Home / Berita Terkini / Program Abdimas UNPAR Mengedukasi Kaum Muda di KM 0 Citarum

Program Abdimas UNPAR Mengedukasi Kaum Muda di KM 0 Citarum

Pada Jumat (13/3/2020), Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan (Abdimas Unpar) mengunjungi Madrasah Aliyah Maarif di Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Lokasi ini berada di kaki Gunung Wayang, yang merupakan titik nol (KM 0) Sungai Citarum atau bagian dari Sektor 1 Program Citarum Harum. 

Lokasi ini sangat penting karena menjadi titik awal Sungai Citarum sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat dengan panjang 297 kilometer. Sungai Citarum mendukung kehidupan lebih dari 27 juta penduduk yang tinggal di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Unpar tergabung dalam program Citarum Harum sejak digagas oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2017. Kehadiran Unpar dalam mendukung program pemulihan Sungai Citarum diwujudkan dalam edukasi lingkungan melalui pemutaran film. Media film dipilih mengingat tampilan audio-visual, yang dapat menarik perhatian kalangan muda yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.  

Permasalahan Sungai Citarum yang ditampilkan dalam film terutama terkait pencemaran dan aliran limbah yang sudah sampai taraf membahayakan bagi kesehatan. Jika terus dibiarkan, masalah-masalah ketahanan manusia (human security) berdampak pada masalah ekonomi, kesehatan, dan sosial-kemasyarakatan. 

Dari segi ekonomi, permasalahan dimulai di hulu yaitu berkurangnya jumlah hutan resapan akibat laju pertumbuhan penduduk dan perubahan fungsi hutan sebagai kawasan resapan air. Penduduk merusak dan mencemari sungai melalui pembuangan limbah rumah tangga dan limbah berbahaya dari pabrik dan rumah sakit. 

Selama puluhan tahun sejumlah 1.500 ton sampah domestik rumah tangga per hari menjadi beban Sungai Citarum. Dari sekitar 2800 pabrik yang beroperasi di sepanjang DAS Citarum telah menambah kompleksitas permasalahan karena banyak yang tidak memiliki sistem Pengolahan Air Limbah (PAL). 

Pembuangan sampah secara langsung ke Sungai Citarum menunjukkan buruknya pengelolaan ditambah minimnya kontrol. Sebanyak 280 ribu ton cemaran limbah cair per hari yang masuk ke aliran sungai mengakibatkan Sungai Citarum tidak lagi menjadi sumber kehidupan. 

Tim Unpar yang dipimpin oleh tiga orang dosen, Dr. Sukawarsini Djelantik, Dr. Adelbertus Irawan Hartono, dan Dr. Elvy Maria Manurung, menyadari pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menangani kompleksitas permasalahan di Sungai Citarum. Untuk itu, program edukasi akan dilanjutkan untuk menjangkau sebanyak mungkin khalayak terutama yang berdomisili di DAS Citarum. (/DAN – Bagian Publikasi, Sumber: Rilis Tim Abdimas Citarum Unpar)