik Parahyangan, dan tentunya nama paduan suara UNPAR kini telah terwujud. Segala usaha dan kerja keras telah membuahkan hasil yang membanggakan.

Ivan Yohan, Sang konduktor yang telah membawa Paduan Suara UNPAR meraih mahkota kemenangan. Dengan tangan dinginnya, Paduan Suara UNPAR berlatih dan mempelajari setiap detail lagu kompetisi yang dibawakan. Di sisi lain, beliau pula yang mengajarkan untuk tidak mudah menyerah dan memiliki semangat juang yang tinggi. Hal ini menunjukkan bagaimana peran seorang konduktor yang juga seharusnya bisa membentuk mental para penyanyinya.

Akhirnya, pada 9 juli 2014 tim Paduan Suara UNPAR kembali ke tanah air dan tiba pada 10 Juli 2014. Hal ini memberi cerita dan pengalaman tersendiri bagi para anggota Paduan Suara UNPAR. Rasa lega dan bahagia mengiringi kepulangan mereka untuk kembali bertemu dengan keluarga, teman, dan Universitas tercinta. Dengan hati yang mantap pula mereka menyebarkan senyum bangga dan sukacita kepada tanah air, Indonesia.

 

Oleh : Francisca Hilda Carolina

Sumber : http://bka.unpar.ac.id/reportase-psm-unpar-berkibarnya-merah-putih-di-tanah-eropa/