Home / Berita Terkini / “Program Citarum” Unpar Mendapat Sorotan Internasional

“Program Citarum” Unpar Mendapat Sorotan Internasional

Salah satu program pengabdian kepada masyarakat Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) adalah rehabilitasi dan revitalisasi Sungai Citarum. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sungai yang pernah dijuluki sebagai “terkotor dan paling tercemar” di dunia ini, Unpar tergabung di dalam program “Citarum Harum Juara”, yang digagas Presiden Joko Widodo pada tahun 2018.

Secara khusus, lokasi penanganan Unpar berada di Sektor 9, yang meliputi antara lain Desa Cangkorah, Kabupaten Bandung Barat. Sungai yang membelah beberapa kabupaten dan bermuara di Laut Jawa ini merupakan sumber penghidupan bagi sekitar 28 juta penduduk di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Karena pentingnya peran Sungai Citarum bagi penghidupan masyarakat Jawa Barat, maka keterlibatan Unpar menjadi semakin signifikan.    

Program Unpar untuk sungai Citarum, mendapatkan perhatian dari the Innovative Influence Strategies (I2si), sebuah organisasi non-pemerintah dari Amerika Serikat (AS). I2Si terkenal memiliki kepedulian besar, antara lain terhadap isu-isu lingkungan hidup.

Saat kunjungan ke Unpar pada 25-26 April lalu, Jeff Black dari I2Si, berkomunikasi dengan Team Citarum Unpar, yang tergabung dalam Center for Human Development Studies (CHUDs) untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi oleh Sungai Citarum, termasuk membahas upaya-upaya yang sudah, sedang dan akan dilakukan.

Sebagai pembicara dalam focus group discussion (FGD), Dr. Sukawarsini Djelantik mempresentasikan berbagai masalah sosial, ekonomi, juga budaya yang dihadapi masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Permasalahan termasuk pengelolaan sampah organik dan non-organik, pencemaran oleh pabrik melalui pembuangan limbah beracun secara langsung ke sungai, pendangkalan akibat penumpukan sampah, termasuk pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkontrol sehingga menutupi permukaan air.

Acara FGD ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan pada 26 April 2019, ke lokasi binaan Unpar di Desa Cangkorah. Tim Unpar dan I2Si berkomunikasi dengan Kepala Desa dan para pimpinan masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan dan mengevaluasi program-program yang sudah berjalan. Keterlibatan Unpar dalam menangani masalah-masalah yang nyata dihadapi masyarakat semakin mempertegas keberadaan Unpar sebagai universitas yang berlokasi di tatar Parahyangan.