Home / Berita Terkini / Ciptakan Produk Inovatif, Dukung Industri Kreatif
Produk Inovatif

Ciptakan Produk Inovatif, Dukung Industri Kreatif

Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri (HMPSTI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan acara Industrial Design Exhibition Alley (IDEA) 2017 bertajuk “Industri Kreatif” pada Selasa (9/5). Acara yang berlangsung di selasar Gedung PPAG Unpar ini berhasil menarik  pengunjung hingga mencapai 300 orang.

“Target kami kan 180 orang, sampe sekarang pengunjung sudah mencapai 300 orang. Seneng banget”, ucap Ketua Pelaksana IDEA 2017, Kareem Rhadewa.

IDEA merupakan suatu acara yang menampilkan prototype terbaik hasil rancangan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unpar yang sedang mengambil mata kuliah  Perancangan dan Pengembangan Produk. Melalui IDEA, kelompok terpilih yang lolos proses seleksi mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan prototype Produk Inovatif hasil rancangan mereka kepada masyarakat Unpar.

Kareem, yang saat ini sedang menempuh tahun ke-3 di FTI mengatakan bahwa pada mata kuliah tersebut setiap mahasiswa diberi masalah dan mereka harus menyelesaikannya dengan membuat suatu produk.

“Produk yang dibuat ini harus produk yang inovatif. Jadi, yang belum ada. Dan harus dibuat dengan tangan mahasiswanya itu sendiri. Kita belom go public karena ini masih trial-nya. Jadi, kalo misalnya ini sukses, kita mau go public”, ujarnya antusias.

“Pihak eksternal yang kita mau tuju adalah masyarakat umum, masyarakat luas. Berikutnya adalah mahasiswa yang ada di Bandung. Dan mungkin nanti bisa makin besar, makin luas lagi scope-nya”, tambahnya.

Ia mengungkapkan harapannya untuk mahasiswa TI Unpar supaya dapat termotivasi untuk membuat produk yang lebih kreatif lagi ke depannya. “Dan, harapan saya yang kedua, kami pengen mahasiswa SMA memandang TI itu tidak susah. Mereka bisa membuat produk inovatif sesuai dengan apa yang diinginkan. Yang ketiga, untuk masyarakat umum (bisa) mengenali kemampuan mahasiswa TI Unpar yang bisa bersaing di dunia luar nantinya”, pungkasnya.

Tahun ini, ada sebanyak 12 produk dari sekitar 40 produk yang berhasil lolos seleksi. Adapun, produk-produk tersebut di antaranya helm sepeda lipat (folding bike helmet), pompa dan tambal ban, alarm coffee machine, eco diswasher, portable salad maker, dan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Dio Satrio, yang ditemui Tim Publikasi Unpar menceritakan produk yang ia rancang bersama timnya, yaitu helm sepeda lipat (folding bike helmet). Inspirasi pembuatan produk tersebut sebagai respon terhadap kondisi pengendara sepeda yang pada umumnya “enggan” serta tidak mau memakai helm karena tidak praktis dibawa. Bersama tiga orang mahasiswa lainnya, ia berhasil melakukan penelitian produk  selama 1 semester.

“Jadi kita bikin inovasi dimana helm itu bisa dibawa dan dilipet. Jadi, bisa lebih gampang dimasukin ke tas. Terus, kalo naek sepeda malem-malem, (produk) kita kan pake LED. Jadi kalo lagi gelap, orang (pengendara lain) bisa aware ke kita”, jelasnya.