Prestasi PILS Unpar Dalam Ronde Regional Asia Pasifik Kompetisi Peradilan Semu Philip C. Jessup 2021

Tim Jessup dari Parahyangan International Law Society (PILS) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) meraih 2nd best memorial dan 2nd highest raw points dalam ronde regional Asia Pasifik kompetisi peradilan semu Philip C. Jessup 2021. 

Tahun ini, tim Jessup dari PILS beranggotakan Theodore Lukas (2017), Sabella Jane Tjasa (2018), Nadya Theresia (2019), Mahdiyah Basuki (2019), dan Angelica Audrey (2019) berkompetisi sebagai agents perwakilan dari The United Republic of Aprepluya dan The Democratic State of Ranovstayo dalam Kasus mengenai Pandemi COVID-19 di hadapan Mahkamah Internasional. 

Kasus dalam Jessup 2021 dekat dengan keseharian para peserta lomba karena diadakan di tengah pandemi COVID-19 dengan topik hukum kesehatan internasional, jurisdiksi Mahkamah Internasional, serta topik yang telah lama diperdebatkan dalam hukum internasional yaitu anticipatory self-defense serta diplomatic asylum.

Dalam ronde regional Asia Pasifik, tim Jessup Unpar berhadapan melawan National University of Singapore, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Padjajaran.

Pencapaian ini dapat diraih berkat dukungan dari dua dosen pembimbing dari Fakultas Hukum yakni Theodora Pritadianing Saputri, LL.M. (FH Unpar 2006) dan John Lumbantobing LL.M, MCIArb. (FH Unpar 2004); student coaches Aurelia Livya (2017), Vincent Jiadi (2017), Clemens Danang (2017), dan Theo Prawiradirdja (2017); serta Ikatan Alumni (ILUMNI) FH Unpar.

Dalam proses persiapan memorial dan oral pleading, tim Jessup Unpar dibimbing pula oleh foreign counsels Vik Tang dan Rachita Bhagnani (Foreign Counsels, Hiswara Bunjamin & Tandjung), Carol Lim (Foreign Counsel, Assegaf Hamzah & Partners); dan alumni Alamo D. Laiman (Legisperitus Lawyers, FH Unpar 1999), Tyas Hardianto (Ginting & Reksodiputro – Allen & Overy, FH Unpar 2010), Vincent Bellamy (FH Unpar 2004), Heru Muzaki (LHBM Counsel, FH Unpar 2003), Anastasia Anggita (Makarim & Taira S., FH Unpar 2014), Merlyn Margaretha (Norton Rose Fullbright, FH Unpar 2014), Wishnu Adisatya (Legisperitus Lawyers, FH Unpar 2016), dan Rana Cinta Rahmania (Bagus Enrico & Partners, FH Unpar 2016).

Kompetisi Philip C. Jessup 2021 merupakan tantangan baru untuk tim Jessup Unpar karena dari tahap persiapan hingga kompetisi dilaksanakan secara online tanpa ronde nasional serta melawan tim dari luar negeri sejak awal kompetisi.

Kompetisi Philip C. Jessup merupakan salah satu kompetisi peradilan semu paling bergengsi berskala internasional. Usai ronde regional Asia Pasifik, tim Jessup Unpar akan maju ke ronde global Philip C. Jessup 2021 pada bulan Maret dan berkompetisi di antara lebih dari 600 tim seluruh dunia.

Dalam wawancaranya dengan Tim Publikasi, tim Jessup Unpar mengungkapkan rasa senang dan bangga atas pencapaian mereka karena hasil kerja kerasnya tidak sia-sia. Namun, mereka sadar bahwa masih banyak yang dapat diperbaiki dan disempurnakan, khususnya dalam lomba selanjutnya. “Honest and hard work will pay off in the end. Ada banyak jalan menuju Roma, namun semua jalan mulai dengan keluar dari zona nyaman. Jangan takut untuk menimba ilmu dan belajar dari kesalahan, karena itu adalah tugas kita sebagai mahasiswa, yaitu untuk belajar. Tetap semangat, dan maju terus.” pesan Theodore. (/JNS, DAN – Divisi Publikasi)

Honest and hard work will pay off in the end. Ada banyak jalan menuju Roma, namun semua jalan mulai dengan keluar dari zona nyaman. Jangan takut untuk menimba ilmu dan belajar dari kesalahan, karena itu adalah tugas kita sebagai mahasiswa, yaitu untuk belajar. Tetap semangat, dan maju terus.” pesan Theodore. (/JNS, DAN – Divisi Publikasi)