Home / Alumni / PSM Unpar Ikuti Pemecahan Rekor ORI

PSM Unpar Ikuti Pemecahan Rekor ORI

Peringatan Ulang Tahun Provinsi Jawa Barat ke-72 tahun ini diwarnai oleh berbagai kegiatan dan festival. Gedung Sate Festival, sebagai puncak acara perayaan yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 29-30 September lalu, mendapat perhatian dan apresiasi luar biasa dari masyarakat Jawa Barat. Acara ini juga diisi oleh dua upaya pemecahan rekor dunia. Pemecahan rekor dunia ini salah satunya melibatkan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (PSM Unpar).

Dalam pemecahan rekor “The Biggest Orchestradisi dan Oratorium Colosal” yang disaksikan langsung oleh Original Rekor Indonesia (ORI) selaku badan apresiasi rekor, 879 orang menampilkan berbagai bentuk karya seni dan budaya selama 72 menit. Sebanyak 72 orang mahasiswa, termasuk mahasiswa baru, yang tergabung dalam PSM Unpar tampil dengan membawakan lagu-lagu daerah dalam kolaborasi karya tersebut. Angka tersebut tidak lain diambil dari usia Jawa Barat yang kini menginjak 72 tahun. Penampilan lain yang termasuk dalam karya kolosal ini terdiri dari berbagai unsur seni, seperti penampilan pencak silat, karinding, angklung, tari tradisional, dan lainnya.

Dalam pementasan ini, PSM Unpar membawakan tiga buah lagu, yaitu Soleram, Rayuan Pulau Kelapa, serta Cingcangkeling. Selain itu, sebuah lagu khas Jawa Barat, Tokecang, dipersiapkan sebagai lagu penutup karya kolosal ini. Selama empat hari, sesi latihan khusus dipersiapkan untuk mematangkan kualitas mereka saat tampil.

“Kami bangga karena kami yang ditunjuk (terlibat),” ujar Christo Mario, Koordinator Latihan PSM Unpar, mengutarakan kegembiraan mereka yang bisa memberikan persembahan terbaik bagi Jawa Barat di hari jadinya. “Apalagi jika bisa ikut menghasilkan rekor dunia Indonesia,” katanya menambahkan. Kreativitas dan semangat yang tinggi dari para pengisi acara, termasuk PSM Unpar, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung festival. “Mereka sangat mengapresiasi penampilan kami.” ujar Christo. “Mereka sangat antusias,” terlebih, katanya, saat lagu Tokecang dinyanyikan. Para penonton pun turut bernyanyi, merayakan kebersamaan sebagai warga Jawa Barat.

“Kami sangat terbuka dengan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pihak eksternal.” kata Malvin Vilio, Wakil Ketua bidang Eksternal PSM Unpar, saat diwawancara di kesempatan terpisah. Ia juga berharap agar mahasiswa Unpar, khususnya anggota dan calon anggota PSM, menjadi lebih aktif dalam mengembangkan diri, juga berani berkolaborasi di luar lingkungan kampus. “Tujuannya agar mengharumkan nama Unpar, almamater kita, supaya dikenal baik oleh pihak eksternal,” ujarnya.