Home / Berita Terkini / Pilah dan Kelola Sampah Organik

Pilah dan Kelola Sampah Organik

“Kang Pis Man (Kurangi Pisahkan Manfaatkan)”, merupakan slogan untuk gerakan pemerintah Kota Bandung dalam mengatasi permasalahan sampah. Pemerintah menyadari bahwa jumlah timbunan sampah kota yang semakin meningkat disertai dengan kenaikan populasi kota yang signifikan menjadi sebuah tantangan besar dalam mengelola sampah secara efektif dan optimal.

Tidak hanya pemerintah, komunitas-komunitas peduli lingkungan seperti Bandung Clean Action, Earth Hour Bandung, Bike to Campus Bandung, Indorunners, Greeneration, dan KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia) turut berpartisipasi dalam aksi “Bergerak untuk Indonesia Bebas Sampah 2020” yang digagas oleh Waste4Change tahun 2015 lalu. Kepedulian terhadap permasalahan sampah juga menjadi concern bagi institusi pendidikan tinggi. Hal tersebutlah yang menggiring Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) untuk kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Sosialisasi Pemilahan dan Pengolahan Sampah Organik, Kamis (2/6).

Sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Dies Natalis FE Unpar yang ke-61 dengan tema besar “Sustainability”, acara sosialisasi ini bertujuan mengajak warga Unpar untuk bersama-sama, baik di lingkungan Unpar maupun di rumah masing-masing untuk turut menjaga keberlanjutan dengan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara sederhana, menjaga udara bersih, air yang bersih, dan pangan yang sehat serta mendorong pertanian tanaman organik.

“Persoalan lainnya, sampah plastik, organik, dan anorganik di dalam kampus, kalau tidak dikelola dengan baik tentu akan menjadi beban bagi pemerintah Kota Bandung, yang pada akhirnya menjadi beban bagi masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu bersama-sama memikirkan bagaimana kita mengurangi sampah, kemudian memilah-milah sampah, mengelola sampah, dan juga melakukan daur ulang”, ungkap Maria Merry Marianti Dra., M.Si., selaku Dekan FE Unpar dalam kata sambutannya.

“Sebelum melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah organik, kita ingin mulai dari kita dulu. Kita ingin rumah kita bersih dulu. Tentu saja, ini penting sekali dilakukan karena Unpar itu demikian besar”, tambah beliau.

Adapun sesi sharing dalam kegiatan sosialisasi tersebut terbagi ke dalam tiga topik, yaitu “Sampah: Tanggung Jawab Siapa?” oleh Kepala Pusat Studi Program Studi Sarjana Ekonomi Pembangunan, Siwi Nugraheni, SE., M.Env.; “Pengolahan Sampah Organik Secara Fermentasi” oleh Bawono Budianto, Biro Sarana dan Prasarana (BSP); “Pengelolaan Sampah dengan Metode Biopori” oleh Petrus Dwi Purwoko, Kepala Sekretariat Program DIII Manajemen Perusahaan; serta “Pemilahan dan pengolahan Sampah di FE” yang dipaparkan oleh Bagyo, salah satu pekarya FE Unpar.

“Kalo kita sudah repot memilah, kemudian di akhir sampah itu dicampur lagi, percuma. Mesti dimulai, harus diyakinkan bahwa di ujung kegiatan sampah yang dipilah itu diperlakukan dengan benar”, ujar Bu Siwi dalam pemaparannya.

Acara yang berlangsung di Aula Gedung 9, FE Unpar ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan, Dr. Paulus Sukapto; Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Dr. Budi Husodo Bisowarno; dosen-dosen, keluarga besar FE, para pengelola kantin, serta tamu undangan lainnya.