Home / Berita Terkini / Prodi HI Selenggarakan Seminar dan Diskusi Publik Bertajuk “Global Politics and Strategic Environment in 2020: What’s Ahead?”

Prodi HI Selenggarakan Seminar dan Diskusi Publik Bertajuk “Global Politics and Strategic Environment in 2020: What’s Ahead?”

Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (HI Unpar), pada Kamis (30/1) menyelenggarakan seminar dan diskusi publik bertajuk “Global Politics and Strategic Environment in 2020: What’s Ahead?”. Seminar dan diskusi publik dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Unpar Dr.phil. Aknolt Kristian Pakpahan, dan dimoderatori oleh Idil Syawfi, S.IP., M.Si dan Jessica Martha, S.IP., M.I.Pol.

Seminar dan diskusi publik yang dilaksanakan di Veritas Room Gedung 3 FISIP Unpar tersebut turut mengundang lima orang narasumber yang berprofesi sebagai peneliti dan merupakan Alumni HI Unpar. Mereka adalah Evan Abelard Laksamana, Ph.D. (Senior Researcher, Center for Strategic and International Studies), Adhi Priamarizky, Ph.D. (Researcher, Rajaratnam School of International Studies, NTU Singapore), Iisgindarsah, M.Sc. (Senior Researcher, Center for Strategic and International Studies), Tiola, M.Sc (Researcher, Rajaratnam School of International Studies, NTU Singapore), dan Keoni Indrabayu Marzuki, M.Sc. (Researcher, Rajaratnam School of International Studies, NTU Singapore).

Kelima narasumber berkesempatan untuk membagikan wawasannya kepada para mahasiswa HI Unpar juga peserta umum. Mayoritas mahasiswa yang mengikuti seminar saat ini tengah menempuh mata kuliah Strategic Studies, International Politics, Diplomacy, Global Issues, dan International Relations in the Regions.

Isu Non-Tradisional hingga Stabilitas Internasional 

Melalui paparannya, Evan Laksamana menekankan akan hubungan relasi antara Indonesia dan Tiongkok serta respon dan tantangan di antara kedua negara tersebut. Evan juga memaparkan akan imbalance of power antara Indonesia dan Tiongkok dan ketegangan Tiongkok dengan negara-negara lain yang menyebabkan adanya ketidakstabilan kawasan.

Seminar dilanjutkan dengan penjelasan kontestasi Indo-Pasifik yang dijelaskan oleh Tiola. Dalam presentasinya ia menjelaskan signifikansi dari pergeseran term Asia Pasifik menjadi Indo-Pasifik dan implikasinya yang dapat membuat negara-negara di kawasan tersebut menjadi lebih ber-kooperasi atau  saling berkompetisi.

Permasalahan tradisional seperti militer dan ekonomi berperan penting dalam perubahan sistem internasional sekarang ini. Namun, akhir-akhir ini permasalahan non-tradisional menjadi signifikan dan patut diperbincangkan. Seperti misalnya permasalahan perkembangan teknologi yang dipaparkan oleh Keoni Marzuki yang signifikan terhadap pengambilan kebijakan sekarang ini.

Narasumber lainnya yaitu Iisgindarsah memberikan perkiraan skenario tentang arah dari perkembangan stabilitas sistem internasional dalam beberapa tahun kedepan. Seminar diakhiri oleh Adhi Priamarizky yang memaparkan penjelasan secara mikro tentang TNI Angkatan Udara Indonesia dan pengadaan alutsista yang dipengaruhi oleh lingkungan strategis.

Melalui seminarnya, kelima narasumber memberikan paparan yang komprehensif dan menyeluruh terhadap keadaan politik global yang terjadi sekarang ini. Acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dan kelima narasumber. (YJR/DAN)